Strategi Pemasaran Mandalika Melalui GT World Challenge Asia 2026
GT World Challenge Asia 2026 yang akan dihelat pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya sekadar ajang balap mobil internasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pengembangan kawasan Mandalika sebagai pusat sport tourism dan investasi berkelanjutan. Event ini dinilai mampu memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan hingga penguatan citra Indonesia di kancah internasional.
Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, balapan yang digelar pada Mei 2025 berhasil menarik sekitar 9.000 penonton langsung di sirkuit. Jumlah ini ditargetkan meningkat pada edisi 2026 seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis motorsport. Selain itu, eksposur media turut menjadi faktor pendorong popularitas ajang ini. Publikasi di berbagai platform menghasilkan nilai public relations mencapai Rp37,2 miliar, dengan pemberitaan yang menempatkan GT World Challenge Asia dan Mandalika sebagai sorotan utama.
Dari sisi digital, siaran langsung balapan mencatat lebih dari 1,2 juta penayangan dan 15,2 juta impressions di platform YouTube, serta tambahan jangkauan internasional melalui platform digital di China yang menghasilkan jutaan penonton. Secara keseluruhan, tayangan ini mencatat 4,4 juta views dan 16,5 juta impressions, menunjukkan tingginya minat global terhadap ajang tersebut.
Dampak Ekonomi yang Langsung Dirasakan Masyarakat Lokal
Dampak ekonomi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal. Sekitar 500 tenaga kerja dari NTB terlibat sebagai relawan dalam berbagai peran strategis. Selain itu, sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM mengalami peningkatan aktivitas selama event berlangsung.
Pada musim 2026, GT World Challenge Asia akan diikuti 23 mobil balap dengan 46 pembalap dari 17 negara, termasuk Jepang, Prancis, Amerika Serikat, hingga Australia. Kehadiran peserta internasional ini dinilai mampu memperkuat branding Indonesia sebagai tuan rumah ajang motorsport dunia.
General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici, menyebut Mandalika memberikan kesan kuat sejak penyelenggaraan sebelumnya. Ia juga menyoroti keunggulan ajang ini yang menghadirkan berbagai pabrikan ternama seperti Ferrari, Lamborghini, Audi, Mercedes-Benz, dan Porsche, yang semakin meningkatkan daya tarik kompetisi.
“Antusiasme ini tidak lepas dari kualitas lintasan Pertamina Mandalika International Circuit yang unik yakni menggabungkan karakter sirkuit balap dengan panorama alam khas pesisir pantai tropis,” ungkapnya Senin (6/3/2026).
Peluang Investasi dan Bisnis yang Menguntungkan
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa GT World Challenge Asia memiliki nilai strategis karena melibatkan banyak “gentleman driver” atau pembalap non-profesional yang juga merupakan pelaku bisnis.
“Para gentleman driver ini berasal dari latar belakang bisnis yang beragam, mulai dari perdagangan, jasa, industri perhotelan, hingga hiburan. Kehadiran mereka di Mandalika membuka peluang besar yang melampaui dunia balap,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para pembalap yang juga investor potensial ini membuka peluang investasi langsung di kawasan Mandalika. “Dampak positifnya, dengan mengikuti balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, para pembalap sekaligus pengusaha ini tidak hanya merasakan sensasi lintasan, tetapi juga menikmati keindahan alam Lombok serta peluang ekonomi yang ada,” ujarnya.
Bahkan, dari penyelenggaraan sebelumnya, sudah terdapat tim balap yang merealisasikan investasi di Mandalika, menandakan ajang ini mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
