UMG Gelar Konferensi Internasional Pertama untuk Memperkuat Riset Akademik Berbasis Teknologi dan Sosial
Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat rekam jejak riset di tingkat global. Pada hari Kamis (20/8/2026), UMG resmi menggelar 1st International Conference on Innovation of Science and Social Studies (ICISSS) 2026 di Aula Sang Pencerah. Acara ini menjadi ajang kolaborasi internasional yang melibatkan sebanyak 226 peserta dan 135 penyaji makalah dari 47 lembaga perguruan tinggi ternama di berbagai negara.
Konferensi ilmiah ini bertujuan untuk memperkuat jaringan riset dunia demi mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam acara yang berlangsung selama dua hari, para peserta dapat mengikuti kegiatan secara fleksibel, baik secara tatap muka maupun daring.
Rektor dan Dosen UMG Tampil Beda dengan Busana Adat Nusantara
Selain fokus pada isu teknologi dan ilmu sosial, ICISSS 2026 juga menyajikan nuansa budaya lokal yang kental. Para dosen UMG tampil anggun dan gagah dengan mengenakan berbagai pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, hadir dengan percaya diri menggunakan pakaian adat khas Makassar saat menyambut delegasi internasional. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti ini membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki kapasitas yang kuat di kancah global.
Fokus pada Sinergi Riset untuk Mewujudkan SDGs
Prof. Khoirul Anwar menegaskan bahwa konferensi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pilar pembangunan bangsa harus didukung oleh landasan keilmuan dan teori akademis yang kokoh.
“Kita buktikan bahwa perguruan tinggi dalam membangun berlandaskan keilmuan dan teori akademis yang kuat, sehingga dalam mendukung dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.
Selain itu, forum ICISSS diharapkan menjadi agenda tahunan yang akan merawat kemitraan dan pertukaran ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.
Wadah Kolaborasi Inovasi Sains dan Sosial
Ketua Pelaksana ICISSS, Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., CSRS., menjelaskan bahwa konferensi ini dirancang sebagai jembatan penghubung antara inovasi teknologi dan sains sosial. Forum ini diharapkan menjadi titik pijak yang kuat untuk memperluas jangkauan jejaring peneliti di tingkat internasional.
Melalui ICISSS 2026, seluruh karya ilmiah yang dipresentasikan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dunia yang berkelanjutan. Peserta dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Komoro, Sudan, Yaman, Uzbekistan, hingga Finlandia, turut serta dalam acara ini.
Keberagaman Peserta dan Partisipasi Lintas Negara
Konferensi ini diikuti oleh 226 peserta dan 135 penyaji makalah yang berasal dari 47 lembaga perguruan tinggi bereputasi. Peserta tersebut datang dari berbagai negara, menunjukkan betapa luasnya cakupan partisipasi dalam acara ini.
Dengan sistem kombinasi tatap muka dan daring, ICISSS 2026 berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan aksesibel bagi semua peserta. Hal ini menunjukkan komitmen UMG dalam memfasilitasi partisipasi internasional yang efektif dan efisien.
Penutup
Dengan menggabungkan isu teknologi dan ilmu sosial, ICISSS 2026 menjadi wadah penting dalam memperkuat kolaborasi antar negara. Melalui konferensi ini, UMG tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap riset akademik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada dunia internasional.
