Pada penyelenggaraan Indonesia Masters 2026, Malaysia berhasil mencatatkan sejarah baru dalam sejarah turnamen ini. Pertama kalinya sejak pertama kali dihelat pada tahun 2010, Malaysia menjadi juara umum dengan meraih gelar terbanyak. Hal ini menandai perubahan signifikan dari sebelumnya, di mana hanya dua wakil Malaysia yang berhasil menjadi juara sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Sebelum edisi 2026, Malaysia hanya memiliki dua gelar juara. Mereka adalah pasangan ganda putri Vivian Hoo/Woon Khe Wei yang memenangkan gelar pada 2011 dan ganda putra Man Wei Chong/Kai Wun Tee yang menjadi kampiun pada tahun lalu. Namun, situasi ini berubah total pada Indonesia Masters 2026, di mana Malaysia mampu membawa tiga gelar sekaligus.
Selain itu, situasi serupa juga terjadi pada turnamen Indonesia Open, yang merupakan ajang yang lebih bergengsi. Sejak terakhir kali Lee Chong Wei memenangkan gelar tunggal putra pada Indonesia Open 2016, belum ada lagi pebulu tangkis Malaysia yang mampu meraih gelar. Turnamen bulu tangkis Indonesia selama ini dianggap sebagai momok bagi wakil Malaysia, tetapi pada edisi 2026, mereka justru mampu membuktikan diri.
Sektor Ganda Mengalami Keberhasilan Besar
Sektor ganda menjadi titik kekuatan Malaysia dalam Indonesia Masters 2026. Tiga pasangan Malaysia berhasil menyapu bersih gelar di nomor ganda. Mereka adalah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Ketiga pasangan ini sukses berdiri di podium tertinggi, gelar yang masih sulit diraih oleh pasangan Indonesia, terutama pada nomor ganda putri dan ganda campuran.
Terakhir kali pasangan ganda putri Indonesia menjadi juara Indonesia Masters adalah melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada 2020. Sementara untuk ganda campuran, gelar terakhir yang diraih oleh tuan rumah adalah oleh Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti pada 2016 saat Indonesia Masters masih berstatus Grand Prix Gold.
Kecemasan Pelatih Ganda Putra
Kemajuan Malaysia dalam Indonesia Masters 2026 mendapat perhatian serius dari pelatih ganda putra Pelatnas BAM, Herry Iman Pierngadi. Sebelum turnamen dimulai, Herry IP sempat menyatakan bahwa meraih gelar di Istora akan sangat berat bagi pasangan Malaysia. Ia mengatakan, “Kami berharap bisa meraih gelar, tapi ini akan sangat berat bagi pasangan kami.”
Namun, kekhawatiran tersebut terbukti tidak beralasan. Pasangan ganda Malaysia seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Kai Wun Tee mampu memberikan hasil yang luar biasa, bahkan membuat lawan-lawan mereka kandas sebelum akhirnya menjuarai turnamen.
Evaluasi dari PBSI
Keberhasilan Malaysia menjadi juara umum pada Indonesia Masters 2026 tentu menjadi sorotan bagi federasi bulu tangkis Indonesia (PBSI). Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyebut bahwa Indonesia menempatkan dua wakil di final dengan satu gelar juara. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa hasil tersebut belum maksimal meski banyak pemain muda yang menunjukkan perkembangan.
“Memang ini bukan hasil terbaik. Jika kita melihat kembali Indonesia Masters tahun lalu, kita juga memiliki dua finalis, tetapi dari pemain senior,” kata Eng Hian. “Tahun ini, mayoritas semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan.”
Eng Hian menegaskan bahwa target berikutnya adalah persiapan menghadapi Indonesia Open 2026. Di mana belum ada lagi wakil Indonesia yang menjadi juara sejak Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memenangkan gelar pada 2021. Hasil Indonesia Masters 2026 akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open yang memiliki level BWF Super 1000 dan persaingan yang lebih tinggi.
“Tentunya kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program supaya kapasitas kemampuan yang juga berprestasi di Indonesia Master ini bisa berprestasi lagi di Indonesia Open,” pungkas Eng Hian.





