Malam Lailatul Qadar dalam Bulan Ramadan
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa bagi umat Islam, terutama selama bulan Ramadan. Malam ini terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyarankan kepada umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan membaca dzikir serta doa pada malam ini.
Keistimewaan dari Lailatul Qadar adalah bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan agar bisa meraih keberkahan dari malam yang penuh rahmat ini.
Doa dan Dzikir yang Dianjurkan
Beberapa doa dan dzikir yang dapat dibaca pada malam Lailatul Qadar antara lain:
-
Doa:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” -
Dzikir Pertama:
Astagfirullâhal ‘adzhîm (70×)
Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung.” -
Dzikir Kedua:
Lâ ilaha illallah, wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa hayyun dâʻimun lâ yamûtu biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syaiʻin qadir (33×)
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang hidup abadi dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebajikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” -
Dzikir Ketiga:
Subhânnallâh wa bihamdihi, subhanallâhil ‘adzîm, astaghfirullâh (33×)
Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah.” -
Dzikir Keempat:
Subhanallah wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (3x)
Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Selain itu, disarankan juga untuk membaca surah Al-Baqarah ayat 201 dan surah Al-Qadr (Kemuliaan) yang terdiri dari lima ayat.
Ayat-ayat Al-Qur’an Terkait Lailatul Qadar
-
Ayat 1:
Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” -
Ayat 2:
Wa maa adraaka ma lailatul qadr
Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” -
Ayat 3:
Lailatul qadri khairum min alfii shahr
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” -
Ayat 4:
Tanaz zalul malaa-ikatu war ruuhu fiiha bi izni-rab bihim min kulli amr
Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka, dari setiap urusan.” -
Ayat 5:
Salaamun hiya hattaa mat la’il fajr
Artinya: “Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
Waktu Mustajab untuk Berdoa
Ada beberapa waktu yang disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa, antara lain:
- Antara azan dan iqamat
- Menjelang waktu shalat dan sesudahnya
- Waktu sepertiga malam yang terakhir
- Sepanjang hari Jumat
- Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
- Ketika Khatam membaca Al-Qur’an
- Ketika Turun hujan
- Ketika melakukan Tawaf
- Ketika menghadapi musuh di medan perang
Dalam berdoa, sebaiknya dilakukan sebanyak tiga kali agar doa tersebut lebih diterima oleh Allah SWT.
