JAKARTA, Infomalangraya.net
– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol ini merupakan ruas lanjutan dari Jalan Tol Kertosono-Kediri. Tol Kediri-Tulungagung menjadi penghubung dari dan ke Bandara Dhoho Kediri yang juga akan mempermudah akses masyarakat ke kawasan Jawa Timur bagian selatan.
Selain itu, Tol Kediri-Tulungagung juga diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah, hingga sektor pariwisata. Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung membuka akses dan mempercepat pembangunan di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta lingkar Wilis dan lintas selatan.
Panjang Jalan Tol Kediri-Tulungagung
Jalan tol ini membentang sepanjang 44,17 kilometer dan terbagi menjadi dua bagian, yakni Main Road Tol Kediri-Tulungagung 37,35 kilometer dan Akses Bandara Dhoho Kediri 6,82 kilometer. Rinciannya, bagian Akses Bandara Dhoho Kediri terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1: Sta 3+400 – STA 6+820 sepanjang 3,42 kilometer dengan progres konstruksi 57,25 persen dan Seksi 2: Sta 0+000 – Sta 3+400 sepanjang 3,4 kilometer dengan progres konstruksi 42,62 persen.
Sementara bagian Main Road Tol Kediri-Tulungagung juga terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1: Sta 0+000 – Sta 16+500 sepanjang 16,5 kilometer dan Seksi 2: Sta 16+500 – Sta 37+350 sepanjang 20,85 kilometer. Kedua seksi tersebut saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.
Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Jawa Timur merupakan salah satu proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) prioritas pemerintah tahun 2026. Proyek ini digarap oleh emiten rokok populer tanah air, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) lewat anak usahanya, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT). SSAT merupakan anak usaha Gudang Garam yang didirikan sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung diprakarsai oleh Gudang Garam dengan nilai investasi sebesar Rp 9,92 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun. Pelaksanaan proyek jalan tol ini telah ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Regres, dan Perjanjian Penjaminan Jalan Tol Kediri-Tulungagung pada 27 Februari 2024.
Tambahan Investasi untuk Proyek Jalan Tol
Gudang Garam menyuntikkan tambahan modal kepada SSAT sebesar Rp 1,5 triliun melalui transaksi afiliasi. Peningkatan modal SSAT itu dalam rangka pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Provinsi Jawa Timur.
Direktur Gudang Garam, Istata T Siddharta menjelaskan, transaksi afiliasi itu berupa pengambilan saham-saham baru yang dikeluarkan oleh SSAT sebanyak 1.500.000 saham, dengan penyetoran tambahan modal oleh Perseroan sebesar Rp 1,5 triliun. Sehingga, modal ditempatkan dan disetor ke SSAT yang semula sebesar Rp 2 triliun kini telah bertambah menjadi sebesar Rp 3,5 triliun.
Dengan begitu, kepemilikan Gudang Garam sebanyak 3.499.999 saham atau sebesar Rp 3,49 triliun, dan kepemilikan PT Suryaduta Investama sejumlah satu saham atau sebesar Rp 1 juta. Perubahan jumlah modal ditempatkan dan disetor ke SSAT tersebut ditetapkan dalam Keputusan Pemegang Saham Di luar Rapat Umum Pemegang Saham (Keputusan Sirkuler) SSAT tertanggal 15 Mei 2025 sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham SSAT No. 03, tanggal 15 Mei 2025.
“Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SSAT tersebut, dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Jawa Timur, yang dibangun oleh Perseroan melalui SSAT,” tukas Istata dikutip dari laman Keterbukaan Informasi BEI.
