Profil Habibi, Pendakwah Muda dari Aceh yang Sukses Menjuarai AKSI 2026
Habibi, seorang pendakwah muda asal Aceh, berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 yang disiarkan oleh Indosiar. Ia menjadi perwakilan Aceh yang sukses mengukir prestasi di panggung nasional. Kemenangan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda, khususnya para santri.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier
Habibi memiliki nama lengkap Tgk. Habibi An-Nawawi. Ia lahir di Labuhan Haji pada 13 September 1999, sehingga saat ini berusia 26 tahun. Ia adalah anak dari pasangan Abon Sabirin Nawi dan Salfina Ali, Tgk., yang tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat di Mugo Rayeuk, Panton Reu, Aceh Barat.
Sebelum dikenal secara nasional, Habibi telah menempa diri dalam lingkungan pesantren (dayah) di Aceh. Pendidikannya yang kental dengan nilai-nilai agama Islam menjadikannya sosok yang tidak hanya cakap dalam berdakwah, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu yang mumpuni. Setelah menyelesaikan sekolah dasar di Aceh Barat, ia pindah dari satu dayah ke dayah lain, lalu masuk dayah di Lhokseumawe hingga Aceh Utara.
Perjalanan hidupnya terus berkembang ketika ia memutuskan untuk merantau dari Aceh menuju Pasuruan, Jawa Timur. Di sana, ia tidak hanya belajar, tetapi juga menempa mentalitas santri yang mandiri dan tangguh. Masa-masanya di Pasuruan menjadi jembatan penting, sebuah masa transisi yang mempersiapkannya sebelum akhirnya menapaki jenjang pendidikan tinggi di kawasan Timur Tengah.
Perjalanan ke Yaman
Puncak perjalanan Habibi terjadi ketika ia menginjakkan kaki di Yaman. Di negara yang dikenal sebagai pusat ilmu dan spiritualitas tersebut, ia duduk di majelis-majelis ilmu bersama para ulama besar. Dari dayah-dayah tradisional di Aceh hingga kampus-kampus di Yaman, setiap tempat memberikan “warna” tersendiri pada dakwahnya. Pengalaman ini memperkaya wawasan dan kemampuannya dalam menyampaikan pesan-pesan religius.
Keberhasilan di AKSI 2026
Kemenangan Habibi di AKSI 2026 tidak terlepas dari dukungan penuh dari keluarga, guru-guru, serta masyarakat Aceh. Kehadirannya di ajang ini membawa misi mulia dalam menyiarkan dakwah yang menyejukkan sekaligus mengharumkan nama Aceh di kancah nasional.
Selama kompetisi, Habibi konsisten menunjukkan performa terbaiknya. Ia dikenal dengan gaya penyampaian dakwah yang lugas, namun tetap sarat akan pesan moral dan dibalut dengan etika yang tinggi. Kemampuannya dalam mengolah tema-tema religius menjadi pesan yang relevan bagi generasi muda membuatnya sering kali mendapatkan nilai tinggi dari para dewan juri.
Dalam unggahan resmi Indosiar, Jumat (20/3/2026), pihak Indosiar memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Alhamdulillah, selamat kepada Ustaz Habibi dari Aceh atas kemenangannya sebagai Juara 1 di AKSI 2026! Perjuangan, ketekunan, dan keikhlasan akhirnya berbuah manis.”
Hasil akhir menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Perolehan nilai para finalis adalah:
- Juara 1: Habibi (Aceh) – 790 poin
- Juara 2: Kamal (Yogyakarta) – 785 poin
- Juara 3: Isninda (Boyolali) – 785 poin
Sebagai juara pertama, Habibi berhak membawa pulang sejumlah hadiah, di antaranya paket umrah gratis, satu unit motor, piala, serta hadiah uang tunai sebesar Rp150 juta.
Harapan dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan Habibi diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya, terutama para santri. Ia membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, seorang santri dari daerah mampu bersaing dan bersinar di tingkat nasional.
Kini, setelah kompetisi berakhir, tugas baru menanti Habibi. Sebagai juara, ia memikul tanggung jawab untuk terus menebar keberkahan dan menjadi teladan dalam berdakwah di tengah masyarakat yang heterogen.
