Isu Ijazah Presiden Joko Widodo dan Reaksi Tokoh Nasional

Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik, menyeret sejumlah tokoh nasional. Beberapa figur yang terlibat dalam polemik ini antara lain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, Rizieq Shihab, hingga Jusuf Kalla (JK). Dinamika isu ini semakin memanas dengan beredarnya video dan laporan dari berbagai pihak.

Tudingan Rismon Sianipar dan Peran JK

Tudingan Rismon Sianipar terhadap Jusuf Kalla sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Rismon menyebut bahwa JK adalah pendana di balik kasus ijazah Jokowi. Namun, saat ini Rismon sudah mengajukan RJ (restorative justice) ke Polda Metro Jaya dan telah bertemu Jokowi di Solo untuk meminta maaf.

Menurut kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, pernyataan tersebut dibuat oleh Artificial Intelligence (AI). “Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK,” ujarnya.

JK sendiri membantah keras tudingan tersebut. Ia mengaku tidak mengenal Rismon secara pribadi. “Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah.”

Tanggapan PDIP dan Partai Demokrat

PDIP berencana melaporkan kanal YouTube bernama Dibikin Channel ke kepolisian buntut unggahan video yang menyebut Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menjadi koordinator untuk menggaungkan kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Politikus PDIP, Guntur Romli, menegaskan narasi yang menyebut bahwa Puan terlibat dalam kasus ijazah Jokowi adalah bohong atau hoaks. “Ini (tuduhan terlibat kasus ijazah Jokowi) fitnah terhadap Mbak Puan. Tidak ada kepentingan Mbak Puan untuk mengurusi ijazah Jokowi,” katanya.

Di sisi lain, organisasi sayap Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI), juga akan melakukan investigasi mandiri untuk mengungkap dalang di balik kanal penyebar narasi menyesatkan tersebut.

Sikap Rizieq Shihab

Rizieq Shihab enggan melaporkan pemilik kanal YouTube “Dibikin Channel” yang menuduhnya sebagai koordinator dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan tuduhan tersebut adalah fitnah.

“Ada lagi kemarin yang bercerita punya rekaman pembicaraan saya dengan AHY dan dengan Puan Maharani dalam rangka mempersoalkan ijazah palsu Jokowi. Saya katakan, ini adalah bualan,” katanya.

Rizieq menegaskan dirinya tidak akrab dengan AHY dan Puan. “Saya tidak kenal AHY, saya tidak pernah ketemu dan telepon-teleponan dengan AHY. Saya tahu AHY hanya dari media. Saya hanya tahu dia sebagai putra Presiden Bapak SBY.”

Kendati demikian, Rizieq masih belum berpikiran untuk menempuh jalur hukum terkait fitnah tersebut. “Saya bilang nggak lihat saja, ini kan orang cuma pengin cari tenar saja. Biarkan saja, kalau dia menguap bagaikan asap tidak berati, tidak usah diperkarakan.”

Awal Munculnya Isu dan Proses Hukum

Isu ini bermula dari tuduhan bahwa ijazah Jokowi, baik dari SD, SMP, SMA, maupun UGM, tidak asli. Tuduhan tersebut pertama kali ramai diangkat oleh sejumlah pihak di media sosial dan kemudian dilaporkan ke polisi.

Polda Metro Jaya menerima laporan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Beberapa pihak yang menyuarakan isu ini, seperti Rismon Sianipar, kemudian meminta maaf dan mengakui ijazah Jokowi asli.

Kasus ini masih menjadi polemik karena belum ada putusan hukum yang menyatakan tuduhan tersebut benar.

Sikap Jokowi

Jokowi menegaskan tidak mau berspekulasi atau menuduh siapa pun. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum untuk membuktikan kebenaran.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version