Ekspor Mi Instan Korea Selatan Mencapai Rekor Tertinggi

Ekspor mi instan atau ramyeon dari Korea Selatan mencapai rekor tertinggi sebesar 1,52 miliar dolar AS (Rp25,5 triliun) pada tahun 2025, menurut data yang dirilis oleh Korea Customs Service. Angka ini menandai pertumbuhan selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015. Kenaikan ekspor ini dipicu oleh permintaan kuat dari pasar utama seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, yang secara keseluruhan menyumbang lebih dari 40 persen total ekspor ramyeon Korea Selatan.

Pertumbuhan Ekspor yang Signifikan

Pada tahun 2025, nilai ekspor ramyeon Korea Selatan meningkat sebesar 21,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 1,24 miliar dolar AS (Rp20,8 triliun). Ini menjadi pertama kalinya nilai ekspor ramyeon melewati batas 1,5 miliar dolar AS (Rp25,2 triliun), dengan pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 23 persen sejak 2021.

Nilai ekspor tersebut telah meningkat dua kali lipat dari 765 juta dolar AS (Rp12,8 triliun) pada 2022 dan meningkat tujuh kali lipat dibandingkan 219 juta dolar AS (Rp3,6 triliun) pada 2015. Kenaikan pesat ini didorong oleh lonjakan permintaan global, sehingga produsen besar seperti Nongshim dan Samyang Foods memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Kontribusi China dan AS dalam Ekspor

China dan Amerika Serikat menjadi dua pasar utama ekspor ramyeon Korea Selatan pada tahun 2025, dengan kontribusi gabungan lebih dari 40 persen dari total nilai ekspor. China mencatat nilai impor sebesar 385 juta dolar AS (Rp6,4 triliun) atau 25,3 persen dari total ekspor ramyeon, naik 47,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor ke AS mencapai 255 juta dolar AS (Rp4,2 triliun) atau 16,7 persen dari total, naik 18,1 persen meski terhambat oleh tarif impor sebesar 15 persen.

Pertumbuhan permintaan di kedua negara ini didorong oleh meningkatnya popularitas budaya Korea, seperti musik K-pop dan drama. Ekspor ke AS sempat mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan 68 persen dari 2022 hingga 2024 sebelum melambat pada 2025 akibat kebijakan tarif AS.

Perluasan Pabrik untuk Memenuhi Permintaan Global

Produsen besar ramyeon Korea Selatan terus memperluas kapasitas produksinya untuk memenuhi lonjakan permintaan global. Nongshim meluncurkan produk kolaborasi dengan film Netflix “KPop Demon Hunters” di pasar AS serta membangun pabrik ekspor baru di Busan yang dijadwalkan beroperasi pada 2026. Sementara itu, Samyang Foods telah menyelesaikan pembangunan pabrik keduanya di Miryang pada 2025 dan tengah membangun pabrik pertama di Tiongkok guna memperkuat posisinya di pasar Asia.

“Penjualan ramyeon di luar negeri kemungkinan jauh melampaui angka ekspor resmi, karena produsen utama seperti Nongshim dan Samyang telah mengoperasikan pabrik di AS dan Tiongkok,” ujar seorang pejabat industri.

Tren ekspansi global ini memperkuat posisi ramyeon sebagai salah satu produk makanan ekspor unggulan Korea Selatan. Dengan peningkatan permintaan yang terus-menerus, industri mi instan Korea Selatan terus membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan pasar global.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version