LAMONGAN, Infomalangraya.net
Pada beberapa waktu terakhir, cuaca buruk yang terjadi di wilayah Jawa Timur telah memengaruhi aktivitas para nelayan. Salah satunya adalah nelayan dari Desa Weru, Kecamatan Paciran, Lamongan, yang tidak bisa melaut dalam jangka waktu cukup lama. Namun, ketika kondisi cuaca mulai membaik, empat orang nelayan tersebut memutuskan untuk kembali berlayar.
Kapal Motor Nelayan (KMN) Cipta Karya yang dinahkodai oleh Fathul Munir (47) bersama tiga anak buah kapal (ABK), yaitu Miftahul Fatah (44), Kousun Nasir (51), dan Adenan (54), berangkat pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka berasal dari Desa Weru dan ingin mencari ikan di perairan utara Paciran. Hal ini dilakukan guna mencukupi kebutuhan keluarga mereka setelah hampir sebulan tidak melaut.
Menurut Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan Ma’mun Murod, keputusan untuk berlayar dilakukan setelah melihat kondisi cuaca dirasa sudah mulai baik. Namun, naas terjadi ketika sekitar pukul 08.00 WIB, cuaca kembali memburuk, dan kapal yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga terbalik dan tenggelam.
Nahkoda beserta tiga ABK kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan jeriken sebagai alat bantu apung. Mereka terapung di lautan selama sekitar dua jam, hingga akhirnya ditemukan oleh awak kapal TB Tall Star yang sedang melintasi lokasi tersebut. Kapal tersebut membantu mereka dan membawa ke dermaga.
Ma’mun Murod mengungkapkan bahwa meskipun ada sebagian nelayan yang tetap berani melaut meski cuaca belum sepenuhnya normal, namun jarak tempuh mereka saat ini hanya separuh dari biasanya. Ia juga menyarankan agar para nelayan selalu waspada dan membawa alat keselamatan seperti pelampung atau jeriken sebagai langkah antisipasi.
Cuaca buruk yang terjadi saat ini memang memberikan tantangan bagi para nelayan. Banyak warga Desa Weru yang bergantung pada hasil tangkapan ikan. Oleh karena itu, Ma’mun Murod menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Pemda dan perusahaan sekitar untuk memberikan bantuan berupa beras, agar nelayan dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Ketua Rukun Nelayan (RN) Desa Weru Mukhtalifun membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keempat nelayan tersebut akhirnya pulang ke rumah masing-masing setelah mendarat di dermaga pada pukul 16.00 WIB.
Ipda M Hamzaid, Kasihumas Polres Lamongan, juga mengonfirmasi bahwa seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ia juga mengimbau kepada para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi melaut serta melengkapi diri dengan alat keselamatan.
