Inovasi Pembelajaran di UIN Saizu Purwokerto
Pembelajaran yang inovatif terus dilakukan oleh para dosen di lingkungan Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep pendidikan inklusi.
Salah satu contohnya adalah yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu Purwokerto, Abdal Chaqil Harimi. Dia mengajak para mahasiswa untuk mempraktikkan langsung bahasa isyarat dalam proses perkuliahan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam mata kuliah Manajemen Pendidikan Inklusi pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam sesi perkuliahan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep teoritis mengenai pendidikan inklusi, tetapi juga melakukan praktik bahasa isyarat dasar yang berkaitan dengan huruf-huruf bahasa Arab.
Tujuan Metode Pembelajaran Praktik
Abdal Chaqil Harimi menjelaskan bahwa metode pembelajaran praktik ini bertujuan agar mahasiswa mampu memahami pendidikan inklusi secara lebih komprehensif. Menurutnya, calon tenaga pendidik dan pengelola pendidikan perlu memiliki kepekaan terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, termasuk kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori pendidikan inklusi. Mereka juga perlu memiliki pengalaman praktik agar mampu menerapkan konsep tersebut ketika terjun ke dunia pendidikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, dosen mengajak seluruh mahasiswa mempelajari bahasa isyarat dasar yang digunakan untuk mengeja huruf-huruf Arab. Mahasiswa kemudian mempraktikkan secara langsung gerakan bahasa isyarat tersebut secara berkelompok.
Pengalaman Belajar yang Berbeda
Metode pembelajaran ini membuat suasana kelas lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari perkuliahan konvensional. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dosen, tetapi juga aktif terlibat dalam praktik komunikasi inklusif.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya akses pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.
Integrasi Penelitian dan Pengabdian
Kegiatan praktik bahasa isyarat tersebut juga merupakan bentuk integrasi hasil penelitian dan pengabdian dosen ke dalam proses pembelajaran di kelas. Menurut Abdal Chaqil Harimi, materi perkuliahan tidak selalu harus bersumber dari buku teks semata. Sebaliknya, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dapat dikembangkan menjadi sumber belajar yang relevan dan kontekstual.
Dengan pendekatan tersebut, perkuliahan menjadi lebih dinamis dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pendidikan di masyarakat. Pendekatan ini juga sejalan dengan komitmen Program Studi MPI FTIK UIN Saizu untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam mengelola pendidikan inklusif.
Masa Depan Lulusan yang Lebih Siap
Melalui kegiatan praktik bahasa isyarat di kelas, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi pendidikan inklusi di lapangan. Pengalaman belajar seperti ini dinilai penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan nyata yang dapat diterapkan ketika mereka menjadi tenaga pendidik maupun pengelola lembaga pendidikan di masa depan.
Dengan mengintegrasikan teori, praktik, penelitian, dan pengabdian dalam satu proses pembelajaran, perkuliahan di Program Studi MPI diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.
