Ringkasan Berita
Erin, mantan istri dari Andre Taulany, kini tengah menghadapi masalah serius terkait dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART). Masalah ini berbeda dari kasus perceraian sebelumnya. Dugaan penganiayaan muncul setelah akun Threads @niadamanik7 membagikan informasi yang menyebutkan bahwa Erin diduga melakukan tindakan kasar terhadap ART-nya.
Kronologi Kejadian
Seorang ART bernama Hera melaporkan Erin atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Selasa (28/4/2026). Isu ini pertama kali muncul melalui unggahan akun Threads @niadamanik7 yang menyoroti peristiwa tersebut. Nia Damanik, agen penyalur ART yang menaungi Hera, memberikan penjelasan tentang kronologi kejadian.
Hera, yang baru bekerja selama kurang lebih satu bulan di kediaman Erin, mengaku dihubungi oleh Nia dalam kondisi ketakutan dan meminta bantuan untuk dijemput. “Kemarin itu jam 17.00 sore, saya ditelepon. Dia bilang begini, ‘Halo Kak, tolongin saya.’ Saya tanya, ‘Tolongin apa?’ Terus dia bilang, ‘Tolong jemput saya di sini.’ Saya tanya kenapa, terus dia bilang, ‘Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu’,” ujar Nia.
Disebutkan bahwa tindakan kasar tersebut diduga dipicu oleh hal sepele, yaitu korban terlambat menutup jendela. Akibatnya, Hera mengaku dipukul menggunakan sapu hingga disuruh jongkok, kemudian ditendang di bagian kepala. “Cuma gara-gara telat tutup jendela, jadi disuruh jongkok dan ditendang kepalanya,” ungkap Nia.

Peran Andre Taulany
Nia mengaku sempat menghubungi Andre Taulany untuk meminta izin sebelum mendatangi lokasi kejadian. Namun, Andre menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki hubungan dengan urusan rumah tangga di kediaman tersebut. Ia menyarankan agar pihak penyalur langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib jika memang ditemukan bukti kekerasan.
“Kata Pak Andre, ‘Saya tidak ada hubungan, Bu, untuk ke sana. Kalau terjadi (kekerasan) ada bukti, lapor saja ke polisi’,” ujar Nia menirukan ucapan Andre.
Situasi Memanas
Saat Nia bersama keluarganya tiba di depan rumah Erin, mereka justru diusir oleh petugas keamanan atas perintah pemilik rumah. “Kita diusir sama security. Terus saya bilang kita baik-baik loh, enggak bikin ribut. Ini katanya ibu yang nyuruh usir. Terus katanya (Erin), ‘Kalau mau ketemu saya enggak perlulah sama polisi’. Oke lah kita turuti, kita lapor ke polsek,” kata Nia.
Di depan pagar, Nia mengaku mendengar teriakan histeris ART dari dalam rumah yang meminta tolong karena diduga sedang dicekik dan dicakar saat berusaha keluar. “Enggak tahunya di dalam itu sudah ‘tolong, tolong’ sudah teriak. Ternyata katanya dicekik dan dicakar. Terus kita bingung, ada pak polisi dia bilang ‘tutup pagarnya’,” ujar Nia.
Penganiayaan Berulang
Rupanya dugaan penganiayaan tersebut bukanlah yang pertama kali dialami oleh sang ART. Selama kurang lebih satu bulan bekerja di rumah Erin, korban disebut kerap menerima perlakuan serupa. Bukan hanya tindakan kasar, korban juga mengaku harus menghadapi bentakan hingga kata-kata menyakitkan yang disebut terjadi hampir setiap hari.
Yang lebih menyayat hati, kejadian itu disebut terjadi di depan Kenzy, putra kedua Andre Taulany. Saat itu, sang anak dikabarkan hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak melihat perlakuan ibundanya.

Penjelasan Polisi
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, mengungkapkan bahwa ART mengaku mengalami kekerasan fisik. “Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan, seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik,” ujar Joko.
Laporan tersebut dibuat pada Selasa (28/4/2026). Dugaan penganiayaan terjadi di kediaman Erin pukul 15.00 WIB, di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Jakarta Selatan. Joko menyebutkan bahwa laporan masih dalam tahap awal sehingga kepolisian belum dapat menyampaikan kronologi secara rinci.
Erin Laporkan Balik Pencemaran Nama Baik
Didampingi tim kuasa hukum, Erin mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk membantah tudingan penganiayaan tersebut, sekaligus melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik. Erin menegaskan bahwa hubungan dengan para pekerja di rumahnya selama ini berjalan baik.
Ia menyatakan bahwa narasi yang viral di media sosial Threads tersebut tidak berdasar dan sangat menyudutkan posisinya. Erin menjelaskan bahwa ART yang melayangkan tuduhan tersebut merupakan pekerja baru yang masa kerjanya belum genap satu bulan.
Untuk memperkuat bantahannya, Erin mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti kuat, termasuk rekaman pengawas dari kediamannya. “Semua sudah ada bukti-buktinya. CCTV yang di rumah, saksi-saksi, ART yang ada di rumah, security terutama,” bebernya.
Selain itu, pihak Polsek setempat dan perangkat lingkungan (RW) telah melakukan pengecekan langsung ke rumah dan tidak menemukan hal mencurigakan. “Tadi ada pihak dari Polsek, juga Pak RW, mengecek kebenarannya. Kalian juga bisa lihat, tidak ada yang aneh-aneh,” katanya.





