Hari Asyura dan Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah, menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan menjalankan puasa sunnah. Tahun 2026, hari ini jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 H. Sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, Muharram memiliki makna khusus karena menjadi awal tahun baru hijriyah.
Apa Itu Hari Asyura?
Hari Asyura berasal dari kata “asyarah” dalam bahasa Arab yang berarti “sepuluh”, merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharram. Dalam sejarah, hari ini memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan dengan peristiwa besar Nabi Musa AS dan Bani Israil yang berhasil selamat dari kejaran Fir’aun. Allah SWT membuka laut Merah sehingga mereka dapat menyeberang dengan selamat. Peristiwa ini menjadi simbol kemenangan kebenaran atas kezaliman.
Rasulullah SAW mengamalkan puasa Asyura sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan Nabi Musa AS. Beliau juga menganjurkan para sahabat untuk melaksanakan puasa ini. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Asyura bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk belajar dari keteladanan para nabi.
Jadwal Puasa Muharram 2026
Dalam bulan Muharram terdapat beberapa puasa sunnah yang dianjurkan, antara lain:
- Puasa Tasu’a
- Tanggal Hijriah: 9 Muharram 1448 H
-
Tanggal Masehi: Rabu, 24 Juni 2026
-
Puasa Asyura
- Tanggal Hijriah: 10 Muharram 1448 H
- Tanggal Masehi: Kamis, 25 Juni 2026
Rasulullah SAW menganjurkan agar umat Islam tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram. Tujuannya adalah untuk membedakan tradisi ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, sebagian ulama menyebut bahwa bentuk pelaksanaan yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara berurutan.
Hukum Puasa Asyura
Puasa Asyura hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Pada masa awal Islam, sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, Puasa Asyura pernah memiliki kedudukan yang sangat penting. Namun setelah Allah SWT mewajibkan puasa Ramadan, status Puasa Asyura berubah menjadi ibadah sunnah.
Meski tidak wajib, Rasulullah SAW tetap melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat beliau. Para sahabat juga menaruh perhatian besar terhadap ibadah ini karena mengetahui besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT. Karena termasuk ibadah sunnah, seseorang tidak berdosa apabila tidak melaksanakannya.
Keutamaan Puasa Asyura
Berikut beberapa keutamaan Puasa Asyura:
-
Menghapus Dosa-Dosa Kecil Selama Setahun
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri melalui ibadah. -
Meneladani Para Nabi
Puasa Asyura tidak hanya berkaitan dengan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjuangan Nabi Musa AS. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk meneladani keteguhan para nabi dalam menghadapi cobaan, mempertahankan kebenaran, dan tetap bersandar kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. -
Bentuk Syukur kepada Allah SWT
Nabi Musa AS berpuasa sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT. Rasulullah SAW kemudian menghidupkan amalan tersebut dan mengajarkannya kepada umat Islam. Melalui puasa ini, umat Islam diajak untuk merenungkan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah, mulai dari kesehatan, keluarga, rezeki, hingga kesempatan untuk terus beribadah. -
Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan Puasa Asyura merupakan salah satu cara menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Mengikuti sunnah Nabi tidak hanya mendatangkan pahala ibadah, tetapi juga menjadi bukti kecintaan seorang Muslim kepada Rasulullah SAW. -
Momentum Memulai Tahun Hijriah dengan Amal Kebaikan
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam. Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar umat Islam memulai tahun baru Hijriah dengan berbagai amalan saleh. Puasa Asyura menjadi salah satu bentuk pembuka tahun yang baik, sekaligus sarana introspeksi diri terhadap perjalanan hidup pada tahun sebelumnya. -
Memperbanyak Amal Saleh di Bulan yang Dimuliakan
Muharram termasuk salah satu bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal kebaikan seperti: - Membaca Al-Qur’an
- Berdzikir dan beristighfar
- Memperbanyak doa
- Bersedekah
- Menjalin silaturahmi
- Membantu orang yang membutuhkan
- Menuntut ilmu agama
- Memperbanyak salat sunnah
Puasa Asyura dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan selama bulan Muharram.
