Tren Perjalanan Domestik Selama Tahun Baru Imlek 2026
Tahun Baru Imlek 2026 kembali menjadi momen penting yang memengaruhi mobilitas masyarakat di awal tahun. Momentum ini tidak hanya memperkuat tradisi reuni keluarga, tetapi juga mendorong perjalanan lintas provinsi dan liburan singkat yang terencana selama periode inti perayaan. Menurut data dari PRISM, kegiatan pariwisata domestik mengalami peningkatan signifikan, terutama karena peran Tahun Baru Imlek dalam membangkitkan antusiasme masyarakat untuk berwisata.
Country Head PRISM Indonesia, Hendro Tan, menjelaskan bahwa Tahun Baru Imlek tetap menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan. Ia menilai bahwa distribusi permintaan wisata saat ini lebih seimbang dibandingkan sebelumnya, dengan kota-kota sekunder turut berkontribusi dalam meningkatkan arus mobilitas nasional.
Daftar Destinasi Favorit Selama Libur Imlek 2026
Berikut adalah beberapa destinasi yang paling diminati selama libur Tahun Baru Imlek 2026:
-
Batam, Pertumbuhan Tertinggi Tahun Ini
Batam mencatat pertumbuhan tertinggi sebagai kota wisata selama periode Imlek 2026. Kenaikan ini menunjukkan semakin kuatnya daya tarik destinasi baru di luar kota-kota utama. Pertumbuhan Batam juga mencerminkan diversifikasi lanskap perjalanan domestik, di mana kota-kota sekunder kini memainkan peran penting dalam membentuk arus mobilitas nasional. -
Jakarta, Magnet Perayaan dan Reuni Keluarga
Jakarta tetap menjadi pusat perjalanan domestik selama Tahun Baru Imlek. Kota ini memiliki peran penting sebagai pusat komunitas Tionghoa, kegiatan budaya, serta titik temu keluarga besar. Jakarta tidak hanya menjadi ibu kota bisnis, tetapi juga memiliki kawasan pecinan dan pusat perayaan Imlek yang menjadi magnet kunjungan. Kombinasi antara reuni keluarga, aktivitas budaya, dan liburan singkat menjadikan Jakarta sebagai pemimpin utama dalam volume perjalanan selama periode ini. -
Medan, Kuat di Basis Budaya
Medan menunjukkan kinerja yang kuat berkat sejarah dan komunitas Tionghoa yang besar. Tradisi perayaan Imlek yang hidup menjadikan kota ini bukan hanya pusat ekonomi di Indonesia bagian barat, tetapi juga destinasi perjalanan berbasis budaya selama musim perayaan. -
Bandung, Pilihan Short Escape Warga Jabodetabek
Bandung tetap menjadi pilihan populer bagi warga Jabodetabek yang ingin melakukan short escape. Suasana kota yang sejuk dan ragam wisata kuliner yang ramai selama periode Imlek menjadikan Bandung opsi ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan tanpa perjalanan jarak jauh. -
Bali, Favorit untuk Extended Stay
Bali tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya dan relaksasi. Di Bali, wisatawan memanfaatkan momen liburan panjang untuk menikmati resor dan vila. PRISM mencatat peningkatan tren perpanjangan durasi menginap (extended stay), termasuk di Sunday Hotel Arshika Sunset Road. Fenomena ini mencerminkan fleksibilitas kerja jarak jauh serta tren bleisure yang semakin kuat. -
Yogyakarta, Perpaduan Refleksi dan Eksplorasi
Yogyakarta, dengan kekayaan warisan budayanya, menarik wisatawan yang ingin menggabungkan momen reflektif Imlek dengan perjalanan berbasis pengalaman dan eksplorasi sejarah. Secara keseluruhan, kota-kota ini memimpin perjalanan Imlek karena kombinasi kuat antara perayaan budaya, konsentrasi komunitas, konektivitas transportasi, serta daya tarik wisata yang semakin mapan.
Lanskap Perjalanan Semakin Terdistribusi
Di tingkat provinsi, Jawa Barat menjadi kontributor utama arus perjalanan berkat aksesibilitas tinggi dan ragam destinasi keluarga. DKI Jakarta mencatat mobilitas intra dan antarprovinsi yang signifikan. Sementara Jawa Timur dan Sumatera Utara memperkuat peran sebagai gerbang ekonomi dan pusat perjalanan bisnis maupun kunjungan keluarga, Jawa Tengah terdorong oleh tradisi mudik dan kekuatan destinasi budayanya.
Di segmen bisnis, Deli Serdang menjadi salah satu kota dengan pemesanan tertinggi, mencerminkan kuatnya mobilitas regional di luar pusat metropolitan tradisional. Muara Bungo mencatat pertumbuhan tercepat, menunjukkan ekspansi aktivitas ekonomi di pasar sekunder. Di sisi leisure, Banyumas tampil menonjol sebagai destinasi alternatif yang semakin diminati, sejalan dengan tren wisata berbasis alam dan pengalaman yang lebih tenang selama periode puncak.
Hendro Tan menambahkan, momentum kuat di destinasi leisure yang sedang berkembang mencerminkan perubahan preferensi wisatawan, peningkatan konektivitas, serta tumbuhnya kepercayaan untuk mengeksplorasi lokasi-lokasi alternatif di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, Imlek 2026 menandai pola pertumbuhan pariwisata domestik yang semakin terdistribusi. Kota-kota utama tetap menjadi fondasi mobilitas nasional, namun kontribusi destinasi sekunder yang meningkat menunjukkan ekosistem perjalanan domestik yang semakin luas, adaptif, dan tangguh.



