LAMONGAN – Dua anak berusia 13 dan 14 tahun, yang dikenal dengan inisial MN dan R, dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Bengawan Solo. Peristiwa ini terjadi di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan pada hari Selasa (3/2).

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, mengungkapkan bahwa kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga setempat dan dilaporkan kepada pihak kepolisian pada sore hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Sekaran Iptu Ahmad Zunaidi bersama personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

“Segera setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Sekaran segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan warga untuk melakukan pencarian,” jelas Hamzaid.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban MN (13) sedang berenang bersama temannya di Sungai Bengawan Solo. Namun, dalam prosesnya, korban diduga tidak mampu berenang dan terseret arus sungai yang cukup deras.

“Salah satu anak sempat berteriak meminta tolong. Teriakan itu didengar oleh seorang penjual es yang berada di area Taman Mahoni,” jelas Hamzaid.

Mendengar teriakan tersebut, saksi bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan. Dalam kejadian ini, satu anak berinisial R (14) berhasil diselamatkan oleh warga. Sementara korban MN hingga kini masih belum ditemukan.

Hamzaid menyebutkan bahwa proses pencarian sempat dilakukan oleh petugas kepolisian bersama warga. Namun, upaya tersebut terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Pencarian dihentikan sementara akibat hujan deras disertai angin kencang yang membahayakan keselamatan tim pencari,” katanya.

Selanjutnya, Polsek Sekaran melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan pencarian lanjutan pada waktu yang lebih memungkinkan.

Hamzaid mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di sekitar sungai atau perairan yang berisiko.

“Kami mengimbau masyarakat segera melapor ke layanan darurat 110 atau kantor polisi terdekat apabila terjadi kejadian darurat agar bisa segera ditangani,” tuturnya.

Faktor-faktor yang Memicu Kecelakaan

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kecelakaan seperti ini:

  • Kurangnya pengawasan orang tua: Anak-anak sering kali bermain di dekat sungai tanpa pengawasan yang memadai.
  • Kondisi alam yang tidak stabil: Arus sungai yang deras dan medan yang tidak rata dapat berbahaya bagi siapa pun yang tidak terbiasa.
  • Tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai: Banyak anak tidak memiliki keterampilan dasar berenang, sehingga rentan terkena bahaya saat berada di air.
  • Cuaca ekstrem: Hujan deras dan angin kencang dapat mengganggu proses pencarian dan menambah risiko kecelakaan.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Untuk mencegah kejadian serupa, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat: Edukasi tentang bahaya berenang di sungai dan cara menangani situasi darurat sangat penting.
  • Menyediakan fasilitas penyelematan: Pemda dan instansi terkait dapat membangun titik pengawasan atau tempat penyelematan di sekitar area rawan.
  • Melibatkan komunitas lokal: Warga setempat dapat dijadikan sebagai agen pencegahan kecelakaan dengan pelatihan dasar pertolongan pertama.
  • Memperkuat regulasi: Pemerintah daerah dapat membuat aturan yang lebih ketat terkait penggunaan area sungai untuk kegiatan rekreasi.

Kesimpulan

Peristiwa tenggelamnya dua anak di Sungai Bengawan Solo menjadi peringatan penting bagi seluruh masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran, pengawasan, dan kolaborasi antara pihak berwajib dan warga, risiko kecelakaan di lingkungan alam dapat diminimalkan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version