Pelatih Baru Nottingham Forest, Vitor Pereira, Menghadirkan Kemenangan Impresif di Eropa
Vitor Pereira, pelatih baru Nottingham Forest, langsung mencuri perhatian sejak diumumkan sebagai pelatih kepala pada 15 Februari 2026. Ia menggantikan Sean Dyche yang dipecat setelah tim berada dekat zona degradasi. Penunjukan ini menjadikannya sebagai manajer keempat klub dalam musim 2025/2026, sehingga ekspektasi terhadap dampak cepat sangat besar.
Tantangan utama yang dihadapi Vitor Pereira adalah meningkatkan performa tim yang hanya meraih tiga kemenangan dalam 13 laga sebelum ia datang. Namun, hanya dalam hitungan hari, ia langsung memberi jawaban melalui hasil gemilang di pentas Eropa.
Debut yang Mengesankan
Debut kompetitif Pereira bersama Nottingham Forest terjadi pada leg pertama play-off Liga Europa melawan Fenerbahce di Istanbul pada Jumat dini hari (20/2/2026) pukul 00.45 WIB. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan tandang 3–0 yang disebut sebagai start impian oleh berbagai media.
Gol-gol dari Murillo, Igor Jesus, dan Morgan Gibbs-White bukan hanya memberi keunggulan agregat besar. Namun, juga menandai kemenangan tandang terbesar Nottingham Forest di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub.
Kemenangan ini sekaligus menempatkan mereka pada posisi yang sangat diunggulkan untuk lolos ke babak 16 besar. Selain itu, kemenangan tersebut menyoroti bagaimana para pemain tampak menikmati permainan di bawah arahan Pereira dan tampil jauh lebih lepas dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Dampak Instan dan Kepercayaan Diri
Pereira telah “membuat dampak instan” dengan kemenangan 3–0 atas Fenerbahce, yang datang hanya empat hari setelah ia resmi diangkat sebagai pelatih. Media menekankan bahwa kemenangan ini sangat penting bukan hanya dari sisi skor, tetapi juga dari sisi kepercayaan diri tim Premier League yang tengah berjuang menghindari degradasi.
Dengan keunggulan tiga gol di leg pertama, Nottingham Forest dinilai sudah menempatkan satu kaki di babak 16 besar. Situasi ini sekaligus menghidupkan kembali asa untuk memperpanjang petualangan Eropa pertama mereka sejak musim 1995/1996.
Di saat yang sama, hasil ini memberi ruang bagi Pereira untuk sedikit merotasi skuad pada leg kedua tanpa mengurangi peluang lolos.
Perhatian dari Premier League
Akun X resmi Premier League @premierleague juga ikut memberi sorotan khusus pada kemenangan Nottingham Forest dan sentuhan awal Pereira. Dalam unggahan itu, liga menyoroti bagaimana Nottingham Forest tampil dominan di Turki. Unggahan tersebut juga menegaskan bahwa kemenangan 3–0 menjadi bukti instan pengaruh pelatih baru terhadap performa tim.
Visual dan narasi yang ditampilkan menekankan kombinasi organisasi permainan yang rapi dan momen individu seperti gol solo Murillo yang spektakuler. Dengan amplifikasi dari kanal resmi liga, prestasi Pereira di laga debutnya terasa semakin besar gaungnya, baik di kalangan suporter Nottingham Forest maupun penonton netral.
Taktik yang Digunakan Vitor Pereira
Dari sisi taktik, Pereira disebut-sebut menerapkan pendekatan yang seimbang antara struktur dan kebebasan bermain. Ia membangun tim dengan organisasi defensif yang rapi lewat blok empat bek yang kompak, sekaligus mendorong lini tengah dan depan untuk menekan agresif begitu bola hilang.
Data laga kontra Fenerbahce yang mencatat 23 tembakan dengan xG sekitar 2,86 berbanding hanya 6 tembakan dan xG 0,48 milik lawan menunjukkan dominasi Nottingham Forest. Angka tersebut juga menegaskan bahwa pressing dan transisi mereka berjalan sangat efektif.
Dalam wawancara yang dikutip dari laman berita BBC, Jumat (20/2/2026), Pereira menegaskan pentingnya pemain untuk menikmati permainan dan mengekspresikan diri di lapangan. Oleh karena itu, struktur taktiknya tidak kaku dan tetap memberi ruang kreativitas saat tim menguasai bola.
Apakah Prestasi Vitor Pereira Bisa Bertahan?
Soal apakah prestasi Pereira bisa bertahan ke depannya, jawabannya bergantung pada kemampuannya beradaptasi, menjaga fisik skuad, dan mengelola dinamika klub. Lawan-lawan Premier League akan cepat mempelajari pola Nottingham Forest di bawahnya, sehingga ia harus fleksibel, tidak terpaku pada satu skema, dan siap melakukan penyesuaian taktik.
Intensitas pressing dan transisi cepat juga menuntut rotasi yang cerdas agar performa tidak anjlok ketika kelelahan dan cedera datang. Di sisi lain, kemenangan besar di Eropa sejak awal masa jabatannya memberi modal kepercayaan diri yang besar di ruang ganti dan bisa membantu tim melewati fase ketika hasil tidak selalu sempurna.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, prestasi awal Pereira bersama Nottingham Forest yang langsung menghadirkan kemenangan tandang terbesar klub di Eropa menjadi modal kepercayaan diri besar. Meski demikian, ujian sesungguhnya baru akan terlihat ketika Nottingham Forest harus menjaga performa di tengah jadwal padat dan situasi klasemen yang ketat. Jika ia sanggup menyeimbangkan ambisi di kompetisi Eropa dengan misi bertahan di Premier League, periode awal ini bisa dikenang sebagai awal fase kebangkitan baru Nottingham Forest dibawah asuhannya.




