Kericuhan Konser Denny Caknan, Dua Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit
Kericuhan yang terjadi sebelum konser Denny Caknan dalam acara Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Surabaya, masih menyisakan korban. Dari belasan orang yang dievakuasi ke rumah sakit, dua korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami patah tulang dan direncanakan menjalani operasi.
Insiden tersebut dipicu oleh jebolnya gerbang utama akibat desakan ribuan penonton. Kejadian ini tidak hanya menyebabkan kepanikan, tetapi juga mengakibatkan petugas yang sedang bertugas menjadi korban. Di tengah upaya pengamanan agar massa tidak memadati area konser, pagar besi pembatas roboh dan menimpa sejumlah orang sehingga mereka mengalami cedera serius.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 12 orang yang dievakuasi ke rumah sakit. Namun, dua di antaranya merupakan pasien yang berada di bawah pengaruh alkohol. “Dari 12 orang itu, dua merupakan pasien dalam pengaruh alkohol. Satu orang sempat melarikan diri, sedangkan satu lainnya setelah sadar meminta pulang sehingga kami izinkan pulang,” ujar dr Billy.
Delapan korban lainnya telah dipulangkan karena kondisinya membaik dan tidak lagi membutuhkan perawatan medis. “Untuk kondisi yang lainnya sehat semua, aman, dan sudah dipulangkan,” katanya. Saat ini hanya dua pasien yang masih menjalani perawatan, yakni seorang anggota TNI dan seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya.
“Yang anggota TNI mengalami patah tulang kaki, sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya trauma karena terjatuh dan tertindih pagar besi pembatas,” jelasnya. Menurut dr Billy, kedua korban masih menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI untuk memastikan tingkat keparahan cedera sebelum menjalani operasi.
“Keduanya direncanakan menjalani operasi. Sekarang masih tahap diagnostik menggunakan MRI. Setelah hasilnya pasti, baru dilakukan tindakan operasi,” katanya. Dinkes Surabaya juga memastikan seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung pemerintah. “Semua biaya pengobatan kami tanggung,” tegas mantan Direktur Utama RSUD dr Soewandhie Surabaya tersebut.
Kronologi Gerbang Ambrol Sebelum Konser
Kericuhan terjadi sebelum konser Denny Caknan dimulai pada Minggu malam (5/7/2026) dalam rangkaian Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo. Acara tersebut dipadati ribuan warga yang ingin menyaksikan penampilan penyanyi asal Ngawi itu. Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan gerbang penonton dibuka pukul 16.00 WIB dan pengunjung mulai memasuki lokasi melalui pintu utama dengan pemeriksaan keamanan.
Setelah acara pembuka dan penampilan musisi, kegiatan sempat dihentikan sementara untuk pelaksanaan salat Maghrib dan Isya. Namun, saat acara kembali dilanjutkan, situasi berubah. Penonton yang berada di luar area memaksa masuk hingga gerbang utama setinggi lebih dari dua meter roboh dan menimpa petugas yang berjaga.
“Pukul 19.27 WIB, penonton yang di luar memaksa masuk pintu gerbang, hingga pintu gerbang jebol dan situasi di dalam lapangan, hampir penuh,” terangnya. Massa terus berusaha menerobos meski telah dihadang pagar betis petugas keamanan. Penonton akhirnya memadati area konser sekitar pukul 19.57 WIB.
Meski sempat ricuh, situasi perlahan berhasil dikendalikan sehingga konser Denny Caknan dapat dimulai sekitar pukul 20.20 WIB dengan pengamanan ketat di pintu masuk. “Penampilan Penyanyi Denny Caknan sekira jam 20.20 WIB, dan juga dilakukan penyekatan oleh petugas keamanan di pintu masuk untuk menghalau penonton agar tidak masuk ke depan Venue SUBEC, pukul 20.55 WIB,” terangnya.
Konser Pesta Rakyat berakhir sekitar pukul 21.45 WIB dan masyarakat membubarkan diri secara bertahap meninggalkan lokasi acara.





