Musim kedua Marc Marquez bersama Ducati telah dimulai dengan dia kembali menjadi sorotan, meskipun karena alasan yang sangat berbeda dari tahun lalu.
Pada musim debutnya mengenakan seragam merah, pembalap asal Cervera ini mendominasi di setiap situasi, tetapi musim ini ia kesulitan untuk memperebutkan podium. Salah satu alasannya tidak diragukan lagi adalah kondisi fisiknya yang terhambat oleh cedera bahu yang dideritanya saat terjatuh pada MotoGP Indonesia tahun lalu. Kondisi ini mencegahnya untuk berkompetisi pada balapan terakhir musim 2025. Namun, pembalap Ducati lainnya juga tidak mencapai hasil yang baik.
Fabio Di Giannantonio saat ini adalah pembalap Ducati dengan peringkat tertinggi, di posisi keempat klasemen kejuaraan, satu peringkat di atas Marquez. Sementara itu, Francesco Bagnaia dan yang lainnya mengalami kesulitan serius untuk mendapatkan posisi di depan. Beberapa minggu lalu, mantan pembalap Ducati, Andrea Dovizioso menyatakan bahwa situasi Marquez “lebih serius daripada yang terlihat.” Menurut pria Italia itu, masalah lengan sang pembalap yang dimulai dengan cedera di Sirkuit Jerez pada 2020, kini tidak dapat disembuhkan.
Meskipun demikian, musim lalu Marquez mampu mendominasi meskipun tidak dalam kondisi 100 persen fit. Manajer umum Ducati, Luigi Dall’Igna tidak sependapat. Insinyur tersebut menanggapi pernyataan Dovizioso selama acara peringatan seratus tahun Ducati.
“Menurut saya, keduanya tampil sangat baik. Pecco tampak sangat tenang, sangat jernih dalam komentar yang dia berikan selama latihan, pengujian, dan persiapan balapan,” ucap Dall’Igna.
“Dan Marc juga tampil sama baiknya. Dia jelas mengalami cedera yang cukup signifikan, absen dalam lima balapan di akhir musim dan karena itu dia masih dalam proses rehabilitasi.”
“Tetapi jujur, saya melihat dia akan tampil baik dan saya pikir dia akan 100 persen fit di Jerez,” ujar pria Italia itu.
Setelah dominasi Ducati dalam beberapa tahun terakhir, musim ini motor yang harus dikalahkan tampaknya adalah Aprilia. Pabrikan yang berbasis di Noale ini membuat lompatan signifikan di paruh kedua musim lalu, tren yang mereka pertahankan di awal tahun ini. Kemajuan ini juga dipengaruhi oleh sistem konsesi baru MotoGP.
“Tanpa ragu, sistem konsesi dirancang tepat untuk mencoba menyeimbangkan sistem. Ini jelas merugikan Ducati yang dalam beberapa tahun terakhir telah membuat perbedaan dari sudut pandang teknis,” tutur Dall’Igna.
“Tetapi saya ulangi, ini bukan alasan, dan kami di sini untuk mencoba dan berjuang untuk kemenangan.”
“Jadi, kami harus benar-benar bekerja keras dan melakukan segala daya upaya untuk menjadikan motor kami sebagai tolok ukur sistem MotoGP lagi,” ujar Dall’Igna.
Menurut Dall’Igna tes di Jerez akan menandai titik balik. Acara di ‘Katedral Selatan’ akan sangat penting, karena akan memungkinkan tim Borgo Panigale untuk menguji beberapa ide mereka agar kembali ke level sebelumnya.
“Selama tes itu, tetapi mungkin juga selama balapan, kami akan mencoba melakukan beberapa tes untuk menemukan solusi,” kata Dall’Igna.





