Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu amalan yang dianjurkan saat melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah adalah membaca doa ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Kedua tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam ibadah haji dan umrah. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapus dosa-dosa. Selain itu, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi orang yang menyentuhnya dengan penuh iman pada hari kiamat.
Rukun Yamani merupakan sudut Ka’bah yang mengarah ke Yaman, sedangkan Hajar Aswad adalah batu mulia yang terletak di sudut timur Ka’bah dan menjadi titik awal serta akhir tawaf. Area antara kedua tempat ini menjadi tempat mustajab untuk berdoa dan akan bersaksi di hari kiamat.
Doa yang dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adzāban-nār
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Ahmad)
Doa ini juga disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 201. Oleh karena itu, jemaah haji dan umrah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir di area tersebut.
Rukun Yamani
Rukun Yamani merupakan salah satu sudut penting pada Ka’bah yang terletak sebelum Hajar Aswad dalam jalur tawaf. Sudut ini dinamakan “Yamani” karena mengarah ke wilayah Yaman. Berbeda dengan sudut Ka’bah lainnya, Rukun Yamani memiliki keistimewaan tersendiri karena Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyentuhnya saat tawaf apabila memungkinkan.
Bagi jemaah haji dan umrah, Rukun Yamani menjadi salah satu titik yang penuh makna spiritual. Saat melintasinya, banyak jemaah mengusap sudut tersebut sambil memperbanyak doa dan zikir dengan hati yang khusyuk. Namun, jika kondisi terlalu padat, jemaah tidak dianjurkan memaksakan diri demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Keutamaan Rukun Yamani juga disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW bersabda,
“Sesungguhnya menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapus dosa-dosa.” (HR. Ahmad)
Karena itu, dua tempat ini menjadi bagian yang sangat istimewa dalam rangkaian tawaf di sekitar Ka’bah.
Hajar Aswad
Hajar Aswad merupakan batu mulia yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan menjadi salah satu bagian penting di Ka’bah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari kiamat kelak, Hajar Aswad akan dibangkitkan oleh Allah SWT dalam keadaan memiliki dua mata untuk melihat dan lisan untuk berbicara. Batu tersebut akan menjadi saksi bagi orang-orang yang menciumnya dengan penuh keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.
Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi menerangkan bahwa yang dimaksud “mencium dengan hak” ialah mencium Hajar Aswad dengan hati yang membenarkan dan penuh keimanan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan semata.
Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan bahwa Ka’bah memiliki kemuliaan besar di sisi Allah SWT. Jabir RA meriwayatkan bahwa Ka’bah pernah mengadu kepada Allah karena orang yang bertawaf dan menziarahinya semakin sedikit. Lalu Allah SWT berjanji akan menghadirkan kaum yang rajin bersujud dan beribadah dengan penuh kekhusyukan di hadapan-Nya.
Meski demikian, umat Islam tidak meyakini bahwa Hajar Aswad dapat memberi manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab RA saat mencium Hajar Aswad. Ia berkata bahwa batu tersebut hanyalah batu biasa yang tidak dapat memberi manfaat maupun bahaya, dan ia menciumnya semata-mata karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
“Demi Allah, Allah benar-benar akan membangkitkan Hajar Aswad pada hari kiamat. Batu itu memiliki dua mata yang dapat melihat dan lisan yang dapat berbicara. Ia akan memberikan kesaksian bagi orang yang menyentuhnya dengan benar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Sikap ini menjadi pelajaran penting bahwa penghormatan kepada Hajar Aswad dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan cinta kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.
Bagian-bagian Ka’bah
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjelaskan tentang bagian-bagian Ka’bah yang perlu diketahui setiap muslim, sebagai berikut:
-
Hajar Aswad: Batu berwarna hitam yang terletak di sudut timur Ka’bah. Jemaah dianjurkan untuk mencium, menyentuh, atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad saat thawaf. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebut bahwa Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi orang yang menyentuhnya dengan penuh keimanan pada hari kiamat.
-
Rukun Yamani: Sudut Ka’bah yang berada sebelum Hajar Aswad jika mengikuti arah thawaf. Rasulullah SAW biasa menyentuh Rukun Yamani ketika thawaf, namun tidak menciumnya. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dianjurkan membaca doa: “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”
-
Multazam: Area di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi mustajab untuk berdoa. Banyak jemaah menempelkan dada, tangan, dan wajah mereka di Multazam sambil memohon kepada Allah SWT dengan penuh harap dan kerendahan hati.
-
Pintu Ka’bah: Pintu Ka’bah berada agak tinggi dari permukaan tanah dan terbuat dari emas. Pada masa Nabi Ibrahim AS, pintu Ka’bah sejajar dengan tanah agar siapa saja dapat masuk. Namun kemudian posisi pintu dibuat lebih tinggi untuk menjaga keamanan Ka’bah.
-
Mizab Rahmat: Talang air berlapis emas yang berada di bagian atas Ka’bah. Talang ini berfungsi mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah ke area Hijr Ismail. Disebut “Mizab Rahmat” karena air yang turun darinya diyakini membawa keberkahan.
-
Hijr Ismail: Area setengah lingkaran di samping Ka’bah yang dibatasi tembok rendah. Tempat ini dahulu termasuk bagian dari bangunan Ka’bah pada masa Nabi Ibrahim AS. Karena itu, orang yang sholat di dalam Hijr Ismail mendapat keutamaan seperti sholat di dalam Ka’bah.
-
Kiswah Ka’bah: Kain hitam yang menutupi Ka’bah dan dihiasi tulisan ayat-ayat Al-Qur’an berwarna emas. Kiswah diganti setiap tahun pada musim haji sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah.
-
Syadzarwan: Bagian dasar Ka’bah yang sedikit menonjol di sekeliling dinding bawah Ka’bah. Bagian ini berfungsi sebagai penguat pondasi bangunan.
-
Maqam Ibrahim: Batu pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS. Di batu tersebut terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Setelah thawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan sholat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
-
Atap Ka’bah: Atap Ka’bah dibuat kokoh untuk melindungi bangunan suci tersebut. Di bagian atas Ka’bah juga terdapat tempat khusus untuk mengganti Kiswah dan membersihkan bagian dalam Ka’bah.
