Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dalam Membangun SDM yang Unggul
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Penegasan ini disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Maluku Utara dan Universitas Gadjah Mada (UGM). MoU tersebut ditandatangani oleh Gubernur Sherly Laos bersama Rektor UGM, Ova Emilia, sebagai langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan SDM, riset terapan, serta pengembangan sektor-sektor strategis di Maluku Utara. Menurut Sherly Laos, UGM menjadi mitra strategis dalam akselerasi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu berperan lebih besar di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini mencapai sekitar 39 persen, yang merupakan yang tertinggi secara nasional. Namun, dampak pertumbuhan ini belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah keterlibatan tenaga kerja lokal dalam sektor industri. Kawasan industri di Halmahera Tengah menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, tetapi hanya sekitar 30 ribu orang yang berasal dari lokal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab bersama.
Kolaborasi dengan UGM menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, khususnya untuk mendukung agenda hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Maluku Utara menyumbang sekitar 50 persen produksi nikel nasional, sementara Indonesia memasok sekitar 40 persen kebutuhan nikel dunia. Gubernur Sherly berharap dapat membangun ekosistem pendidikan dan riset bersama UGM agar potensi besar ini dikelola secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah nyata bagi daerah.
Selain sektor industri, Gubernur Sherly juga menyoroti tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah, yang masih mencapai sekitar 80 persen. Hal ini terutama untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri. Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama kebutuhan pangan.
“Kami ingin petani dan nelayan lokal ikut terlibat, sehingga perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menyampaikan bahwa UGM terus mengikuti perkembangan Maluku Utara dan telah lama terlibat melalui berbagai program pengabdian masyarakat, khususnya Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saat ini, sebanyak 18 kelompok mahasiswa UGM menjalankan KKN di sejumlah wilayah Maluku Utara, seperti Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau.
Menurut Ova, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran untuk membangun kepekaan sosial, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai insan terdidik. UGM berkomitmen menjalankan kolaborasi yang merakyat, mandiri, dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan daerah.
