Peringatan Penting di Tanggal 24 Juni 2026
Tanggal 24 Juni 2026 menjadi hari yang penting bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Pada tanggal ini, beberapa peringatan penting diperingati, salah satunya adalah Hari Bidan Nasional serta International Day of Women in Diplomacy. Kedua peringatan tersebut menyoroti peran penting perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan diplomasi global.
Hari Bidan Nasional
Di Indonesia, setiap tanggal 24 Juni dirayakan sebagai Hari Bidan Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Profesi ini tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga berencana, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.
Peringatan Hari Bidan Nasional juga menjadi pengingat atas lahirnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 24 Juni 1951. IBI dibentuk melalui Konferensi Bidan Pertama yang diselenggarakan di Jakarta. Organisasi ini bertujuan untuk mempersatukan profesi bidan dari berbagai daerah di Indonesia serta meningkatkan mutu pelayanan kebidanan.
Perjalanan IBI terus berkembang. Pada tahun 1954, organisasi ini memperoleh status badan hukum dan semakin memperkuat kiprahnya dalam pembangunan kesehatan nasional. Dua tahun kemudian, IBI resmi menjadi anggota International Confederation of Midwives (ICM), yang menandai pengakuan terhadap profesi bidan Indonesia di tingkat internasional.
International Day of Women in Diplomacy
Selain Hari Bidan Nasional, tanggal 24 Juni juga diperingati secara global sebagai International Day of Women in Diplomacy atau Hari Internasional Perempuan dalam Diplomasi. Peringatan ini tergolong baru karena ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2022. Gagasan pembentukannya diprakarsai oleh Duta Besar Maladewa untuk PBB, Thilmeeza Hussain, dan memperoleh dukungan dari 191 negara anggota.
Hari Internasional Perempuan dalam Diplomasi lahir dari kesadaran bahwa keterwakilan perempuan dalam bidang diplomasi dan perdamaian masih tergolong rendah. Selama periode 1992 hingga 2019, perempuan hanya mengisi sekitar 13 persen posisi negosiator perdamaian. Jumlah perempuan yang berperan sebagai mediator maupun penandatangan perjanjian damai bahkan hanya sekitar 6 persen.
Melalui peringatan ini, PBB ingin memberikan penghormatan kepada para perempuan yang berkarya di dunia diplomasi, baik sebagai duta besar, perunding perdamaian, maupun penyusun kebijakan luar negeri. Selain itu, momentum ini juga menjadi pengingat bagi negara-negara di dunia untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan agar dapat berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan di tingkat internasional.
Setiap tahun, berbagai lembaga internasional dan organisasi terkait mengadakan seminar, diskusi publik, hingga kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam dunia diplomasi.
Kesimpulan
Kedua peringatan tersebut menjadi momen penting untuk mengapresiasi kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam pelayanan kesehatan, peran bidan sangat vital dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, dalam diplomasi, perempuan juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menciptakan perdamaian dan kerja sama antarnegara. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semakin banyak kesempatan diberikan kepada perempuan untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.
