Kinerja Ekspor Jawa Barat Mengungguli Impor, Ciptakan Surplus Perdagangan
Jawa Barat mencatatkan surplus dalam neraca perdagangan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan kinerja ekonomi yang stabil meskipun terdapat peningkatan impor di akhir tahun. Dikutip dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, nilai ekspor pada tahun 2025 mencapai USD 38,72 miliar. Sementara itu, impor hanya sebesar USD 11,91 miliar. Hal ini menjadikan surplus perdagangan Jawa Barat mencapai USD 26,81 miliar.
Sektor Industri Dominasi Ekspor
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, menyampaikan bahwa kontribusi ekspor Jawa Barat sepanjang 2025 masih didominasi oleh sektor industri. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 98,70 persen. Sementara itu, sektor migas, pertanian, dan tambang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,70 persen, 0,59 persen, dan 0,01 persen.
Dalam hal golongan barang, kendaraan dan bagiannya atau otomotif menjadi penyumbang terbesar ekspor Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 8,50 miliar. Diikuti oleh mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 6,24 miliar serta mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 3,24 miliar.
Amerika Serikat Jadi Tujuan Utama Ekspor
Amerika Serikat tetap menjadi negara tujuan utama ekspor Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD 6,35 miliar. Setelahnya, Filipina menjadi negara kedua dengan nilai USD 3,53 miliar, diikuti oleh Jepang dengan nilai USD 2,84 miliar.
Meski demikian, peningkatan impor di akhir tahun sempat mengkhawatirkan. Pada Desember 2025, nilai impor Jawa Barat tercatat sebesar USD 1,08 miliar atau melonjak 26,57 persen dibandingkan November 2025. Namun, secara tahunan, impor Jawa Barat justru mengalami penurunan sebesar 7,64 persen dibandingkan Desember 2024.
Struktur Impor Jawa Barat
Secara keseluruhan, struktur penggunaan impor Jawa Barat sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 81,34 persen. Selanjutnya, barang modal menyumbang 10,50 persen dan barang konsumsi sebesar 8,16 persen.
Dari segi golongan barang, impor terbesar Jawa Barat berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik dengan nilai USD 1,61 miliar. Mesin dan peralatan mekanis menyumbang USD 0,99 miliar, sementara plastik dan barang dari plastik mencapai USD 0,92 miliar.
Tiongkok sebagai Pemasok Utama Impor
Tiongkok tetap menjadi pemasok utama impor Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 4,07 miliar. Diikuti oleh Jepang dengan USD 1,39 miliar dan Korea Selatan dengan USD 1,35 miliar.
Neraca Perdagangan Jawa Barat Masih Berada di Zona Hijau
Dengan kinerja ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor, neraca perdagangan Jawa Barat sepanjang Januari–Desember 2025 mencatatkan surplus cukup besar. Surplus tersebut terjadi dengan sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Namun, Jawa Barat masih mengalami defisit perdagangan dengan Taiwan dan Tiongkok.
