Kunjungan Gubernur Jawa Timur ke Lokasi Banjir Desa Laladan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan langsung ke lokasi banjir di Desa Laladan, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (10/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda permukiman warga.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh jajaran Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan. Ia menyusuri kawasan yang terdampak banjir, berdialog dengan warga, serta memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Selain itu, bantuan logistik berupa paket sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan pokok lainnya diserahkan kepada warga korban banjir.
Pengobatan Gratis dan Pasar Murah
Selama kunjungan, juga digelar pengobatan gratis yang dipusatkan di Balai Desa Laladan. Di samping itu, Pasar Murah diadakan di pelataran Kantor Kecamatan Deket. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga yang terdampak banjir dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, curah hujan pada Januari menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan lainnya. Menurutnya, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sedangkan pada Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari, diprediksi intensitas hujan akan turun kembali menjadi 22 persen.
Normalisasi Kanal Sungai Hingga Menuju Laut
Tingginya intensitas hujan tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya daerah aliran sungai Bengawan Jero yang bermuara hingga wilayah Kabupaten Gresik. Untuk mengurangi risiko tersebut, selain melakukan modifikasi cuaca yang saat ini telah berjalan, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai hingga ke laut.
Normalisasi kanal tersebut direncanakan sepanjang kurang lebih sembilan kilometer dan akan melibatkan kerja sama lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pasalnya, jalur kanal akan melintasi kawasan pinggiran Jipeng yang menjadi perhatian masyarakat setempat terkait potensi luapan air.
“Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” kata Gubernur Khofifah.
Upaya Mitigasi Bencana Pemprov Jatim
Sebagai langkah darurat, Gubernur juga menyebutkan penutupan pintu air Kuro yang dilakukan oleh Bupati setempat. Di lokasi tersebut terdapat enam pintu air dengan kapasitas total mencapai 840 liter per detik. Namun, tidak seluruh pintu dapat dioperasikan secara bersamaan mengingat banyaknya anak sungai yang bermuara ke jalur tersebut.
“Kalau semua dibuka, air dari anak-anak sungai akan mengalir ke satu titik. Jadi pengoperasiannya harus bertahap, menyesuaikan dengan kondisi hujan. Jika intensitas hujan mulai mereda, suplai air ke sungai berkurang dan genangan bisa berangsur surut,” jelasnya.
Ditambahkan, upaya mitigasi bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media massa. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun kewaspadaan publik menghadapi puncak musim hujan.
“Kita harus siap secara antisipatif. Prediksi alam ini tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi dengan kerja bersama dan kesiapsiagaan,” pungkasnya.
