Perkembangan Terbaru dalam Sengketa Keluarga Denada dan Ressa Rizky Rossano
Kisruh antara Ressa Rizky Rossano dan keluarga mendiang Emilia Contessa kembali memanas setelah muncul bantahan dari pihak keluarga Denada terhadap klaim yang menyebut bahwa Ressa dibebani cicilan mobil sejak usia muda. Adik kandung Denada, Muhammad Abdullah Surkaty, mengungkapkan dokumen kontrak pembiayaan yang menunjukkan bahwa total uang muka mobil mencapai Rp 105 juta, bukan Rp 20 juta seperti yang diberitakan.
Awal Mula Konflik
Perseteruan ini berawal dari hubungan masa lalu antara Ressa Rizky Rossano dan Emilia Contessa. Gugatan resmi dilayangkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025, dengan fokus pada tuntutan pengakuan status anak kandung serta dugaan penelantaran. Namun, proses hukum tersebut kini berkembang menjadi sengketa narasi terkait bantuan materi, termasuk soal mobil yang disebut-sebut menjadi sumber konflik.
Versi Pihak Ressa Rizky Rossano
Menurut versi Ressa Rizky Rossano, mobil yang diberikan bukanlah hadiah, melainkan kendaraan dalam status kredit. Ronald Armada, kuasa hukum Ressa, menyatakan bahwa cicilan sepenuhnya dibebankan kepada Ressa. Ia menegaskan bahwa jika mobil itu hadiah, maka Ressa tidak perlu membayar sendiri.
Selain itu, Ressa mengklaim hanya menerima uang muka sebesar Rp 20 juta dari hasil penjualan mobil lama milik Emilia Contessa. Dari jumlah tersebut, mobil pengganti jenis Avanza diklaim memiliki cicilan bulanan sebesar Rp 4 juta. Klaim ini diperkuat oleh kesaksian Ratih Puspita Dewi, yang mengaku didatangi petugas leasing ke rumahnya.
Klarifikasi Keluarga Denada dan Bukti Dokumen
Muhammad Abdullah Surkaty, adik Denada, memberikan klarifikasi langsung melalui unggahan di akun Instagram almarhumah Emilia Contessa. Ia menyatakan keberatannya atas informasi yang beredar dan menilai cerita tersebut tidak sesuai dengan fakta tertulis. Ia menegaskan bahwa total uang muka mobil mencapai Rp 105 juta, bukan Rp 20 juta seperti yang diberitakan.
Muhammad juga menjelaskan bahwa kontrak pembiayaan mobil tersebut atas namanya karena ia secara administratif bertanggung jawab terhadap kendaraan tersebut. Ia menekankan bahwa pembayaran cicilan masih dilakukan oleh pihak keluarga, sehingga membantah klaim bahwa Ressa harus menanggung beban cicilan sendirian.
Soal Cicilan dan Leasing
Muhammad menegaskan bahwa hingga saat ini, cicilan mobil Avanza masih dibayarkan oleh pihak keluarganya. Ia menolak narasi bahwa Ressa dikejar-kejar oleh pihak leasing atau harus menanggung beban cicilan sendirian. Menurutnya, langkah klarifikasi ini dilakukan untuk menjaga kehormatan almarhumah Emilia Contessa agar tidak terus dikaitkan dengan tuduhan yang dianggap tidak berdasar.
Ia menekankan bahwa klarifikasi ini tidak dimaksudkan untuk mendahului putusan hakim atau mempengaruhi opini hukum dalam perkara yang sedang bergulir. “Kami hanya ingin meluruskan fakta berdasarkan dokumen, agar publik mendapatkan gambaran yang seimbang,” ujarnya.
Respons Publik dan Babak Baru Polemik
Munculnya bukti kontrak pembiayaan ini memunculkan sudut pandang baru di tengah masyarakat. Publik kini dihadapkan pada dua versi cerita yang bertolak belakang, dengan satu pihak membawa klaim verbal, dan pihak lain menyertakan dokumen tertulis.
Polemik ini diperkirakan akan terus berkembang seiring berjalannya proses hukum. Sengketa yang awalnya bersifat personal kini berubah menjadi konsumsi publik, dengan setiap pernyataan dan bukti baru terus disorot warganet.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik keluarga yang tak terselesaikan dengan baik dapat berujung panjang dan kompleks, terlebih ketika melibatkan figur publik serta menyangkut nama baik orang yang telah wafat.
Hingga kini, publik masih menunggu bagaimana fakta-fakta tersebut akan dinilai dalam proses persidangan, sekaligus menanti apakah polemik ini akan menemukan titik terang atau justru semakin melebar.
