:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/BERSAMA-SELAMAT-RAHARJO.jpg)
Ringkasan Berita:
- Selamat Raharjo Gumay mencalonkan diri sebagai Ketua Asprov PSSI Sumatera Selatan dengan visi memajukan sepak bola daerah.
- Program unggulan yang ditawarkan meliputi pembebasan biaya pendaftaran Liga 4 dan Piala Soeratin untuk seluruh kelompok usia.
- Selamat juga menyelenggarakan festival sepak bola usia dini dan menjanjikan bonus bagi SSB SAS Palembang yang berlaga di tingkat nasional.
Infomalangraya.net, PALEMBANG –Bakal calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan, Selamat Raharjo Gumay, mulai menyosialisasikan visi dan misinya menjelang Kongres Biasa PSSI Sumsel yang dijadwalkan berlangsung di Hotel The Zuri Palembang pada 18 November 2026.
Mengusung tagline “Bersama Selamat Raharjo Gumay, Bukan Sekadar Janji, Saatnya Buktikan!”, Selamat menawarkan sejumlah program untuk mendorong perkembangan sepak bola Sumatera Selatan, mulai dari menggratiskan biaya pendaftaran kompetisi hingga memperluas kesempatan klub dan sekolah sepak bola (SSB) mengikuti turnamen.
Selamat Raharjo Gumay mengatakan, persyaratan pencalonannya telah dilengkapi. Saat ini, ia tinggal menunggu hasil tahapan seleksi hingga penetapan calon Ketua Asprov PSSI Sumsel.
“Insya Allah kita sudah siap, lengkap. Tinggal menunggu hasil tahapan sampai ke penetapan calon,” ungkap Selamat Raharjo Gumay kepada Infomalangraya.net, Rabu (28/10/2026).
Dalam materi sosialisasi yang turut didukung Ketua Askot PSSI Palembang sekaligus Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, Selamat mengusung semangat menghadirkan solusi nyata untuk membangkitkan gairah sepak bola di Sumatera Selatan.
Setidaknya, terdapat empat program utama yang ditawarkan Selamat dalam pencalonannya.
Pertama, menggratiskan biaya pendaftaran Liga 4. Kedua, menggratiskan pendaftaran Piala Soeratin untuk seluruh kelompok usia. Ketiga, membuka akses turnamen berhadiah agar klub semakin mudah berkompetisi. Keempat, mengatasi minimnya jumlah peserta kompetisi akibat kendala biaya pendaftaran.
“Ini bukan sekadar misi, tapi komitmen dari hati. Kita dorong Askot dan Askab di seluruh Sumatera Selatan mengirimkan klub atau SSB untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya pendaftaran,” katanya.
Siapkan Festival Sepak Bola U-12 dan Putri U-16
Tak hanya menawarkan program dalam pencalonan Ketua Asprov PSSI Sumsel, Selamat Raharjo Gumay yang juga menjabat Presiden Lahat FC turut mendorong pembinaan sepak bola usia dini melalui penyelenggaraan festival sepak bola.
Bersama Mohammad David, Selamat menyiapkan Festival Sepak Bola U-12 dan Festival Sepak Bola Putri U-16 se-Sumatera Selatan. Kedua agenda tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan serta mengasah mental bertanding.
Festival Sepak Bola Putri U-16 se-Sumsel dijadwalkan berlangsung di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang pada 6 November 2026. Panitia membatasi peserta sebanyak delapan tim dan tidak memungut biaya pendaftaran.
Sementara itu, Piala Selamat Raharjo Gumay Cup kategori U-12 akan digelar pada 7–8 November 2026 di stadion yang sama. Turnamen tersebut juga gratis dan terbuka untuk umum.
Penyelenggaraan festival sepak bola putri menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri sekaligus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda potensial di Sumatera Selatan.
Janjikan Bonus Rp 5 Juta untuk SSB SAS Palembang
Komitmen Selamat terhadap pembinaan pemain usia dini sebelumnya juga terlihat saat melepas keberangkatan 14 pemain muda Sekolah Sepak Bola (SSB) Sriwijaya Asah Soccer (SAS) Palembang untuk mengikuti kompetisi nasional Liga Grassroot U-12 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Bersama Mohammad David, Selamat tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menjanjikan bonus bagi para pemain apabila berhasil keluar sebagai juara.
David mengatakan, bonus tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda SAS untuk tampil maksimal dan menunjukkan mental juara di kompetisi nasional.
“Kalau kami dari PSSI Kota Palembang berharap juara. Kalau juara, tentu kami berikan bonus. Ada juga bonus tambahan dari Bapak Selamat Raharjo Gumay selaku calon Ketua Asprov PSSI Sumsel,” ungkap David.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membangkitkan semangat para pemain untuk meraih hasil terbaik.
“Jadi, motivasi itu bisa membuat para pemain kembali bangkit dan memiliki mental juara. Target terbaik tentu juara,” ujarnya.
Selamat Raharjo Gumay menegaskan, pembinaan sepak bola usia dini harus mendapatkan perhatian khusus karena menjadi fondasi perkembangan sepak bola Sumatera Selatan pada masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan, ia menjanjikan bonus sebesar Rp 5 juta apabila SSB SAS berhasil meraih gelar juara Liga Grassroot U-12.
“Kita ingin anak-anak tetap semangat. Kita memberikan motivasi, terutama untuk usia dini, karena inilah cikal bakal yang akan memajukan sepak bola Sumsel pada masa mendatang,” kata Selamat.
“Kita janjikan bonus sebesar Rp 5 juta apabila bisa meraih juara di ajang ini. Kita sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan usia dini,” tambahnya.
David menilai, dukungan terhadap SSB merupakan bagian penting dari upaya melahirkan pesepak bola berkualitas yang kelak dapat membanggakan masyarakat Palembang.
“Saya berharap penuh bibit-bibit pemain ini akan terus berkembang dan melahirkan bakat-bakat sepak bola yang sangat dinantikan oleh warga Palembang ataupun para pencinta sepak bola di Palembang,” kata David.
Ia juga mengajak seluruh SSB di Palembang agar tidak ragu mengejar mimpi dan terus meningkatkan kualitas pembinaan pemain usia dini.
“Saya berharap SSB yang ada di Kota Palembang jangan ragu untuk mengejar mimpinya. Insya Allah, sepak bola Sumsel akan berkembang dan kembali maju dengan doa serta dukungan,” ujarnya.
David Sebut Selamat Punya Komitmen untuk Sepak Bola Sumsel
Dalam kesempatan tersebut, David turut menyoroti dukungan Selamat Raharjo Gumay terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola usia muda di Sumatera Selatan.
Ia berharap para pemilik suara atau voters dari Askab, Askot, dan klub sepak bola dapat mencermati visi dan misi setiap bakal calon Ketua Asprov PSSI Sumsel sebelum menentukan pilihan.
Menurut David, komitmen Selamat dalam mendukung kompetisi kelompok umur menjadi salah satu aspek yang patut dipertimbangkan.
“Saya lihat pada saat Piala Soeratin kemarin, beliau menyanggupi seluruh kontribusi biaya penyelenggaraan U-17 tingkat Sumatera. Beliau berani mengambil alih, yang awalnya tuan rumah di Sumatera Utara, Medan, kemudian dialihkan ke Sumatera Selatan melalui tangan dingin beliau,” ungkap David.
David menilai dukungan tersebut membutuhkan komitmen dan biaya yang tidak sedikit. Ia menyebut langkah Selamat turut memberikan warna baru bagi perkembangan sepak bola Sumatera Selatan, khususnya pembinaan pemain kelompok umur.
“Itu semua tidak sedikit yang dikeluarkan karena menggunakan kocek pribadi Selamat Raharjo Gumay SH. Hal itu membuat sepak bola Sumatera Selatan, khususnya U-17 tahun kemarin, memiliki warna baru. Itu juga menjadi pengalaman perdana penyelenggaraan U-17 nasional di Sumatera Selatan,” katanya.
David menegaskan, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menilai Selamat memiliki komitmen dalam memajukan sepak bola Sumsel.
“Itu menjadi salah satu bukti dan contoh sosok beliau untuk memajukan sepak bola di Sumsel. Jangan diragukan lagi Pak Selamat Raharjo Gumay ini. Saya melihat dengan mata kepala sendiri,” bebernya.
David kemudian menceritakan pengalamannya ketika mencalonkan diri sebagai Ketua Askot PSSI Palembang. Menurutnya, keraguan dari sejumlah pihak tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membuktikan kemampuan dalam memajukan sepak bola.
“Dulu saya punya misi yang sama. Saya diragukan untuk maju sebagai Ketua Askot PSSI Palembang. Namun, meski banyak yang meragukan, akhirnya saya buktikan bahwa sepak bola Kota Palembang kini maju,” tutupnya.
Dengan mengusung program kompetisi tanpa biaya pendaftaran, penyelenggaraan festival sepak bola, serta dukungan terhadap pembinaan usia dini, Selamat Raharjo Gumay berupaya meyakinkan para pemilik suara bahwa pengembangan sepak bola Sumatera Selatan membutuhkan program konkret dan keberpihakan terhadap klub serta pemain muda.





