WACI 2026: Merayakan Kekayaan Budaya Nusantara dalam Parade Kostum yang Spektakuler
Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) 2026 kembali menampilkan keindahan budaya dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, yang sukses memukau ribuan penonton dengan parade kostum yang penuh warna dan makna.
Sebanyak sembilan delegasi dari berbagai wilayah tampil dalam WACI 2026, masing-masing membawa identitas budaya, tradisi, serta kekayaan alam daerahnya. Tidak hanya sekadar kostum yang indah, setiap kontingen juga menyampaikan filosofi, sejarah, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas wilayah asal mereka. Hal ini menjadikan WACI sebagai ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi tentang keberagaman budaya Indonesia.
Daftar Delegasi yang Hadir dalam WACI 2026
Beberapa daerah yang turut serta dalam WACI 2026 antara lain:
- Jatim Agropolitan – Mengangkat potensi pertanian dan perkebunan dari Kabupaten Nganjuk, Jombang, Madiun, Tuban, Kediri, dan Trenggalek.
- Masyarakat Adat Nusa Tenggara Barat – Menampilkan kekayaan budaya dan tradisi dari NTB.
- Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) – Menghadirkan tarian dan ritual Dayak.
- Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah) – Menampilkan simbol-simbol budaya Dayak serta kekayaan alam daerah.
- Jatim Empire – Gabungan Kota Malang dan Kabupaten Kediri, menampilkan tema hasil bumi dan legenda lokal.
- Kabupaten Sleman – Menampilkan kekayaan budaya Yogyakarta.
- Kota Semarang – Mengangkat tema tradisi dan sejarah Jawa Tengah.
- Kabupaten Badung, Bali – Menampilkan kekayaan seni dan budaya Bali.
Setiap delegasi memiliki tema unik sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing, mulai dari hasil bumi hingga legenda dan satwa endemik.
Jatim Agropolitan: Angkat Potensi Pertanian
Delegasi Jatim Agropolitan menjadi pembuka parade WACI 2026. Mereka menghadirkan kolaborasi dari beberapa kabupaten di Jawa Timur, seperti Nganjuk, Jombang, Madiun, Tuban, Kediri, dan Trenggalek. Para peserta memperlihatkan kekayaan sektor pertanian, perkebunan, dan hasil laut melalui kostum yang penuh warna dan makna.
Kontingen Kabupaten Nganjuk, misalnya, menampilkan bawang merah dan padi sebagai simbol daerah penghasil pangan. “Karena Nganjuk adalah produsen brambang (bawang merah), maka kami menampilkan brambang dan padi dalam kostum kami,” ujar Age Fauzi, salah satu talent dari Nganjuk.
Sementara itu, delegasi Kabupaten Jombang menghadirkan kostum bertema komoditas unggulan seperti durian, manggis, dan kopi. Hal ini menunjukkan bahwa Jombang tidak hanya dikenal sebagai pusat pertanian, tetapi juga memiliki keragaman hasil bumi yang luar biasa.
Kalimantan: Ritual dan Legenda Dayak
Dua kontingen dari Pulau Kalimantan turut menjadi daya tarik utama dalam WACI 2026. Mereka adalah Kota Balikpapan dan Kabupaten Kotawaringin Barat.
Delegasi Kota Balikpapan membawakan Tari Baledang, sebuah ritual penghormatan kepada leluhur yang berasal dari budaya Suku Dayak. Atraksi ini disajikan dengan gerakan energik dan penuh makna, mencerminkan nilai-nilai kehidupan dan spiritualitas masyarakat Dayak.
Di sisi lain, kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat menampilkan simbol-simbol budaya Dayak melalui kostum dan pertunjukan yang mengangkat tradisi serta kekayaan alam daerah. Mereka juga menampilkan burung Enggang dan Naga Merah, dua spesies langka yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
Selain itu, delegasi ini juga mengangkat tradisi Babukung, ritual adat yang berkaitan dengan prosesi kematian masyarakat Dayak. Ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara budaya dan kepercayaan masyarakat Dayak terhadap alam.
WACI: Panggung Merawat Keberagaman Indonesia
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), David K. Susilo, WACI bukan sekadar parade kostum, melainkan ruang untuk merayakan identitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kostum yang ditampilkan memiliki filosofi yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan kekayaan lokal.
“Karena dalam WACI ada filosofi daerah, kebudayaan, entitas lokal, yang berpadu dengan kostum dan karnaval. WACI adalah merayakan identitas dan merawat keberagaman di Indonesia,” ujar David saat membuka WACI 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang telah hadir dari berbagai daerah dan ikut menyukseskan penyelenggaraan WACI sebagai bagian dari rangkaian Jember Fashion Carnaval 2026. Kolaborasi lintas daerah tersebut menjadi bukti bahwa karnaval bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga media memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas Indonesia di panggung kreatif.




