Perubahan Harga Pangan di Solok Selatan pada Awal Maret 2026

Pada awal bulan Maret 2026, harga pangan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami variasi yang cukup signifikan. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara sejumlah lainnya justru mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi.

Penurunan Harga Cabai dan Bawang Putih

Salah satu kabar baik bagi masyarakat adalah penurunan harga cabai merah dan cabai rawit di pasar. Harga cabai merah yang sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi Rp36.200 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit juga mengalami penurunan lebih tajam, dari Rp40.800 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini diduga terkait dengan masuknya masa panen di sentra produksi lokal maupun kelancaran pasokan dari daerah tetangga.

Selain cabai, bawang putih juga mengalami penurunan harga sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp38.300 menjadi Rp37.300. Kondisi ini menunjukkan bahwa stok bawang putih di gudang-gudang distributor masih aman untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Kenaikan Harga Daging Ayam dan Minyak Goreng Curah

Di tengah penurunan harga cabai dan bawang putih, beberapa komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Daging ayam ras, misalnya, naik dari Rp49.600 per kilogram menjadi Rp50.200. Meski kenaikan ini relatif kecil, dampaknya terasa bagi pelaku usaha kuliner yang bergantung pada bahan baku ayam.

Namun, harga ayam per ekor tetap stabil di angka Rp75.000. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian margin di tingkat pedagang eceran guna menjaga volume penjualan agar tidak merosot tajam akibat fluktuasi harga pakan ternak di tingkat hulu.

Sementara itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan harga dari Rp19.100 per liter menjadi Rp19.400. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan minyak goreng kemasan yang masih stabil di harga Rp20.000 per liter, sehingga memperkecil selisih harga antara produk curah dan kemasan.

Stabilitas Harga Beras, Gula Pasir, dan Telur Ayam

Mayoritas kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Beras, yang merupakan kebutuhan paling mendasar, tetap bertahan di harga Rp16.300 per kilogram. Konsistensi harga beras ini menjadi kunci utama dalam menjaga inflasi daerah agar tetap berada dalam batas yang terkendali.

Gula pasir juga belum menunjukkan pergerakan harga, masih kokoh di angka Rp19.000 per kilogram. Demikian pula dengan telur ayam ras dan bawang merah yang masing-masing tetap dipasarkan dengan harga Rp30.000 dan Rp33.300 per kilogram. Kestabilan harga ini memberikan kepastian bagi konsumen.

Kenaikan Harga Daging Sapi

Daging sapi tetap bertahan di harga tinggi, yaitu Rp140.000 per kilogram. Harga yang stabil namun tinggi ini mencerminkan permintaan yang konstan di pasar Solok Selatan, meskipun tidak dibarengi dengan lonjakan pasokan yang berarti di awal Maret ini.

Peran Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyatakan bahwa pemantauan harga pangan dilakukan secara lintas sektoral. Koordinasi antara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus diperkuat untuk memastikan tidak ada spekulasi harga yang berlebihan di tingkat pedagang pasar tradisional.

Data yang disajikan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengatur pola konsumsi bulanan. Selain itu, pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong (panic buying) terhadap komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga, guna menjaga keseimbangan suplai di pasar.

Langkah mitigasi melalui operasi pasar murah tetap menjadi opsi yang dipersiapkan jika tren kenaikan harga ayam dan minyak goreng terus berlanjut di pekan-pekan mendatang. Pemkab Solok Selatan berkomitmen untuk terus menjaga rantai distribusi agar ketersediaan pangan tetap terjaga demi kesejahteraan warga di Bumi Saribu Rumah Gadang.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version