Penjelasan Harga Telur di Pasar Sepinggan
Bapanas melakukan pengecekan langsung terkait kabar harga telur yang mencapai Rp85.000 per tray di Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hasilnya, informasi tersebut tidak terbukti di lapangan.
Harga rata-rata telur berada di kisaran Rp1.900–Rp2.200 per butir. Jika dikonversi ke kilogram, harga tersebut sekitar Rp47.000-an. Meskipun harga telur sedikit di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), kondisi ini masih terkendali karena pasokan cukup dan harga dianggap wajar oleh masyarakat.
Pemantauan Lapangan
Tim pemantau terdiri dari Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan Polda Kaltim, Satgas Saber Polresta Balikpapan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Dinas Pangan Kota Balikpapan. Mereka turun ke lima titik pedagang dan satu agen telur untuk mengecek harga dan ketersediaan pasokan.
Menurut Anny Mulyani, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, harga telur di tingkat pedagang saat ini berkisar antara Rp1.900 hingga Rp2.200 per butir. Ia memastikan bahwa tidak ada harga telur di atas Rp85.000 per piring.
Perbedaan HAP dan HET
Lenny, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, menjelaskan bahwa HAP bersifat sebagai acuan harga komoditas pangan. Namun, HAP belum memiliki sanksi bagi pelanggaran harga. Sanksi hanya diberlakukan pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
Meski harga telur saat ini sedikit di atas HAP, Lenny menilai bahwa selama ketersediaan telur mencukupi dan masyarakat merasa puas dengan harga yang diberikan, situasi ini masih relatif terkendali.
Sumber Pasokan Telur
Dari sisi pasokan, telur yang beredar di Balikpapan sebagian besar berasal dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa Timur. Produksi lokal juga tersedia, namun dengan harga yang relatif lebih tinggi. Ia memperkirakan bahwa komposisi pasokan telur sekitar 60 persen berasal dari luar daerah dan 40 persen dari produksi lokal.
Lonjakan Harga Telur Sebelum Ramadan
Sebelumnya, para pedagang melaporkan lonjakan harga telur secara bertahap dalam sepekan terakhir. Pantauan Infomalangraya.net di Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Senin (16/2/2026), menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per piring.
Andi, salah satu pedagang telur di Pasar Sepinggan, mengatakan bahwa kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap sekitar Rp5 ribu setiap beberapa hari. Idan, pedagang lainnya, menyampaikan bahwa kenaikan mulai terasa sejak sepekan sebelum Ramadan.
Lonjakan harga telur dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Telur menjadi salah satu komoditas favorit karena banyak digunakan untuk berbagai menu sahur, berbuka, hingga kebutuhan usaha kue rumahan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Stabilitas Harga dan Pasokan
Melalui pemantauan bersama Satgas Saber dan instansi terkait, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan telur tetap terjaga, serta tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
Selain telur, sejumlah bahan pokok lainnya juga ikut mengalami kenaikan harga. Ikan segar, bawang merah, cabai, hingga tomat terpantau naik antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram dari harga normal.
Kondisi ini membuat para pedagang berharap pasokan dari distributor tetap lancar agar lonjakan harga tidak semakin tinggi saat Ramadan resmi dimulai.





