Melintasi Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap seolah melihat perkembangan yang memperlihatkan keberhasilannya merawat nilai sejarahnya sebagai salah satu simpul terpenting lalu lintas kereta api di Pulau Jawa bagian selatan.
Sejarah dan Peran Stasiun Kroya
Stasiun Kroya merupakan salah satu stasiun kereta api paling bersejarah dan strategis di Pulau Jawa. Letaknya di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Posisinya bertindak sebagai simpul atau titik temu yang menghubungkan jalur kereta api lintas tengah dan lintas selatan Jawa.
Stasiun ini pertama kali beroperasi pada 20 Juli 1887, bertepatan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Cilacap–Yogyakarta. Pembangunan stasiun ini tak lepas dari gagasan pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS). Tujuan utamanya adalah untuk menyatukan jaringan transportasi kereta api di Pulau Jawa.
Pada awalnya, jalur kereta api ruas Cilacap–Kroya–Kutoarjo–Yogyakarta dibangun untuk mengangkut hasil bumi dan logistik militer menuju pelabuhan alami di Cilacap. Jalur ini juga menjadi bagian akhir dari Westerlijnen (Lintas Barat) yang menghubungkan wilayah barat dengan wilayah tengah atau timur Jawa.
Peran dalam Lalu Lintas Kereta Api
Memasuki abad ke-20, peran Stasiun Kroya berubah menjadi stasiun padat volume lalu lintas kereta api karena berfungsi sebagai stasiun persimpangan. Untuk memotong waktu tempuh perjalanan antara Batavia (Jakarta) dan Surabaya, perusahaan Hindia Belanda Staatsspoorwegen (SS) membangun jalur pintas dari jalur kereta utara ke jalur kereta selatan. Jalur itulah yang kemudian dikenal sebagai jalur kereta api Cirebon–Prupuk–Kroya yang dibangun pada 1912 hingga 1917.
Sejak jalur ini dibuka secara penuh, Stasiun Kroya resmi menjadi titik temu atau simpul utama bagi kereta dari arah Jakarta atau Cirebon (jalur tengah) dan kereta dari arah Bandung atau Cilacap (jalur selatan) menuju Yogyakarta dan Surabaya.
Dari catatan sejarah yang dirangkum, stasiun Kroya dulunya menjadi tempat ikonik karena di titik persimpangannya ada kegiatan penyambungan dan pemutusan rangkaian kereta api. Misalnya, ketika ada rangkaian kereta api yang masuk di stasiun Kroya dan memiliki tujuan dua kota sekaligus, maka rangkaian tersebut akan dipisah.
Salah satu kereta yang paling melegenda dengan prosesi sambung-putus ini adalah KA Logawa rute Purwakarta-Cilacap hingga ke Jember. Namun, demi efisiensi dan modernisasi operasi, ritual sambung putus yang menjadi ritual ikonik ini resmi berakhir sekitar tahun 2011.
Stasiun Kroya Hari Ini
Saat ini, Stasiun Kroya berstatus sebagai stasiun kereta api Kelas Besar Tipe B dan menjadi stasiun terbesar di wilayah Kabupaten Cilacap di bawah pengelolaan Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto. Lebih dari itu, stasiun ini telah berubah menjadi stasiun kelas besar yang canggih dan tertata rapi.
Pedagang asongan yang dulunya menjajakan dagangan seperti nasi pecel di area peron hingga masuk ke dalam gerbong kereta api, kini tak tampak lagi. Bahkan, pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta api dari stasiun Kroya kini sudah dwibahasa. Demikian juga dengan ruang tunggu penumpang maupun akses pintu masuk dan pintu keluar stasiun tersedia dengan baik. Penumpang kereta api pun menjadi nyaman.
Itulah yang dirasakan Intisari saat turun dari gerbong KA Progo yang kami naiki pada 21 Mei 2026 yang kebetulan berhenti di Stasiun Kroya. Stasiun Kroya rupanya masih menjadi tempat penumpang untuk meluruskan kaki dengan turun dari gerbong karena penat duduk di dalam gerbong. Meski saat ini waktunya sebentar tetapi dirasa cukup untuk meregangkan otot kaki.
Modernisasi di Stasiun Kroya
Menurut beberapa informasi yang kami rangkum, telah ada beberapa modernisasi di Stasiun Kroya. Salah satunya adanya jalur ganda (double track). Seluruh lintasan yang melewati Kroya, baik yang ke arah Cirebon maupun ke arah Kutoarjo-Yogyakarta, kini sudah berupa jalur ganda. Dan ini membuat perjalanan kereta jauh lebih cepat dan bebas antrean silang.
Selain itu, di Stasiun Kroya juga terdapat Depo Lokomotif yang berfungsi untuk pemeliharaan dan tempat penyimpanan rangkaian kereta. Dahulu rangkaian kereta yang terparkir adalah kereta api Serayu.
