Bencana Angin Kencang Melanda Lima Kecamatan di Tulungagung
Pada Sabtu (3/1/2026), sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang. Peristiwa ini terjadi setelah langit yang awalnya tenang tiba-tiba gelap dan disertai sapuan angin yang sangat kencang. Bencana ini menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah warga serta fasilitas umum.
Desa Waung, yang berada di Kecamatan Boyolangu, menjadi titik terparah dari bencana ini. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, angin kencang melanda sedikitnya lima kecamatan, yaitu Boyolangu, Ngunut, Gondang, Sumbergempol, dan Rejotangan. Di antara kelima kecamatan tersebut, Desa Waung mencatat kerusakan paling parah.
Kerusakan Rumah Warga di Desa Waung
Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa tim reaksi cepat masih melakukan pendataan kerusakan. Hingga saat ini, tercatat 51 rumah di Desa Waung mengalami kerusakan ringan. Kerusakan utama yang terjadi adalah genteng yang rontok akibat tiupan angin, serta atap seng dan asbes yang lepas.
Selain di Boyolangu, kerusakan juga terjadi di beberapa desa lainnya. Di Desa Rejosari (Kecamatan Gondang), ada 8 rumah rusak. Di Desa Purworejo (Kecamatan Ngunut), terdapat 3 rumah yang rusak. Selain itu, satu rumah di Kecamatan Rejotangan, dekat area stasiun, tertimpa pohon tumbang.
Warung BUMDes Ambruk dengan Kerugian Rp 75 Juta
Dampak bencana juga dirasakan oleh Pemerintah Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Bangunan warung BUMDes yang berada di dekat jalur wisata Gunung Budheg ambruk total setelah terkena sapuan angin yang datang dari arah tenggara.
Ketua LMDH Gunung Budheg, Agus Utomo, memastikan bahwa area wisata Gunung Budheg dalam kondisi aman. “Wisata aman, tidak ada kerusakan. Namun warung BUMDes yang terbuat dari galvalum rusak parah, bangunannya seperti digulung lalu ambruk,” jelasnya.
Sekretaris Desa Tanggung, Aang Prabowo, menaksir kerugian akibat ambruknya warung tersebut mencapai Rp 75 juta. “Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, karena dana pembangunannya dulu bersumber dari Dana Desa. Kami pastikan proses pelaporannya sesuai aturan agar tidak ada masalah di kemudian hari,” kata Aang.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kerusakan materiil cukup besar, BPBD Tulungagung memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di awal tahun ini.
“Personel kami masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga membersihkan puing-puing, dan melakukan asesmen lanjutan,” pungkas Sudarmaji.
Langkah Penanganan dan Pemulihan
Tim BPBD dan pihak terkait terus bekerja sama untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana. Proses pemulihan mulai dilakukan dengan membersihkan puing-puing dan melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi. Selain itu, pihak desa juga sedang menyiapkan laporan resmi untuk pengajuan bantuan dana perbaikan.
