Penjelasan Dokter Tifa Mengenai Isu Restorative Justice
Pihak dokter Tifa telah memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai rencana pengajuan restorative justice (RJ) ke Jokowi. Dalam konferensi pers yang diadakan di Rumah Makan Larazetta di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026), dokter Tifa menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan RJ dan bahwa isu tersebut justru digencarkan oleh kubu Jokowi.
“Isu yang terakhir itu (RJ) di-blow up berkali-kali bahwa Dokter Tifa sedang approach untuk restorative justice meninggalkan Roy Suryo. Saya klarifikasi bahwa itu tidak betul,” ujarnya.
Pengacara dokter Tifa, Abdullah Alkatiri, juga membantah adanya rencana pengajuan RJ. Bahkan, ia menuding bahwa pihak Jokowi justru terus mendorong dokter Tifa untuk mengajukan RJ. Menurut Alkatiri, ada undangan agar dokter Tifa datang ke Solo, Jawa Tengah, pada 29 Januari 2026, untuk membahas hal tersebut.
“Kami juga di-approach oleh mereka, ‘udahlah ke Solo (ke kediaman Jokowi)’. Kita itu diundang ke Solo, bukan kita yang berinisiatif untuk ke sana,” ujarnya.
Chat yang Diduga Dokter Tifa Terkait Pengajuan RJ
Beberapa waktu lalu, beredar chat yang diduga berasal dari dokter Tifa yang meminta restorative justice (RJ) ke Jokowi. Chat ini cukup menarik perhatian berbagai pihak, terutama di media sosial. Namun, chat tersebut langsung dibantah oleh Roy Suryo, yang menyebutnya sebagai penipuan.
Berdasarkan tangkapan layar dan rilis pers yang diterima Tribunnews.com pada Jumat (27/3/2026), orang yang mencatut nama Dokter Tifa dan meminta untuk difasilitasi pergi ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, untuk mengajukan restorative justice. Chat tersebut ditujukan kepada orang yang diduga adalah Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan.
“Bantu fasilitas saya berkunjung ke kediaman Pak Jokowi, Bang Andi, dalam rangka silaturahmi Idul Fitri,” demikian isi chat tersebut.
Roy Suryo menegaskan bahwa chat tersebut tidak dituliskan oleh Dokter Tifa dan dipastikan palsu. Dia menuding bahwa chat itu dilakukan oleh kelompok bernama Ternak si Mul (Termul). Termul merupakan istilah yang kerap ditujukan kepada kelompok yang diduga adalah pembela Jokowi.
Istilah tersebut pertama kali disampaikan oleh Dokter Tifa melalui cuitannya di akun X pribadi pada 18 Mei 2025 lalu. Roy Suryo juga menyebut bahwa beredarnya chat tersebut menjadi upaya adu domba.
“Ini modus yang dipakai oleh Termul dalam aksinya memecah belah rakyat Indonesia selama ini,” katanya.
Dia juga menegaskan, nomor WhatsApp tersebut bukanlah milik Dokter Tifa karena menurutnya, nomor tersebut baru saja dibeli dan diaktifkan. “Nomor WA yang digunakan adalah bukan nomor WA milik Dokter Tifa, bahkan nomor prabayar tersebut baru dibeli dan diaktifkan belum lama, di-register atas nama orang lain dan bisa dicek CDRI (Call Data Record Information)-nya tidak ada kaitan atau kontak sama sekali dengan Dokter Tifa, para PH-nya, bahkan circle (orang terdekat) yang bersangkutan sama sekali,” bebernya.
Andi Azwan Yakin Dokter Tifa Akan Ajukan RJ
Baru-baru ini, dokter Tifa dirumorkan menghilang dari media sosial usai Rismon Sianipar mengajukan restorative justice (RJ) kasus ijazah Jokowi. Menghilangnya dokter Tifa ini menjadi pertanyaan berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan.
Andi Azwan mengatakan jika Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa akan mengikuti langkah seperti Rismon. Menurut Andi, semenjak Rismon mengajukan RJ, dr Tifa justru menghilang dari media. “Tiba-tiba dia menghilang dari medsos, menghilang dari media mainstream dan saya ingat waktu di Catatan Demokrasi salah satu pembicaranya mestinya itu adalah dokter Tifa, akhirnya diganti oleh salah satu dari penasihat hukumnya yaitu Bang Petrus Selestinus,” paparnya.
Hal tersebut, kata Andi, lantas menimbulkan pertanyaan karena Rismon juga melakukan hal yang sama sebelum mengajukan RJ. “ketika Rismon mengajukan RJ itu juga melakukan hal yang sama, Rismon tidak mau tampil di televisi, tidak mau tampil di podcast dan menghilang seperti itu.”
Oleh karena itu, Andi pun berkeyakinan dr Tifa akan melakukan hal yang sama dan sekarang ini sedang berkontemplasi. Andi juga mengatakan bahwa ada yang menghubunginya untuk meminta RJ, tetapi dia tidak menyebutkan rinci siapa sosok tersebut.
“Saya masih belum yakin apakah ini merupakan permintaan atau hanya main-main saja atau menjebak saya seperti jebakan Batman,” ungkapnya.
Konsekuensi Jika Dokter Tifa Ajukan RJ
Andi mengatakan, jika dr Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka dia akan bebas dari status tersangka karena sebelumnya tidak pernah terjerat kasus hukum lain. Jika demikian, maka nasib dr Tifa akan seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Eggi dan Damai merupakan tersangka kasus ijazah klaster kedua pertama yang status tersangkanya telah dicabut setelah mereka mengajukan RJ kepada Jokowi. “Kalau dr Tifa ini dia mengajukan RJ kemudian diterima RJ-nya oleh Pak Jokowi dan juga teman-teman yang lain, maka dia akan bebas, seperti Eggi Sudjana dengan SP3 karena tidak mempunyai laporan kepolisian dari pihak-pihak yang lain, pasti dia itu berpikir keras untuk itu,” jelas Andi.
Hal ini, kata Andi, akan berbeda dengan Rismon karena Ahli Digital Forensik itu masih akan menghadapi kasus lain meskipun RJ-nya nanti disetujui Jokowi. Kasus lain yang dimaksud tersebut yakni terkait laporan ijazah S1 dan S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang dituding palsu.
“Kalau Rismon diterima RJ dan SP3, tapi dia masih menghadapi dilematis yaitu tentang kriminalnya,” ujar Andi.





