Kehilangan Dua Pekerja Migran Indonesia di Tahun 2026
Pada awal tahun 2026, masyarakat Bali kembali dihiasi oleh berita duka. Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali meninggal dunia di dua negara yang berbeda. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi keluarga dan pihak terkait.
Ni Komang Dewantari, Seorang Wanita yang Berjuang untuk Keluarga
Ni Komang Dewantari (31 tahun) adalah salah satu korban yang meninggal di Turkiye. Ia bekerja sebagai terapis di Turkiye sejak lima bulan lalu. Paman mendiang, I Wayan Guntur, mengungkapkan bahwa Dewantari pergi ke Turkiye untuk memperbaiki ekonomi keluarga. “Dia orangnya baik sekali,” ujar Guntur.
Dewantari dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia rela jauh dari anak-anaknya demi bekerja. Suaminya sendiri bekerja sebagai sopir yang kerap mengangkut sayuran di Singaraja. Dewantari meninggalkan dua orang anak yang masih kecil, masing-masing sedang duduk di kelas 5 SD dan kelas 2 SD.
Jenazah Dewantari telah dibakar di Setra Tulamben pada Sabtu (10/1/2025). Pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian Dewantari. Informasi yang diterima hanya menyebutkan bahwa jenazah ditemukan di pantai pada Selasa (23/12/2025). Jenazah tiba pada Kamis (8/1/2026) dalam kondisi bekas dilakukan autopsi.
“Hasil autopsinya belum keluar lengkap, hanya dijelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Guntur.
Kadek Agus Winarta, Korban di Jepang
Di sisi lain, Kadek Agus Winarta juga meninggal dunia di Jepang. Ia ditemukan meninggal tergantung di gudang perusahaan di Prefektur Chiba, Jepang. Kepolisian Togane masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Winarta.
Winarta awalnya berangkat ke Jepang sebagai peserta program magang di sektor perikanan selama tiga tahun. Kontrak magangnya berakhir sekitar September 2025. Namun, setelah kontrak berakhir, Winarta memilih untuk langsung bekerja di Jepang pada perusahaan berbeda. Ia menandatangani kontrak kerja resmi pada Oktober 2025.
Naasnya, hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan bekerja, Winarta ditemukan meninggal dunia di gudang milik perusahaan tempatnya bekerja. Peristiwa ini diketahui pada Minggu, 21 Desember 2025 lalu.
Arimbawa, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, menjelaskan bahwa karena libur panjang akhir tahun di Jepang, proses pemulangan jenazah baru bisa dilakukan pada Jumat (9/1/2026). Proses pemulangan jenazah difasilitasi oleh KBRI Tokyo, bekerja sama dengan pihak perusahaan dan agen penyalur tenaga kerja.
Jenazah Winarta tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 17.30 Wita. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali turut mendampingi pihak keluarga yang menjemput. Setelah proses serah terima, jenazah dibawa pulang ke rumah duka. Tiba di Desa Gitgit sekitar pukul 22.00 wita.
