Pentingnya Kesehatan Mental Selama Perawatan Kesuburan
Menjaga kesehatan mental selama perawatan kesuburan adalah salah satu hal terpenting dalam perjalanan menjadi orangtua. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari berbagai pemicu stres ini dapat memengaruhi tingkat keberhasilan kehamilan. Apa saja yang mungkin Mama rasakan selama program hamil? Berikut ini informasi tentang cara menjaga kesehatan mental saat perawatan kesuburan.
Emosi yang Mungkin Dirasakan Selama Perawatan Kesuburan
Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 2021, masalah kesuburan dapat menimbulkan gejolak emosi yang luar biasa bagi pasangan. Hal ini wajar karena Mama sedang menghadapi tekanan psikologis dan kecemasan yang terkait dengan masa depan yang tidak diketahui. Juga stres yang melekat dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, dan kolega serta masalah keuangan. Stres dapat menyebabkan campuran emosi. Wajar jika memiliki perasaan depresi, cemas, dan merasa sangat mudah tersinggung.
Emosi yang mungkin Mama alami selama perawatan kesuburan meliputi:
-
Depresi
Saat terjebak dalam pasang surut perawatan kesuburan, Mama mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami depresi. -
Kecemasan
Kecemasan adalah perasaan takut yang luar biasa. Kecemasan mungkin membuat Mama sulit mengendalikan kekhawatiran. Semakin lama perawatan infertilitas, semakin sering Mama menunjukkan gejala depresi dan kecemasan. Para peneliti menemukan bahwa orang dengan satu kegagalan pengobatan infertilitas memiliki tingkat kecemasan yang jauh lebih tinggi. Orang dengan dua kegagalan mengalami lebih banyak depresi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat pengobatan. -
Lekas marah
Selama perawatan kesuburan, Mama mungkin merasa mudah tersinggung dan marah. Prosedur medis dapat membuat Mama merasa rentan dan tidak berdaya. Perasaan ini dapat memicu iritabilitas dan kemarahan. -
Kecemburuan
Mama mungkin merasa bahwa hidup ini tidak adil. Saat Mama melihat orang lain memiliki keturunan atau hamil, perasaan cemburu mungkin muncul. Meski ini merupakan emosi yang menyakitkan, cemburu adalah sinyal yang menunjukkan apa yang paling Mama hargai. Mengakui perasaan dan memahami masalah yang mendasarinya adalah bagian penting dalam mengelola perasaan sulit ini. -
Duka
Terkadang, perawatan kesuburan dapat menyebabkan kehilangan dan duka. Mama mungkin mengalami keguguran atau siklus IVF yang gagal. -
Isolasi
Selama perawatan kesuburan, perasaan depresi, kecemasan, lekas marah, cemburu, dan kesedihan bisa datang bersamaan untuk membuat Mama merasa terisolasi dan sendirian.
Saat menerima perawatan kesuburan, Mama mungkin merasa bahwa perasaan intens. Penelitian menunjukkan perasaan cemas, depresi, dan lekas marah bukan hanya gejala psikologis. Obat yang digunakan untuk mengobati infertilitas juga dapat menyebabkan gejala seperti kecemasan, depresi, dan lekas marah.
Pengaruh Emosi pada Papa

Meskipun perawatan infertilitas lebih berfokus pada perempuan daripada laki-laki, keduanya sama-sama menginginkan anak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika perempuan dan laki-laki yang menjalani perawatan kesuburan terpengaruh dengan cara yang sama, yaitu:
-
Depresi
Dalam sebuah studi California tahun 2016 dengan 352 peserta yang diidentifikasi sebagai perempuan dan 274 peserta yang diidentifikasi sebagai laki-laki semuanya menjalani perawatan kesuburan. Hasilnya 56,5 persen perempuan dan 32,1 persen laki-laki melaporkan gejala depresi. -
Kecemasan
Studi yang sama mendiagnosis 75,9 persen perempuan dan 60,6 persen laki-laki dalam studi tersebut dengan gejala kecemasan. -
Perasaan mudah tersinggung, cemburu, sedih, dan terasing
Juga bisa dialami sama-sama oleh kedua pasangan.
Terapi Perilaku Kognitif Saat Perawatan Kesuburan

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah bentuk psikoterapi yang menekankan peran penting berpikir. Terapi ini mengajarkan bahwa pikiran dapat memengaruhi perasaan dan apa yang Mama lakukan. Seorang terapis mengajarkan Mama untuk menantang pola pikir otomatis, seperti “Saya tidak akan pernah punya bayi” atau “ketidaksuburan adalah kesalahan saya”. Dengan mempelajari cara menantang pikiran-pikiran ini, Mama belajar cara memeriksanya dan cara menggantinya dengan pikiran yang dapat bermanfaat.
Teknik Relaksasi yang Dapat Dilakukan Saat Perawatan Kesuburan

Teknik relaksasi secara signifikan mengurangi skor kecemasan pada perempuan yang menjalani perawatan infertilitas. Ada berbagai teknik relaksasi yang tersedia dan Mama dapat memilih yang paling sesuai. Berikut beberapa teknik relaksasi yang bisa dilakukan:
-
Mindfulness
Mindfulness digambarkan sebagai proses mengamati saat ini dengan cara yang tidak menghakimi. Ini mengajarkan Mama untuk menyadari segala sensasi atau perasaan dan kemudian memperluas kesadaran ini untuk mengatur emosi dan pikiran. Mindfulness dapat membantu mengatasi stres perawatan kesuburan. Penelitian di 2020 mengeklaim bahwa mindfulness menunjukkan hasil yang lebih baik daripada terapi lain untuk stres kesuburan karena menyentuh spektrum masalah psikologis yang lebih luas. -
Yoga
Yoga digunakan untuk tujuan penyembuhan selama ribuan tahun. Ini menggabungkan postur fisik dan latihan pernapasan untuk menciptakan pengalaman meditatif dan santai. -
Citra yang dipandu
Pikirkan ini sebagai jenis lamunan. Seorang terapis dapat memandu melalui latihan relaksasi yang penuh dengan imajinasi. Gambarannya mungkin tentang bernapas dalam warna tertentu atau tentang berada di tempat yang tenang dan santai. -
Menulis
Uji klinis 2017 dari pasangan yang menjalani perawatan IVF atau injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) mengeksplorasi manfaat dari tulisan ekspresif. Tulisan ekspresif termasuk latihan menulis jurnal dan buku harian syukur. Para peneliti menemukan bahwa sementara kecemasan dan tekanan terkait infertilitas tidak berkurang secara signifikan, namun ini mengurangi gejala depresi.
Mama mungkin merasakan berbagai emosi saat menjalani perawatan kesuburan. Apa pun yang Mama rasakan, itu bukanlah hal yang salah. Ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk membantu menghilangkan beberapa stres yang mungkin dialami – meditasi, menulis jurnal, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang membuat Mama bahagia hanyalah beberapa ide untuk membantu. Jika Mama mengalami depresi, kecemasan, dan emosi sulit lainnya, jangan ragu untuk mencari bantuan. Mama tidak harus melalui semua ini sendirian.




