Kafir: Gerbang Sukma, Film Horor yang Penuh Dengan Teror dan Pesan Mendalam



Film Kafir: Gerbang Sukma karya sutradara Azhar Kinoi Lubis menawarkan pengalaman horor yang intens dan penuh makna. Film ini menghadirkan kisah tentang Sri (Putri Ayudya), yang mencoba membangun kembali hidupnya setelah delapan tahun lamanya menghadapi kehilangan tragis akibat santet terhadap Herman (Teddy Syach). Kini, Sri tinggal bersama anaknya, Dina (Nadya Arina), serta Andi (Rangga Azof) yang telah menikahi Rani (Asha Assuncao).

Kehadiran Indah Permatasari dalam film ini menjadi salah satu hal yang mengejutkan penonton. Setelah berakhir dengan nasib buruk di film pertamanya, Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018), ia kembali muncul dalam Kafir: Gerbang Sukma. Keberadaannya memberikan ancaman baru bagi keluarga Sri, yang semakin nyata dengan munculnya orang-orang baru di lingkungan mereka.

Upaya Menaikkan Level Horor

Di film kedua ini, Azhar Kinoi Lubis berusaha meningkatkan level horornya dengan memasukkan elemen gore yang lebih eksploratif. Selain itu, dari sisi drama, ia juga memperkuat narasi dengan pendekatan yang lebih empatik. Produser Chand Parwez Servia menyampaikan harapan bahwa film ini dapat memberikan tontonan yang menghibur sekaligus menyeramkan, sambil menyampaikan pesan mendalam tentang kemanusiaan. “Bagaimana hati yang kotor, dendam, dan kedengkian bisa menghancurkan sebuah keluarga bahkan secara turun-temurun,” ujarnya.

Azhar Kinoi Lubis menjelaskan bahwa dalam Kafir: Gerbang Sukma, dirinya ingin membawa penonton masuk lebih dalam ke dunia keluarga Sri. “Di film kedua, saya mengajak penonton untuk masuk ke dalam cerita keluarga Sri, saat ada yang masih ingin membalas dendam dengan cara yang tidak biasa, membuka gerbang sukma,” tuturnya.

Penulis Skenario dan Kolaborasi Baru

Penulis skenario Upi bekerja sama dengan Dea April, seorang penulis baru di dunia perfilman. Mereka berusaha menggali karakter Sri yang dinilai “bedebah”. Semua konflik dan teror horor yang terjadi di film ini bermula dari dosa Sri di masa lalu.

Kesan Para Pemeran

Putri Ayudya berusaha menggali kembali karakter Sri yang mencoba menebus dosa masa lalunya. Ia menjelaskan bahwa karakter Sri tetap seperti dulu, tapi kini lebih bertanggung jawab atas konsekuensi yang pernah ia buat. “Sri sekarang lebih merasa ingin menjaga anak-anak dan keluarganya,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa kemampuan akting dan emosinya lebih lebar, termasuk bagaimana dia menempatkan diri dalam situasi tenang maupun panik.

Indah Permatasari mengatakan bahwa penonton akan kaget melihat kehadirannya dalam film ini. Tidak hanya menambah konflik, tetapi juga mengungkap misteri yang terjadi di keluarga Sri. “Karakter Hanum yang aku perankan ini sangat manusiawi sekali, dia dan Ibunya yang sakit hati karena keluarga Sri, ingin balas dendam,” ujarnya.

Asha Assuncao, yang memerankan Rani, mengungkapkan bahwa film ini penuh dengan kejutan yang menantang. “Rani adalah karakter yang lemah lembut dan bertolak belakang dari aku. Ini pengalaman pertamaku bermain di genre horor, ditambah karakterku ini adalah orang baru di keluarga Ibu Sri, dan tidak tahu masa lalu kelam apa yang pernah terjadi,” katanya. Ia yakin penonton akan bersimpati dengan Rani, terutama menjelang babak akhir.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version