Kehilangan yang Mendalam
Enzy Storia mengaku sangat kehilangan sahabatnya, Vidi Aldiano, yang meninggal setelah berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun. Sehari sebelum kepergiannya, Enzy masih bertemu dan bercanda dengan Vidi meski kondisinya menurun dan hanya bisa merespon lewat gerakan tangan. Ia merasa lega karena sahabatnya kini sudah tidak sakit dan bahagia, serta terinspirasi dari ketenangan Vidi hingga akhir hayatnya.
Vidi Aldiano dikenal sebagai penyanyi pop yang memiliki karakter vokal yang khas. Selama enam tahun terakhir, ia berjuang melawan kanker ginjal yang diidapnya. Ia sempat memutuskan hiatus dari dunia hiburan untuk fokus menjalani pengobatan. Dalam salah satu unggahannya saat pamit untuk berobat, suami Sheila Dara itu menuliskan pesan menyentuh. “Terima kasih Kanker, karena kamu, aku belajar banyak selama 6 tahun terakhir. Arti kesabaran, arti berserah, arti ikhlas,” tulis Vidi saat itu.
Meski berjuang melawan penyakitnya, Vidi sempat menepis kabar yang menyebut kondisinya memburuk dan menggunakan wig saat tampil di sebuah acara. Ia bahkan sempat bercanda dan meminta sang istri menjambak rambutnya sebagai bukti bahwa rambutnya masih asli.
Perjalanan Hidup yang Penuh Perjuangan
Perjuangan Vidi Aldiano berakhir pada Sabtu (7/3/2026) setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar duka tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan musisi dan komposer Andi Rianto di akun media sosial X miliknya. Dalam unggahan singkat, ia menyampaikan pesan perpisahan untuk sahabat sekaligus rekan seprofesinya itu. “Selamat jalan Vidi Aldiano,” tulis Andi Rianto.
Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada sejumlah awak media. Dalam keterangan yang beredar, Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.33 WIB dalam kondisi didampingi oleh keluarga besar. “Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16.33. Selamat jalan menuju cahaya Ilahi, Nak,” demikian bunyi pesan dari keluarga.
Kepergian Vidi Aldiano menutup perjalanan panjangnya melawan kanker ginjal yang pertama kali didiagnosis pada Desember 2019. Saat itu, penyanyi yang dikenal melalui sejumlah lagu populer tersebut segera menjalani operasi pengangkatan tumor di Singapura. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker yang diidapnya termasuk agresif sehingga membutuhkan perawatan intensif dan pemantauan berkala.
Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan, Vidi sempat dinyatakan membaik pada 2020. Namun harapan tersebut kembali diuji ketika dalam pemeriksaan rutin pada 2021 ditemukan bahwa sel kanker muncul kembali di tubuhnya. Perjuangan melawan penyakit tersebut terus dijalani oleh suami dari aktris Sheila Dara Aisha itu.
Kepergian yang Diiringi Doa dan Harapan
Pada 2023, Vidi secara terbuka mengungkapkan bahwa kanker yang dideritanya telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa bagian tubuh lain. Dalam sebuah unggahan yang menyentuh di media sosial, ia mengaku belajar menerima kondisi kesehatannya dan tetap bersyukur atas perjalanan hidup yang dijalaninya. “Mungkin banyak yang belum tahu bahwa tahun lalu, titipan Tuhan berupa kanker ini sudah menyebar ke beberapa titik, sehingga mengharuskan gue punya appointment spa day tiap tiga minggu. Seiring waktu berjalan, I learn to make peace with my condition and be grateful for whatever God has given me throughout these years,” tulisnya kala itu.
Meski harus menjalani berbagai terapi dan perawatan medis secara rutin, Vidi tetap berusaha mempertahankan aktivitasnya di dunia musik dan hiburan. Ia beberapa kali masih tampil di berbagai acara dan tetap aktif berinteraksi dengan penggemarnya melalui media sosial. Pada Juli 2025, Vidi sempat kembali berbagi mengenai kondisi kesehatannya. Rangkaian perawatan yang dijalani membuat berat badannya turun drastis hingga sekitar 10 kilogram. Ia juga mengaku lebih mudah merasa lelah akibat pengobatan yang dijalani.
Dalam salah satu unggahan di Instagram, Vidi bahkan sempat menceritakan perubahan warna kulit yang diduga merupakan efek dari obat kemoterapi yang dikonsumsinya. “Beberapa bulan ini somehow skin tone satu badan naik banget. Curiga obat kemo baru gue ada glutathione-nya deh… Enggak mau jadi Edward Cullen help,” tulisnya dengan nada bercanda. Ungkapan tersebut memperlihatkan bagaimana Vidi berusaha tetap menjalani hidup dengan optimisme di tengah perjuangan melawan penyakit serius.
Duka yang Menyebar
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya di seluruh Indonesia. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu penyanyi pop yang konsisten melahirkan karya-karya populer dan memiliki karakter vokal yang khas. Banyak penggemar merasa terinspirasi oleh sikap terbuka dan positifnya selama menghadapi kanker.
Tangis Yura Yunita pecah saat mengingat kepergian Vidi Aldiano, yang dianggap sebagai sahabat dan keluarganya sendiri. Ia sedih tidak ada di sisi Vidi Aldiano saat pelantun ‘Status Palsu’ itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026) sore. “Kabar meninggal (Vidi) aku tau pas lagi di Madinah, he-eh. Selepas Sholat Dzuhur di Madinah terus dapet kabar sedih banget,” kata Yura Yunita ditemui usai Pemakaman Vidi Aldiano, di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026).
Yura langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia dari tanah suci, agar ia bisa melihat Vidi untuk terakhir kalinya. “Terus ya udah kita langsung pulang, terbang ke Indonesia. Alhamdulillah jadi sampai jam setengah tujuh pagi. Tadi sempet ke rumah duka, sempet ke masjid, sholatin, sholatin beb (Vidi). Alhamdulillah sempet nganterin dia sampai ke liang lahatnya. Indah sekali. Beb (Vidi) ganteng sekali,” sambungnya.
Yura pun menceritakan keinginan Vidi yang belum bisa terwujud sampai meninggal dunia, yakni berangkat ke tanah suci bersama-sama. “Terakhir… mimpi kita bareng-bareng pengen Haji bareng-bareng. Terus dua hari sebelum berpulang sempet nulis sesuatu di depan Ka’bah,” jelasnya sambil menangis. Isak tangis Yura Yunita semakin kencang saat menceritakan, jadwal pertemuan mereka yang ternyata bertepatan pada pemakaman Vidi.

Doa dan Kenangan yang Tak Terlupakan
Doa Habib Jafar di Depan Kabah menjadi salah satu momen yang tak terlupakan. Kepergian Vidi Aldiano membawa duka bagi keluarga, sahabat dan penggemarnya. Tak terkecuali Habib Husein Al Hadar atau akrab dikenal Habib Jafar. Sesaat mendengar kabar duka, Habib Jafar mengunggah kenangan baiknya bersama Vidi lewat instagram @husein_hadar pada Sabtu (8/3/2026). Salah satunya adalah percakapannya dengan Vidi lewat whatsapp.
Dalam tangkapan layar yang dibagikannya, Habib Jafar terlihat tengah berada di depan Kabah, Mekkah, Arab Saudi. Kepada Vidi, dirinya mengirimkan sebuah potret yang mengharukan. Potret itu berupa ponsel bertuliskan doa dengan latar belakang Kabah. Dalam ponsel tertulis. ‘Ya Allah, Aku titip Vidi Aldiano, Jaga dia’. Potret tersebut pun disambut dengan tangisan oleh Vidi.
“Ya Allah habibbb, Makasih bnyk bibbb…,” tulis Vidi. Habib Jafar pun membalas pesan Vidi. Dirinya meyakinkan Vidi bahwa akan selalu ingat dan terus mendoakannya. “Pokoknya gue selalu ingat dan doain lo, Vid. Bareng2 kita doa hadapi semuanya ya,” ungkap Habib Jafar. “Bismillah bibb,” balas Vidi.
Melengkapi postingannya, Habib Jafar menyampaikan merujuk sabda Nabi Muhammad SAW, setiap muslim diminta untuk menyebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal. “Sabda Nabi Muhammad, ‘Sebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal…’,” tulis Habib Jafar. Merujuk hal tersebut, Habib Jafar mengaku memiliki kenangan baik dengan Vidi. Dirinya mengaku baru mengenal Vidi beberapa tahun belakangan, tetapi rasanya sudah sangat dekat.
Vidi sering kali mengundangnya untuk belajar agam hingga menggelar kajian di rumahnya. Almarhum pun sering kali bertanya soal ibadah di tengah sakitnya. “Gue punya sedikit cerita dengan Vidi. Gue baru kenal Almarhum beberapa tahun ini saja. Tapi tiba-tiba jadi seolah sangat dekat. Dan dekatnya itu karena Tuhan,” ungkap Habib Jafar. “Dia tiba-tiba ngenalin gue ke keluarganya untuk belajar bersama soal keislaman. Lalu bikin kajian di rumahnya bersama teman-temannya. Dan aktif chat gue nanya soal agama. Hingga akhir hayatnya masih sering nanya gimana cara agar dia bisa tetap maksimal ibadah di tengah sakitnya,” bebernya.
Habib Jafar mengungkapkan, Vidi mengetahui betul sakit kanker yang diderita adalah tanda rindu Allah kepadanya. Dan setiap muslim akan kembali kepada-Nya dengan ibadah. “Innalillah Vidi. Alhamdulillah sudah nggak sakit lagi,” ungkap Habib Jafar. “Kita semua cinta dia. Tapi Tuhan jauh lebih cinta. Ia dipanggil saat dosanya sudah berguguran karena sakitnya dan dirinya semakin dekat dengan-Nya dengan ibadah-ibadahnya,” ujarnya. “Sekarang pertanyaannya, ‘Bagaimana dengan kita?’,” tanya Habib Jafar.




