Dua Pelatih Baru yang Mengubah Kondisi Tim dengan Kemenangan Beruntun
Di tengah kompetisi sepak bola yang terus berkembang, dua pelatih baru dari dua negara berbeda berhasil mencuri perhatian publik. Bernardo Tavares di Persebaya dan Michael Carrick di Manchester United menunjukkan keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan besar sejak awal masa kepemimpinan mereka.
Persebaya Bangkit dengan Kemenangan Beruntun
Bernardo Tavares langsung mencuri perhatian setelah membawa Persebaya meraih dua kemenangan beruntun di awal masa kepemimpinannya. Pada laga debutnya, ia mengantar Bajol Ijo menundukkan Malut United 2-1. Kepercayaan diri tim semakin tumbuh saat mereka kembali menang telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).
Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Persebaya, hasil ini menjadi simbol kebangkitan setelah melewati periode penuh ketidakpastian. Permainan terlihat lebih rapi, disiplin, dan efektif. Meski hanya mengandalkan skema serangan balik, setiap pergerakan tampak terukur dan mencerminkan sentuhan taktik sang pelatih anyar.
Tiga gol kemenangan dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-35, Bruno Paraiba menit ke-74, dan Rachmat Irianto menit ke-83. Hasil ini menghentikan tren empat laga tanpa kekalahan PSIM sekaligus memperpanjang laju positif Persebaya di putaran kedua Super League 2025/2026.
PSIM sebenarnya sempat mencoba bangkit setelah tertinggal satu gol di babak pertama. Mereka tampil lebih agresif dan berusaha menguasai permainan demi mencari gol penyama. Fahreza Sudin hampir mencetak gol pada menit ke-51, namun masih mampu diamankan Ernando Ari. Dua menit berselang, Persebaya membalas lewat Rivera, tetapi tembakannya juga belum cukup kuat.
Pada fase inilah peran Bernardo Tavares terasa sangat nyata. Dari pinggir lapangan, ia mengubah arah permainan lewat pergantian yang tepat. Masuknya Rachmat Irianto menggantikan Toni Firmansyah memberi keseimbangan baru di lini tengah. Sepuluh menit kemudian, Tavares kembali mengambil keputusan berani dengan memasukkan Pedro Matos dan Bruno Paraiba.
Dampaknya langsung terasa. Hanya tiga menit setelah masuk, Bruno Paraiba mencetak gol melalui aksi individu memukau setelah menerima umpan jauh dari Jefferson. PSIM mencoba bangkit, tetapi justru kembali kebobolan. Rachmat Irianto melakukan solo run dari tengah lapangan, melewati empat pemain lawan, lalu mengakhiri pergerakan dengan tembakan keras yang memastikan kemenangan 3-0 bagi Persebaya.
“Saya rasa tim kami di babak kedua jauh lebih baik, begitu juga para pemain yang masuk ke dalam permainan,” ucap Tavares usai pertandingan. “Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tambah pelatih berusia 45 tahun itu.
Kebangkitan Manchester United di Tangan Michael Carrick
Di belahan dunia lain, kisah serupa terjadi bersama Michael Carrick. Sebagai pelatih interim Manchester United, ia juga mengawali masa tugasnya dengan dua kemenangan beruntun yang penuh makna. Setelah menaklukkan Manchester City, Setan Merah kembali membuat kejutan besar dengan menang dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium.
Meski Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Lisandro Martinez, United bangkit melalui gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu. Mikel Merino sempat menyamakan kedudukan, namun Matheus Cunha muncul sebagai penentu lewat gol telat yang memastikan kemenangan tim tamu.
Carrick menyebut kemenangan tersebut lahir dari semangat kolektif dan ketenangan para pemain di bawah tekanan. Ia mengakui bahwa timnya sudah memperkirakan Arsenal akan menekan sejak awal, namun tetap percaya pada rencana permainan yang telah disiapkan. Menurut Carrick, bermain tandang di stadion besar membutuhkan disiplin dan kesabaran ekstra.
Dukungan fans United yang hadir di Emirates juga menjadi energi tambahan bagi timnya. Meski meraih dua kemenangan besar dalam waktu singkat, Carrick memilih tetap membumi dan menyebut ini sebagai titik awal dari proses panjang membangun tim.
Profil Pelatih Bernardo Tavares
Nama Lengkap: Fernando José Bernardo Tavares
Tanggal lahir / Umur: 2 Mei 1980 (45)
Tempat kelahiran: Proença-a-Nova, Portugal
Kewarganegaraan: Portugal
Periode rerata sebagai pelatih: 0,78 Tahun
Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro – UEFA
Formasi yang disukai: 3-5-2
Agen: APS Agency
Statistik Berdasarkan Kompetisi
Piala Presiden: 7 pertandingan, 1 menang, 3 seimbang, 3 kalah
Super League: 103 pertandingan, 45 menang, 37 seimbang, 21 kalah
Liga 1 Indonesia Champions League Playoff: 2 pertandingan, 1 seimbang, 1 kalah
AFC Cup: 20 pertandingan, 10 menang, 2 seimbang, 8 kalah
ASEAN Club Championship: 6 pertandingan, 3 menang, 1 seimbang, 2 kalah
Piala AFC: 1 pertandingan, 1 menang
Taca de Portugal: 1 pertandingan, 1 kalah
Liigacup: 4 pertandingan, 2 menang, 2 kalah
Veikkausliiga: 1 pertandingan, 1 kalah
I-League: 15 pertandingan, 6 menang, 2 seimbang, 7 kalah
Sejarah sebagai Pelatih Kepala
PSM Makassar: 10 April 2022 – 1 Oktober 2022
Helsinki IFK: 1 Januari 2022 – 5 April 2022
Ch. Brothers: 28 November 2019 – 10 Maret 2020
Benfica Macau: 18 Januari 2018 – 31 Agustus 2018
News Radiant: 16 Januari 2017 – 24 Juni 2017
African Lyon: 1 Agustus 2016 – 31 Desember 2016
GC Tourizense: 12 Januari 2016 – 30 Juni 2016
Al-Nahda: 1 Desember 2014 – 31 Juli 2015
* Tirsense: 1 Juli 2014 – 10 November 2014





