Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati
Harga dua komoditas pangan utama, yaitu cabai merah besar dan bawang merah, mengalami kenaikan signifikan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir, sehingga memengaruhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Harga Cabai Merah Besar Meningkat
Seorang pedagang cabai, Andi (35), mengungkapkan bahwa harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp40.000 per kilogram (kg). Ia menyebutkan bahwa kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.
“Awalnya sempat Rp25-30 ribu per kilogram, semakin naik, naik. Kalau naik itu berarti stoknya menipis. Kalau lagi mahal biasanya karena barangnya sedikit,” ujarnya.
Andi menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai sangat bergantung pada ketersediaan stok di sentra distribusi. Jika pasokan kembali melimpah, harga berpotensi turun. Namun, jika stok terbatas, harga bisa kembali mengalami kenaikan selama Ramadhan.
“Perkiraan naik atau tidaknya selama Ramadhan tergantung stok di lokasi pusat. Kalau banyak stoknya ya turun lagi harganya. Kalau stok sedikit bisa naik lagi,” katanya.
Harga Bawang Merah Juga Melonjak
Tidak hanya cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pedagang bawang merah, Aril (44), menyebutkan bahwa harga bawang merah kupas saat ini dijual Rp42.000 per kg, sementara bawang merah dengan kulit, khususnya ukuran besar, mencapai Rp50.000 per kg.
“Harga bawang merah yang kupas Rp42 ribu per kilogram. Kalau yang kulit, yang besar-besar, sekitar Rp50 ribuan,” ujarnya.
Menurut Aril, kenaikan harga mulai terjadi sejak 15–16 Februari 2026. Sebelumnya, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Namun dalam tiga hari terakhir, harga melonjak menjadi Rp40.000 hingga Rp50.000 per kg.
“Kenaikan ini karena dari Brebes stoknya mulai jarang, agak susah,” katanya.
Aril memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi naik selama Ramadhan, bahkan bisa menembus Rp60.000 per kg jika pasokan tidak kembali normal. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah inspeksi dilakukan guna memastikan tidak terjadi penimbunan.
Perhatian Pengelola Pasar
Kenaikan harga cabai dan bawang merah ini menjadi perhatian para pedagang maupun pembeli, mengingat kedua komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang banyak dibutuhkan masyarakat, terutama saat Ramadhan.
Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun menyatakan bahwa pengelola pasar bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. Ia menyebutkan bahwa sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan juga dari Bareskrim Polri.
“Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan,” katanya.
Agus menekankan pentingnya pengawasan ini untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi. Dengan mulai membaiknya pasokan, pengeluar pasar berharap harga cabai dapat terus menurun dan stabil selama Ramadhan hingga Lebaran.
“Kami berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Kalau suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
