Kehidupan Dul Jaelani di Dunia Musik

Dul Jaelani, bungsu dari tiga bersaudara musisi yang terkenal di Indonesia, memiliki pengalaman unik dalam menjalani kehidupan di dunia musik. Sejak kecil, ia dan dua kakaknya, Al Ghazali serta El Rumi, sudah akrab dengan alat-alat musik. Ketiganya bahkan tergabung dalam band keluarga bernama The Lucky Laki sejak masih muda.

Namun, berbeda dengan dua kakaknya yang menempuh pendidikan formal, Dul Jaelani memilih jalur homeschooling. Hal ini memberinya waktu lebih banyak untuk fokus pada musik. Ia mengaku bahwa lingkungan musik di rumah sangat mendukung perkembangannya. “Gue di rumah terus, main musik terus,” ujarnya.

Band The Lucky Laki dan Perjalanan Mereka

The Lucky Laki, yang dibentuk oleh ayah Dul, Ahmad Dhani, pada tahun 2009, menjadi awal kariernya sebagai musisi. Meski sempat vakum, band ini kembali aktif setelah merilis single baru pada tahun 2023. Salah satu lagu yang dirilis adalah “Pantaskah”, ciptaan Dul bersama almarhum Om Ting dan Mas Heru. Lagu ini diproduksi oleh ayahnya sendiri.

Namun, saat ini The Lucky Laki kurang aktif karena Al Ghazali dan El Rumi telah menikah. Dul mengatakan bahwa hal ini membuat mereka sibuk dan tidak memiliki waktu untuk berkumpul dalam band.

Titik Jenuh dalam Kariernya

Meskipun sukses, Dul Jaelani pernah mengalami titik jenuh dalam kariernya. Selama lima tahun, ia goyah antara tetap menjadi seniman atau mencoba pekerjaan lain yang lebih stabil secara finansial. “Ada tawaran manggung dengan nominal Rp20 ribu dan juga tawaran KOL dengan angka Rp50 ribu di jam yang sama,” katanya.

Ia mengakui bahwa godaan tersebut membuatnya ragu. Namun, setelah usia 25 tahun, ia sadar bahwa ia harus memperjuangkan impian dan kariernya sendiri. “Gua lima tahun goyah jujur. Tapi pada akhirnya umur 25 nih nggak gua harus berjuang untuk apa yang gua impikan,” pungkasnya.

Inspirasi Bermusik

Dul Jaelani pertama kali memulai kariernya sebagai musisi pada tahun 2009. Dari pengalaman itu, ia berkembang menjadi penyanyi, penulis lagu, dan gitaris. Kini, ia aktif dalam berbagai proyek musik seperti Backdoor, Qodir, dan The Krankers.

Peran kedua orang tuanya, Maia Estianty dan Ahmad Dhani, sangat besar dalam perjalanan kariernya. “Dari Bokap (Dhani) Bokap referensinya gede banget, nyokap (Maia) juga,” ujarnya.

Awalnya, Dul hanya bermain gitar sebagai hobi tanpa memikirkan pandangan orang lain. “Gua main gitar di pensi-pensi, nggak dibayar. Nggak ada juga gua mikirin (dilihat sebagai anaknya Ahmad Dhani) gue pengin seneng-seneng doang,” tambahnya.

Kini dan Masa Depan

Kini, setelah 17 tahun berkecimpung di industri musik, Dul Jaelani mulai bertanggung jawab atas diri sendiri. Ia mengakui bahwa ia harus mencari referensi dan disiplin sendiri. “Harus cari referensi sendiri gitu, disiplin nggak lu,” ujarnya.

Dul Jaelani terus berjuang untuk menghadapi tantangan dan membangkitkan semangatnya melalui momen pertama kali ia menggenggam gitar. “Akhirnya dari situ ya itu akhirnya setiap gua mau setiap kali gua menyerah gua selalu ingat momen gua megang gitar pertama kali,” tambahnya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version