Mentalitas yang tangguh tetap menjadi kunci bagi Barcelona meskipun menghadapi kabar buruk terkait cedera serius Frenkie de Jong. Pemain asal Belanda ini diprediksi akan absen selama beberapa bulan akibat cedera hamstring, sehingga memaksa Blaugrana tampil dalam kondisi kurang ideal di berbagai laga penting baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Pukulan telak bagi Barca
Barcelona harus menerima fakta pahit setelah tim medis mengonfirmasi bahwa De Jong akan absen cukup lama. Cedera hamstring parah yang dialaminya membuatnya tidak bisa bermain hingga April mendatang. Kehilangan pemain utama ini menjadi tantangan besar bagi pelatih Hansi Flick, mengingat De Jong merupakan salah satu penghubung utama dalam strategi permainan yang ia bangun di Catalan.
Absennya De Jong terjadi pada saat yang sangat krusial bagi Barcelona. Ia dipastikan melewatkan dua leg babak 16 besar Liga Champions melawan Newcastle United, serta laga hidup-mati di leg kedua semi-final Copa del Rey kontra Atletico Madrid. Selain itu, De Jong juga tidak akan hadir dalam pertandingan melawan Athletic Bilbao di San Mames dalam lanjutan La Liga.
Meski kehilangan pemain penting, Flick memilih untuk tetap optimis dan menjadikan situasi ini sebagai kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Pelatih asal Jerman ini percaya bahwa kedalaman skuad yang dimiliki saat ini cukup mumpuni untuk menjaga stabilitas performa tim.
Ujian kedalaman skuad
Dengan musim yang memasuki fase krusial, Flick menyadari bahwa cedera adalah risiko yang tak bisa dihindari bagi tim elite. Kehilangan kemampuan De Jong dalam mengatasi tekanan lawan serta akurasi umpan progresifnya memang akan terasa. Namun, mantan pelatih Bayern Munich ini yakin bahwa sistem permainannya lebih dari sekadar individu pemain.
Kepercayaan Flick ini didukung oleh jajaran manajemen klub, termasuk direktur olahraga Deco. Dalam komentarnya mengenai hasil undian kompetisi Eropa, Deco menekankan bahwa standar tinggi tetap menjadi prioritas bagi Barcelona, siapa pun yang bermain. Ia percaya bahwa jika tim mampu mempertahankan level permainan terbaiknya, mereka tetap memiliki peluang untuk mengalahkan lawan sekelas Newcastle.
Laga melawan The Magpies diprediksi akan menjadi ujian terberat bagi lini tengah Barcelona tanpa kehadiran De Jong. Flick kini harus mencari kombinasi baru, mungkin dengan mengandalkan talenta muda seperti Marc Casado bersama Pedri dan Gavi untuk menjaga ritme permainan. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi ini berjalan mulus tanpa mengganggu momentum positif yang telah dibangun.
“Ini bukan masa mudah”
Flick mengatakan: “Kami jelas tidak menyukai situasi di mana seorang pemain tidak bisa bertanding, terutama pemain dengan kualitas seperti Frenkie. Ini bukan masa yang mudah bagi tim, tetapi di sisi lain, hal ini memberikan kesempatan emas bagi pemain lain untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka. Saya memilih untuk fokus pada hal-hal positif daripada meratapi apa yang hilang.”
“Setiap tim besar pasti menghadapi masalah cedera, dan itulah yang harus kami kelola dengan bijak. Kami memiliki banyak kualitas di dalam skuad ini dan berbagai opsi taktik untuk dimainkan. Mencapai angka 100 pertandingan bersama klub ini merupakan kehormatan besar bagi saya. Melatih Barcelona adalah impian yang menjadi nyata, dan saya menikmati setiap hari bekerja bersama para pemain di klub luar biasa ini.”
Ditanya soal masa depannya di Barca, Flick mengatakan: “Mengenai kemungkinan saya mencapai 200 pertandingan di sini, mengapa tidak? Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya sangat mencintai kota ini, tim ini, dan institusi ini. Adalah kehormatan besar bisa memimpin Barca, dan para pemain telah melakukan pekerjaan yang fantastis sejauh ini. Saya rasa semua orang, termasuk para penggemar, harus merasa bangga dengan arah yang ditempuh tim saat ini.”
“Terkait aturan kedisiplinan dan denda €40 ribu, itu sebenarnya cara saya untuk sedikit meningkatkan aspek kepelatihan saya. Sebelumnya, melihat pemain terlambat satu menit saja sudah membuat saya stres karena terus memperhatikan jam. Jadi, saya berbicara dengan para kapten dan menyerahkan keputusan denda tersebut kepada mereka. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang terlambat, jadi saya rasa kami telah mengambil keputusan yang tepat.”
Agenda padat di bulan Maret
Barca kini bersiap menghadapi jadwal yang sangat intensif tanpa kehadiran jangkar lini tengah mereka. Ujian pertama tanpa kehadiran De Jong akan segera tersaji di kancah domestik sebelum mereka terbang ke Inggris untuk melakoni partai krusial di kompetisi Eropa. Terdekat, Tim Catalan bakal menjamu Villarreal pada lanjutan La Liga, Sabtu (28/2) malam WIB, sebelum menghadapi Atletico Madrid di leg kedua semi-final Copa del Rey pertengahan pekan depan.





