Ningsih Tinampi: Dari Kontroversi hingga Kembali Aktif di Media Sosial
Ningsih Tinampi, seorang dukun yang dikenal dengan pengobatan alternatifnya, pernah menjadi sorotan pada tahun 2020. Pada saat itu, ia membuat heboh karena mengaku dikawal malaikat dan Nabi saat mengobati pasien. Pengakuan ini dibagikan melalui video YouTube yang diposting pada 9 Januari 2020. Dalam vlog tersebut, terlihat seorang gadis yang disebut sebagai anak indigo menangis ketika diobati oleh Ningsih Tinampi.
Usut punya usut, ternyata gadis itu merasa melihat kehadiran malaikat dan nabi di belakang Ningsih Tinampi. “Siapa yang datang? Dia adalah para malaikat. Dia pasti nangis. Yang datang adalah para malaikat,” ujar Ningsih Tinampi sambil diangguk oleh sang pasien. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak bohong dan tidak mengada-ada. “Saya tidak punya namanya khodam! Saya tidak punya namanya jin!” serunya kemudian.
Dalam video tersebut, Ningsih Tinampi membacakan Surat Al Fatihah yang membuat anak indigo kembali menangis. Praktisi pengobatan alternatif asal Dusun Lebaksari, Pasuruan, Jawa Timur itu bahkan bersumpah bahwa dirinya benar-benar bisa memanggil dan mengundang para nabi dan malaikat. “Ini yang datang para nabi, saya tidak bohong, demi Allah!” tegas Ningsih Tinampi.
Setelah itu, vlog Ningsih Tinampi yang mengaku dikawal malaikat dan didatangi Nabi seketika menuai pro dan kontra di kalangan netizen hingga terpaksa dihapus. Tak hanya itu, terkait pengakuan tersebut, kontroversi lainnya muncul ketika dia mengaku sudah menemukan Obat Corona. Pada Maret 2020, tempat praktik pengobatannya sempat tutup. Namun, pada 2021 lalu, Ningsih Tinampi sudah membuka praktik pengobatannya kembali.
Ningsih Tinampi Dilaporkan ke Polisi
Tahun 2022, Ningsih Tinampi muncul dengan kabar mengejutkan. Ia dilaporkan ke polisi oleh Clara Angeline. Clara melaporkan Ningsih Tinampi ke polisi untuk meminta kembali hak asuh anaknya yang ia berikan kepada Ningsih tiga tahun lalu. Namun, Clara diminta untuk membayar Rp 2,5 Miliar jika ingin mengambil anaknya kembali. Lantaran tak mampu membayar, Clara melaporkan masalah tersebut sebagai kasus pemalsuan akta anak. Laporan tersebut dibuat pada 5 Desember 2022.
Klarifikasi Ningsih Tinampi
Seperti yang diketahui, perempuan asal Sidoarjo tersebut sempat melahirkan anaknya di tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Clara mengaku sakit perut sudah 10 tahun dan tidak sembuh sekalipun sudah dibawa ke beberapa tempat pengobatan. Singkat cerita, setelah satu bulan dirawat di tempat praktik Ningsih Tinampi, Clara ini melahirkan seorang anak laki-laki.
“Saya sebenarnya sejak awal sudah curiga dengan gelagat Clara. Saya yakin ada yang disembunyikan dari keluarganya,” katanya kepada Surya Malang Jumat (2/12/2022) sore. Setelah melahirkan, kata Ningsih, perwakilan keluarga Clara ini menawarkan bayi itu ke beberapa orang untuk mengasuhnya. “Karena tetangga saya ini tidak berlebih, saya putuskan saya yang mengasuhnya. Itu bapaknya Clara yang memberikan ke saya,” terangnya.
Namun, perjalanan waktu, ia banyak kesibukan karena pasiennya yang bertambah, akhirnya anak itu dititipkan ke kerabatnya. Setelah tiga tahun dirawat dan dibesarkan, kata Ningsih, tiba-tiba datang ke rumah kerabatnya, petugas Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Mereka tidak datang sendirian tapi rombongan. Ada juga perwakilan dari tim PPT PPA dan perwakilan Polres Pasuruan. Rombongan petugas itu mendadak minta anak yang dirawat dikembalikan ke orang tuanya yakni Clara. Hal itu membuat Ningsih dan kerabatnya kaget.
Ia secara pribadi, tidak akan menahan anak ini. Namun, apakah dengan cara seperti ini setelah tiga tahun tidak memberi kabar. “Apa seperti ini caranya berterima kasih ke kami. Misalnya, berbicara baik-baik kan bisa tanpa harus melapor dan memfitnah keluarga ini,” ujarnya. Ia mengaku kecewa dengan sikap dari petugas Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang datang bersama rombongan.
Ningsih Tinampi vs Clara Berakhir Damai
Perselisihan antara dua keluarga di Pasuruan terkait hak asuh anak yang tiga tahun terakhir ditelantarkan keluarganya, berakhir damai. Ini setelah praktisi pengobatan, Ningsih Tinampi berdamai dengan Clara, mantan pasiennya, lewat metode Restorative Justice (RJ) yang dimediasi oleh Polres Pasuruan, Senin (19/12/2022). Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, proses mediasi sudah berjalan tiga kali dan akhirnya menemukan solusi.
Disampaikan kapolres, ada empat poin yang disepakati, yakni pihak Ningsih Tinampi menyerahkan secara sukarela anak yang selama ini diasuhnya, kepada Clara. Namun anak yang semula dititipkan Clara kepada Ningsih itu, akan terlebih dahulu diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dilakukan assessment sebelum dikembalikan ke orangtuanya.
Kabar Ningsih Tinampi Sekarang
Pantauan Tribun_Timur.com, Sabtu (18//2026), Ningsih Tinampi aktif membagikan aktivitasnya di kanal YouTube Ningsih Tinampi. Kanal YouTube-nya memiliki 3,69 juta subscriber. Postingan terbaru Ningsih Tinampi di kanal YouTube yakni Minggu 11 April 2026.
“PENARIKAN BAJANG 4 DILUAR NIKAH” demikian video yang diposting di kanal YouTube Ningsih Tinampi. Tampak dalam video, Ningsih Tinampi mengobati pasiennya.





