Infomalangraya.net,
BANDA ACEH — Sel kanker bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk gaya hidup yang tidak sehat. Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan mengambil langkah-langkah sederhana seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan membatasi konsumsi alkohol.
Menurut penelitian dari University of California, lebih dari 40% kasus kanker dan hampir separuh angka kematian akibat kanker dapat dikaitkan dengan faktor-faktor yang bisa dicegah. Ini menunjukkan bahwa pilihan-pilihan dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang seseorang.
Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat kerusakan pada DNA di dalam sel-sel tubuh yang terakumulasi seiring waktu. DNA berfungsi sebagai instruksi untuk sel bagaimana harus berperilaku. Jika instruksi ini rusak, sel bisa tumbuh secara tidak terkendali. Risiko seseorang terkena kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, genetik, serta faktor lingkungan dan gaya hidup.
Beberapa faktor risiko kanker yang bisa diubah melalui gaya hidup antara lain:
* Kebiasaan merokok
* Pola makan buruk
* Paparan sinar UV berlebihan
* Konsumsi alkohol
Berikut adalah delapan cara untuk menekan risiko pertumbuhan sel kanker:
1. Berhenti Merokok
Tidak merokok adalah langkah terbaik untuk mengurangi risiko kanker. Zat kimia berbahaya dalam asap rokok merusak sel-sel tubuh dan dapat menyebabkan berbagai jenis kanker. Tidak ada produk tembakau yang aman, termasuk rokok elektrik, cerutu, atau hookah. Bahkan asap rokok yang dihirup orang lain (secondhand smoke) juga meningkatkan risiko kanker. Berhenti merokok secara total adalah pilihan terbaik, dan banyak alat bantu tersedia untuk membantu proses ini.
2. Jaga Berat Badan Ideal dan Tetap Aktif Bergerak
Mempertahankan berat badan sehat dapat menurunkan risiko 13 jenis kanker, termasuk kanker payudara dan prostat. Kelebihan berat badan meningkatkan produksi hormon estrogen dan insulin, dua hormon yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker. Aktivitas fisik rutin, seperti 150–300 menit per minggu aktivitas sedang, sangat penting. Anak-anak dan remaja dianjurkan untuk aktif setidaknya satu jam per hari. Batasi waktu duduk yang terlalu lama.
3. Terapkan Pola Makan Sehat dan Seimbang
Pola makan sehat dapat menurunkan risiko kanker. Hingga 50% kasus kanker yang bisa dicegah berkaitan dengan makanan. Diet berbasis tanaman yang kaya sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah. Hindari daging merah, minuman manis, dan makanan olahan berlebihan. Daging merah dan olahan telah diklasifikasikan sebagai karsinogen.
4. Batasi atau Hindari Konsumsi Alkohol
Alkohol merupakan faktor risiko kanker ketiga terbesar. Semakin sedikit alkohol yang dikonsumsi, semakin rendah risiko kanker. American Cancer Society merekomendasikan maksimal satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk laki-laki.
5. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari
Kanker kulit adalah jenis kanker yang paling umum dan bisa dicegah. Hindari paparan sinar matahari langsung saat terik, gunakan tabir surya, dan hindari penggunaan alat tanning. Perlindungan kulit menjadi krusial dalam mencegah kanker kulit.
6. Lakukan Vaksinasi
Vaksinasi dapat mencegah kanker yang disebabkan oleh infeksi virus. Contohnya vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, dan vaksin hepatitis B untuk mencegah kanker hati. Vaksinasi adalah cara efektif untuk mencegah kanker yang dipicu oleh infeksi.
7. Lakukan Skrining Secara Rutin
Skrining kanker secara rutin dapat meningkatkan peluang deteksi dini. Tes skrining seperti kanker payudara, serviks, kolorektal, dan paru-paru sangat penting untuk mencegah atau mendeteksi kanker sejak dini.
8. Kenali Riwayat Kesehatan Keluarga
Riwayat keluarga yang memiliki riwayat kanker dapat meningkatkan risiko seseorang. Mengumpulkan informasi tentang jenis kanker, usia saat didiagnosis, dan kondisi kesehatan keluarga membantu seseorang lebih proaktif dalam berkonsultasi dengan dokter dan menjalani skrining yang sesuai.
Singkatnya, meski tidak ada jaminan mutlak untuk terbebas dari kanker, setiap orang dapat membuat pilihan hidup yang sehat untuk melindungi diri dan menekan risiko kanker. Perubahan bisa dimulai kapan saja, bahkan langkah kecil pun berarti bagi kesehatan jangka panjang.





