Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Zikir yang Disarankan
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang penuh makna dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk berkurban dan berpuasa sunnah. Selain itu, di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak zikir.
Dalam Al Quran, Surat Al Hajj ayat 28, Allah SWT berfirman:
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
Berikut ini beberapa zikir dan doa yang dapat dibaca selama bulan Dzulhijjah:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ اللَّيَالِيْ وَالدُّهُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ اْلأَيَّاِم وَالشُّهُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ الْبُحُوْرِ،
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَضْعَافِ اْلأُجُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الْقَطْرِ وَالْمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَوْرَاقِ الشَّجَرِ،
اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الشَّعْرِ وَالْوَبَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الرَّمْلِ وَالْحَجَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الزَّهْرِ وَالثَّمَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَنْفَاسِ الْبَشَرِ.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِي اللَّيْتِ إِذَا عَسْعَسَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِي الصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الرِّيَاحِ فِي الْبَرَارِيْ وَالصُّخُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ،
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ خَلْقِهِ أَجْمَعِيْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak / sepanjang malam-malam dan masa, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hari-hari dan bulan-bulan, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak di lautan”
“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak pelipat gandaan pahala-pahala, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak rintik-rintik hujan, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak dedaunan di pohon-pohon, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak rambut dan bulu,”
“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak pasir dan batu, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak bunga dan buah, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hembusan nafas manusia”
“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi,”
“Tiada Tuhan selain Allah Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan, Tiada Tuhan selain Allah lebih baik dari segala yang mereka kumpulkan (dari harta benda), Tiada Tuhan selain Allah pada malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,”
“Tiada Tuhan selain Allah pada waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak angin (yang bertiup) di gurun dan tanah berbatu, Tiada Tuhan selain Allah mulai hari ini hingga hari di mana ditiup sangkakala,”
“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak seluruh makhluk-Nya, Tiada Tuhan selain Allah mulai hari ini hingga hari pembalasan.”
Zikir dan doa di bulan Zulhijah tersebut disadur dalam kitab Kanzun Najah Was Surur dari Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds.
Peringatan Nabi tentang Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW berkata:
“Tak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Zulhijah).”
Dari riwayat ini, kita bisa memahami betapa pentingnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah untuk beribadah. Di hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.
Hari Arafah dan Keistimewaannya
Salah satu hari yang sangat istimewa dalam bulan Dzulhijjah adalah hari Arafah, yaitu hari ke sembilan. Pada hari ini, jemaah haji sedang melakukan wukuf di padang Arafah. Menurut Dr Yusuf Zainal Abidin dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Allah SWT membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul beribadah di padang Arafah, tempat di hadapan para Malaikat.
Oleh karena itu, kaum muslimin yang tidak sedang berwukuf di Arafah pun disyariatkan juga beribadah puasa dan memperbanyak zikir sebagai gantinya.
Doa yang Mustajab di Hari Arafah
Menurut hadis Muslim no 1348, doa yang paling mustajab adalah doa di hari Arafah atau hari ke sembilan Zulhijah. Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”
Dari penjelasan Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatwanya no. 70282, mustajabnya doa hari Arafah berlaku bagi umum, baik bagi yang sedang berwukuf di Arafah atau pun bagi yang tidak berwukuf.
Penutup
Demikianlah zikir dan doa yang dapat dibaca selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk hari Arafah hingga Idul Adha. Semoga dengan memperbanyak zikir dan doa, kita bisa mendapatkan keberkahan dan keutamaan yang besar dari Allah SWT.
