Hari Libur Tanggal Merah dan Makna Perayaan Isra Mikraj
Pada tanggal 16 Januari, hari ini ditetapkan sebagai hari libur nasional yang dikenal dengan istilah hari libur tanggal merah. Liburan ini berlangsung selama akhir pekan, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hal ini memberikan kesempatan bagi para pekerja dan pelajar untuk menikmati liburan panjang yang cukup lama.
Bagi umat Muslim, tanggal 16 Januari memiliki makna penting karena jatuh pada perayaan Isra Mikraj. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 27 Rajab 1447 H. Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual dan agama.
Pengertian Isra dan Mikraj
Isra Mikraj terdiri dari dua kata, yaitu “Isra” dan “Mikraj”. Kata “Isra” mengacu pada perjalanan Nabi Muhammad SAW di malam hari, sedangkan “Mikraj” merujuk pada perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Dalam sejarah Islam, peristiwa Isra Mikraj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 621 M.
Perjalanan ini dimulai ketika Nabi Muhammad sedang berada di Hathim dekat Ka’bah. Malaikat Jibril datang dan membelah dadanya. Setelah itu, malaikat tersebut membersihkan dada Nabi Muhammad dengan air Zam-Zam dan memasukkan hikmah serta iman ke dalamnya.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW kemudian ditemani oleh Malaikat Jibril menggunakan Buraq, sebuah makhluk ajaib yang digunakan untuk perjalanan jauh. Selama perjalanannya, Nabi Muhammad melewati beberapa tempat seperti Madinah, Madyan, Tursina, dan Betlehem. Di setiap titik perjalanan, ia mengalami peristiwa-peristiwa penting yang penuh makna.
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melakukan salat dua rakaat. Perjalanan Mikraj dilanjutkan dari Masjidil Aqsa menuju langit-langit dunia. Di langit pertama, ia bertemu dengan Nabi Adam a.s., yang memiliki dua kelompok orang di sebelah kanan dan kiri. Orang-orang di sebelah kanan adalah anak cucu Nabi Adam yang akan masuk surga, sedangkan yang di sebelah kiri adalah mereka yang akan masuk neraka.
Di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yahya a.s. dan Nabi Isa a.s. Ia melanjutkan perjalanan ke langit ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh. Di setiap langit, ia bertemu dengan nabi-nabi lain seperti Nabi Yusuf a.s., Nabi Idris a.s., Nabi Harun a.s., Nabi Musa a.s., dan Nabi Ibrahim a.s.
Di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat ini terdapat empat sungai, dua di dalam dan dua di luar. Menurut keterangan Malaikat Jibril, dua sungai di dalam adalah sungai-sungai surga, sedangkan dua sungai di luar adalah sungai Nil dan Euphrat.
Pentingnya Perayaan Isra Mikraj
Perayaan Isra Mikraj tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam tentang perjalanan spiritual dan perintah shalat fardu yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam keyakinan dan tradisi umat Muslim.
