Isyana Sarasvati dan Kontroversi Terkait Video Musik “Abadhi”
Isyana Sarasvati, penyanyi ternama yang dikenal dengan bakat musiknya yang luar biasa, kini tengah dihadapkan pada isu yang menyeret namanya ke dalam perdebatan publik. Beberapa waktu lalu, muncul tudingan bahwa ia dikaitkan dengan sekte satanik setelah merilis video musik terbarunya yang berjudul “Abadhi”. Hal ini memicu spekulasi di kalangan warganet, terutama karena adanya visual mata satu yang muncul dalam beberapa bagian video tersebut.
Video musik “Abadhi” menjadi sorotan utama karena interpretasi berbagai pihak terhadap simbol-simbol yang digunakan. Banyak pengguna media sosial menyebutkan bahwa visual mata satu itu memiliki makna tertentu yang sering dikaitkan dengan simbol-simbol yang berkaitan dengan satanisme. Meski begitu, Isyana tidak langsung memberikan bantahan secara langsung atau panjang lebar mengenai isu ini.
Sebaliknya, ia memilih untuk menjawab melalui unggahan di media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, Isyana membagikan potongan lirik dari lagu “Passing Through” milik Kina Grannis. Lirik tersebut berbunyi, “Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through.” Unggahan ini kemudian dianggap sebagai respons simbolis dari Isyana terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Respons Suami Isyana Sarasvati
Dalam unggahan yang sama, suami Isyana Sarasvati, Rayhan Maditra Indrayanto, juga turut merespons isu tersebut. Melalui akun Threads miliknya, Rayhan menilai bahwa segala tudingan miring ini merupakan ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru dimaknai berbeda oleh publik. Ia menyampaikan bahwa sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami.
Rayhan juga berharap semua pihak bisa dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya saling memahami dan menghargai setiap karya seni yang dihasilkan oleh para musisi.
Kontroversi di Tengah Proyek Musik Baru
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko. Album Eklektiko merupakan proyek ambisius yang dirilis secara bertahap sejak 2025 hingga awal 2026. Era musik baru Isyana sebelumnya dibuka dengan single “Babel” yang dirilis pada Februari 2026 dengan genre symphonic metal yang memadukan unsur orkestra megah.
Dalam proyek ini, Isyana menghadirkan konsep album yang dibagi menjadi empat bab atau chapter, yakni Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi. Setiap bab membawa konsep dan tema yang berbeda, mencerminkan perjalanan kreatifnya dalam dunia musik.
Profil Isyana Sarasvati
Lahir di Bandung pada 2 Mei 1993, Isyana Sarasvati tumbuh dalam lingkungan akademik dan musikal yang kental. Ayahnya, Sapta Dwikardana, seorang doktor sekaligus analis perilaku, dan ibunya, Luana Marpanda, adalah guru musik yang turut menanamkan kecintaan mendalam Isyana terhadap dunia nada.
Sang kakak, Rara Sekar, juga menempuh jalur serupa sebagai musisi, menjadikan keluarga ini nyaris seperti orkestra mini. Masa kecil Isyana diwarnai dengan nomaden intelektual. Ia sempat tinggal di Belgia saat sang ayah menempuh studi lanjutan. Pengalaman lintas benua itu memperkaya perspektifnya sebelum kembali ke Bandung di usia tujuh tahun.
Sejak belia, Isyana menunjukkan kecemerlangan dalam musik klasik. Ia kerap mengikuti berbagai kompetisi, bahkan menjalani masa karantina demi persiapan pertunjukan. Pada usia sembilan tahun, ia telah mencatatkan prestasi sebagai juara regional Jawa Barat dalam Electone Festival serta menjadi finalis tingkat nasional dalam Kompetisi Piano Yamaha.
Menariknya, Isyana tidak menyelesaikan pendidikan SMA. Bakat luar biasanya membawa beasiswa penuh dari pemerintah Singapura saat ia duduk di kelas dua. Ia pun menempuh pendidikan musik di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), di mana ia menyabet gelar Diploma di bidang Music Performance pada 2013. Dua tahun kemudian, ia meraih gelar Bachelor of Music dari Royal College of Music, Inggris, dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Transformasi musikal Isyana terjadi saat ia merambah industri pop. Bergabung dengan Sony Music Indonesia pada 2014, ia meluncurkan debut single “Keep Being You”. Namun, namanya benar-benar melambung lewat lagu “Tetap Dalam Jiwa” yang dirilis tahun berikutnya, lagu yang dengan cepat menancapkan pengaruhnya di blantika musik Tanah Air.
Tak hanya sebagai penyanyi, Isyana membuktikan dirinya sebagai perempuan independen dalam industri. Pada Oktober 2020, ia mendirikan label musik sendiri, REDROSE RECORDS, sebuah langkah artistik yang memberinya kebebasan kreatif lebih besar.
Di balik sorotan lampu panggung, kisah asmara Isyana tidak banyak diketahui publik hingga ia menggelar pertunangan secara mengejutkan pada 29 Desember 2019. Calon suaminya, Rayhan Maditra, adalah seorang dokter yang telah menjadi pasangan Isyana selama lebih dari satu dekade, namun hubungan mereka nyaris tidak pernah terekspos. Pasangan ini resmi menikah pada 2 Februari 2020 di Bandung.
Rayhan sendiri bukan sosok asing dari dunia musik. Ia pernah tampil bersama Isyana dalam sejumlah cover lagu yang diunggah ke YouTube, memperlihatkan kekompakan mereka tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga secara musikal. Dikenal sebagai seniman penuh talenta, Isyana juga kerap tampil di luar pakem.
