Ringkasan Berita
AC Milan berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0 dalam pertandingan Derby della Madonnina pada pekan ke-28 Liga Italia 2025–2026 di Stadion San Siro, Milan, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Pervis Estupinan pada menit ke-35 menjadi penentu kemenangan Rossoneri setelah memanfaatkan umpan Youssouf Fofana.
Hasil ini membuat persaingan scudetto kembali memanas karena selisih poin AC Milan dengan Inter Milan di klasemen Serie A kini menyusut menjadi tujuh poin dengan 10 pertandingan tersisa.
Pertandingan Sengit Tersaji dalam Lanjutan Liga Italia
Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan Liga Italia musim 2025–2026 ketika AC Milan menghadapi rival sekotanya, Inter Milan. Laga yang dikenal sebagai Derby della Madonnina ini berlangsung pada pekan ke-28 Serie A Italia. Pertandingan digelar di Stadion San Siro pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB.
Duel antara dua klub raksasa Kota Milan ini selalu menyita perhatian karena rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pada pertandingan kali ini, AC Milan berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 atas Inter Milan. Kemenangan tersebut membuat persaingan dalam perebutan gelar juara Liga Italia atau yang dikenal dengan istilah scudetto kembali memanas.
Istilah scudetto sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti “perisai kecil”. Dalam sepak bola Italia, istilah ini merujuk pada gelar juara kompetisi Serie A yang menjadi kasta tertinggi liga sepak bola di negara tersebut.
Derby della Madonnina yang Selalu Panas
Pertandingan antara AC Milan dan Inter Milan dikenal sebagai Derby della Madonnina. Nama ini diambil dari patung Madonna yang berada di puncak Katedral Milan, salah satu ikon kota tersebut. Derbi ini mempertemukan dua klub besar yang sama-sama bermarkas di Stadion San Siro. Meski menggunakan stadion yang sama, kedua klub memiliki sejarah dan basis penggemar yang berbeda.
Laga derbi ini selalu menghadirkan atmosfer panas, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pada pertemuan kali ini, kedua tim tampil dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan. Inter Milan datang sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Italia, sedangkan AC Milan berusaha memangkas jarak poin dari rival sekotanya tersebut.
Babak Pertama: Inter Mendominasi, Milan Efektif
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup tinggi. Inter Milan terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola pada 30 menit pertama pertandingan. Tim berjuluk La Beneamata tersebut berusaha membongkar pertahanan AC Milan dengan berbagai variasi serangan. La Beneamata merupakan julukan bagi Inter Milan yang berarti “yang tercinta”.
Meski mendominasi permainan, Inter Milan kesulitan menembus lini pertahanan AC Milan yang tampil disiplin sepanjang babak pertama. Peluang emas bagi Inter Milan datang pada menit ke-34. Henrikh Mkhitaryan berhasil menggiring bola hingga masuk ke dalam kotak penalti AC Milan. Gelandang asal Armenia tersebut kemudian melepaskan tembakan keras yang mengarah ke gawang. Namun, kiper AC Milan, Mike Maignan, menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola tersebut.
Penyelamatan itu menjadi salah satu momen penting yang menjaga gawang AC Milan tetap aman.
Gol Pervis Estupinan Ubah Jalannya Pertandingan
Hanya berselang satu menit setelah peluang Inter Milan, AC Milan justru berhasil memecah kebuntuan. Gol tersebut tercipta melalui proses build-up yang rapi dari lini belakang. Build-up dalam sepak bola adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses membangun serangan secara bertahap dari lini pertahanan menuju lini depan.
Serangan tersebut diakhiri dengan umpan terobosan dari Youssouf Fofana kepada Pervis Estupinan yang melakukan pergerakan ke dalam kotak penalti. Dengan penyelesaian yang tenang, Estupinan melepaskan sepakan keras yang mengarah ke sudut kanan atas gawang. Bola tidak mampu dijangkau oleh kiper Inter Milan dan akhirnya bersarang di dalam gawang. Gol tersebut membuat AC Milan unggul 1-0 atas Inter Milan. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak Kedua: Derby Semakin Panas
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Atmosfer panas derby mulai terasa dengan permainan yang lebih keras dari kedua tim. Baik AC Milan maupun Inter Milan sama-sama tampil agresif dalam duel-duel perebutan bola. Inter Milan yang tertinggal satu gol berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang berhasil diciptakan oleh tim asuhan Cristian Chivu tersebut. Namun, solidnya lini pertahanan AC Milan membuat berbagai serangan Inter Milan gagal berbuah gol.
AC Milan yang dilatih oleh Massimiliano Allegri juga tetap berusaha mempertahankan ritme permainan. Meski lebih banyak bertahan, mereka sesekali melancarkan serangan balik yang cukup berbahaya. Serangan balik merupakan strategi menyerang dengan cepat setelah berhasil merebut bola dari lawan.
Milan Pertahankan Keunggulan Hingga Akhir
Seiring berjalannya waktu, Inter Milan semakin gencar melancarkan serangan. Namun, disiplin pertahanan AC Milan membuat upaya Inter Milan selalu berhasil dipatahkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan AC Milan. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi tim berjuluk I Rossoneri tersebut. Julukan I Rossoneri berarti “merah-hitam”, merujuk pada warna khas jersey AC Milan.
Dampak pada Perebutan Scudetto
Hasil pertandingan ini memberikan dampak signifikan terhadap persaingan gelar juara Liga Italia musim 2025–2026. Sebelum pertandingan, Inter Milan berada di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin atas AC Milan yang menempati posisi kedua. Namun kekalahan dalam derby ini membuat jarak poin kedua tim kini menyusut menjadi tujuh poin. Dengan kompetisi masih menyisakan 10 pertandingan, peluang AC Milan untuk mengejar Inter Milan masih terbuka.
Situasi ini membuat persaingan dalam perebutan scudetto semakin menarik untuk disaksikan hingga akhir musim.
Susunan Pemain Kedua Tim
Dalam pertandingan ini, kedua tim menurunkan susunan pemain terbaik mereka. AC Milan bermain dengan formasi 3-5-2 di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri. Formasi 3-5-2 merupakan sistem permainan dengan tiga bek tengah, lima pemain di lini tengah, serta dua penyerang. Susunan pemain AC Milan adalah sebagai berikut:
Maignan; Tomori, De Winter, Pavlovic; Saelamakers, Fofana, Modric, Rabiot, Estupinan; Leao, Pulisic. Beberapa pergantian pemain juga dilakukan selama pertandingan, di antaranya Ricci menggantikan Fofana pada menit ke-74, Fuellkrug menggantikan Leao pada menit yang sama, serta Nkunku menggantikan Pulisic pada menit ke-83.
Sementara itu, Inter Milan juga menggunakan formasi 3-5-2 di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu. Susunan pemain Inter Milan adalah: Sommer; Bastoni, Akanji, Bisseck; Dimarco, Mkhitaryan, Zielinski, Barella, Henrique; Bonny, Esposito. Beberapa pemain pengganti yang masuk di antaranya Augusto, Dumfries, Sucic, Frattesi, dan Diouf.
Derby yang Menentukan Musim
Kemenangan dalam Derby della Madonnina sering kali memiliki dampak besar terhadap perjalanan musim kedua tim. Selain memberikan tiga poin penting, kemenangan juga memberikan dorongan mental bagi para pemain. Bagi AC Milan, hasil ini menjadi momentum penting untuk terus menekan Inter Milan dalam perburuan gelar juara. Sementara bagi Inter Milan, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa persaingan menuju scudetto masih jauh dari kata selesai.
Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, peluang perubahan klasemen masih terbuka. Persaingan antara dua raksasa Milan ini dipastikan akan terus menjadi sorotan hingga akhir musim Serie A.
Hasil Akhir
FT: AC Milan 1-0 Inter Milan (Estupinan 35′)





