Jadwal Pelaksanaan ASAT-DTU 2025–2026 di Kabupaten Sumedang
Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sumedang telah menetapkan jadwal pelaksanaan Asesmen Akhir Tahun Diniyah Takmiliyah Ula (ASAT-DTU) Tahun Pelajaran 2025–2026. Penetapan ini menjadi langkah penting dalam memastikan standarisasi pelaksanaan evaluasi pembelajaran di seluruh lembaga Diniyah Takmiliyah Ula (DTU) di wilayah tersebut.
Keputusan ini bertujuan untuk menjaga konsistensi dan kejelasan dalam proses penilaian, sehingga dapat mencerminkan capaian pembelajaran santri secara objektif dan komprehensif. Selain itu, kebijakan ini juga merupakan bagian dari penguatan tata kelola pendidikan diniyah yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu berkelanjutan.
Rincian Mata Pelajaran dan Jadwal Ujian
Berdasarkan surat resmi dari DPC FKDT Kabupaten Sumedang, ASAT-DTU akan dilaksanakan selama empat hari dengan tujuh mata pelajaran inti, yaitu Al-Qur’an, Hadits, Akidah, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta Bahasa Arab. Setiap mata pelajaran dirancang untuk mengukur capaian pembelajaran santri secara menyeluruh, mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
- Hari Pertama: Ujian Al-Qur’an pada sesi pertama dan Hadits pada sesi kedua.
- Hari Kedua: Fokus pada Akidah dan Akhlak sebagai dasar pembentukan karakter dan keimanan santri.
- Hari Ketiga: Ujian Fikih dan SKI yang menguji pemahaman ibadah serta wawasan sejarah Islam.
- Hari Keempat: Mata pelajaran Bahasa Arab sebagai penguatan kemampuan memahami sumber ajaran Islam.
Peran Penting ASAT-DTU
Ketua DPC FKDT Kabupaten Sumedang, H. Nuroni Octora, S.Kom, menegaskan bahwa ASAT-DTU adalah instrumen penting dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran di lembaga diniyah.
“ASAT-DTU menjadi salah satu instrumen evaluasi untuk melihat keberhasilan proses pembelajaran di Diniyah Takmiliyah. Melalui kegiatan ini kita dapat mengetahui capaian santri sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC FKDT Kabupaten Sumedang, H. Budiman, S.Pd., MM, menambahkan bahwa pelaksanaan teknis di lapangan tetap diserahkan kepada FKDT kecamatan, namun harus tetap mengacu pada pedoman resmi dari DPC FKDT Kabupaten Sumedang agar standar pelaksanaan tetap terjaga.
“Kami berharap koordinasi antara FKDT kecamatan dan lembaga DTU dapat berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan ASAT-DTU berlangsung tertib, lancar, dan menghasilkan evaluasi yang objektif,” ungkapnya.
Persiapan di Tingkat Lembaga
Pelaksanaan ASAT-DTU tidak hanya menjadi sarana evaluasi akademik, tetapi juga menjadi momentum penguatan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan motivasi belajar santri dalam memahami ilmu-ilmu keislaman. Hasil asesmen juga diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi para pendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran ke depan.
Di tingkat lembaga, MDTU Nurul Iman yang berlokasi di Dusun Batu Karut RT 03 RW 05 Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, juga telah menyatakan kesiapan penuh dalam pelaksanaan ASAT-DTU Tahun Pelajaran 2025–2026.
Kepala MDTU Nurul Iman, Hj. Yayah Rokayah, Dra., menyampaikan bahwa pelaksanaan ASAT-DTU di lembaganya akan berlangsung pada Selasa, 9 Juni hingga Jumat, 12 Juni 2026.
“Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan, baik administrasi maupun teknis di lapangan. MDTU Nurul Iman siap melaksanakan ASAT-DTU sesuai jadwal yang telah ditetapkan DPC FKDT Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Struktur Kelas dan Tenaga Pendidik
Jumlah peserta didik MDTU Nurul Iman pada tahun pelajaran 2025–2026 tercatat sebanyak 77 santri. Rinciannya terdiri atas Idadiyyah Kelas 1 sebanyak 14 siswa, Idadiyyah Kelas 2 sebanyak 9 siswa, Diniyyah Kelas 1 sebanyak 17 siswa, Diniyyah Kelas 2 sebanyak 22 siswa, serta Diniyyah Kelas 3 sebanyak 15 siswa.
Para tenaga pendidik di MDTU Nurul Iman juga telah ditetapkan sebagai wali kelas sesuai jenjang masing-masing. Untuk tingkat Idadiyyah, kelas 1 diwalikelasi oleh Elsah Susanti, sedangkan kelas 2 diampu oleh Mahdi Suhaeri. Pada tingkat Diniyyah, kelas 1 diampu oleh Irwan Febrian, kelas 2 oleh Reni Heryani, dan kelas 3 oleh Ela Nurlaila.
Para wali kelas tersebut memiliki peran penting dalam proses pembinaan, pendampingan, serta pengawasan peserta didik, baik dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari maupun dalam persiapan menghadapi ASAT-DTU. Dengan pembagian tugas yang jelas di setiap jenjang, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan kondusif.
Sinergi Antara Kabupaten dan Lembaga
Dengan sinergi antara kebijakan tingkat kabupaten dan kesiapan di tingkat lembaga, pelaksanaan ASAT-DTU Tahun Pelajaran 2025–2026 diharapkan berjalan lancar, tertib, serta memberikan hasil evaluasi yang akurat sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan diniyah di Kabupaten Sumedang secara berkelanjutan.
