Final All England 2026 Tanpa Wakil Indonesia
Final turnamen badminton bergengsi dunia, All England 2026, akan digelar pada Minggu (8/3/2026) petang hingga Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Siaran live dari Utilita Arena Birmingham, Inggris, bisa disaksikan melalui TV online berbayar, vidio.com.
Namun, kali ini terasa getir bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak 2011 atau 15 tahun lalu, tidak ada wakil Merah Putih di partai puncak tersebut. Indonesia mengirimkan 13 pemain ke kejuaraan BWF Super 1000 itu, tapi hanya ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang mampu mencapai semifinal. Lainnya lebih dulu rontok di babak awal hingga perempat final.
Tampil di partai terakhir dan menjadi satu-satunya wakil Tanah Air di empat besar ini, Raymond/Joaquin gagal taklukkan duet Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Setelah bertarung sengit selama 48 menit, pertandingan dimenangi Kim/Seo dengan skor 21-19 dan 21-13.
Bisa dimaklumi. Kim/Seo menjadi penguasa ganda putra sejak bereuni sebagai partner pada awal tahun lalu. Dua belas titel telah dikoleksi, termasuk All England tahun lalu.
Tradisi Indonesia Terhenti
Keberhasilan Raymond/Joaquin menggapai semifinal All England dalam debut mereka dan dengan status underdog tetap layak diapresiasi. Hanya saja, ini jadi catatan buruk bagi Indonesia yang untuk pertama kalinya tidak punya wakil di final All England Open sejak 15 tahun yang lalu.
Sejak tahun 2011, laga puncak All England selalu menampilkan aksi pebulu tangkis Tanah Air. Edisi 2021 tidak dihitung karena semua pemain Indonesia dipaksa mundur akibat satu pesawat dengan penumpang yang terpapar Covid-19.
Kim/Seo akan menghadapi pasangan peringkat dua dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ini jadi final ideal satu-satunya pada All England kali ini. Di bawah asuhan Herry Iman Pierngadi, Chia/Soh akan berupaya menghadirkan gelar All England yang pertama bagi ganda putra Malaysia sejak 2007 silam.
Chia/Soh sudah tiga kali lolos ke final All England. Hanya saja, dalam dua percobaan sebelum ini mereka kalah oleh wakil Indonesia.
Rekor An Se-young
Di final tunggal putri, An Se-young akan hadapi Wang Zhi Yi (China), pemain peringkat dua saat ini yang telah dikalahkannya sebanyak sembilan kali di final sejak 2025. Predikat Greatest Of All Times (GOAT) akan semakin lekat pada An yang telah menjuarai seluruh event di usianya yang baru 24 tahun.
An telah meraih emas di Olimpiade, Kejuaraan Dunia, All England Open, Asian Games, turnamen Finals, dan Uber Cup. Hanya tersisa Kejuaraan Asia dan Sudirman Cup. Tahun lalu dia juga mencatat rekor sebagai tunggal putri pertama yang dapat meraih 11 gelar juara dalam setahun.
Selain itu, An sedang mendekati rekor GOAT tunggal putri dari masa lalu yaitu Susy Susanti. Media Korea, OSEN, menunjuk ke catatan 59 kemenangan beruntun yang dirangkai sang legenda Tanah Air pada 1993 hingga 1994 (tautan). Hingga kemenangannya di semifinal All England kemarin, An mencatat 37 kemenangan beruntun sejak babak pertama Denmark Open 2025 pada Oktober tahun lalu.
Dalam periode itu An memenangi enam turnamen individual plus Kejuaraan Beregu Asia 2026 bareng tim putri Korea.
Jadwal Final All England 2026, Minggu (8/3/2026)
- XD: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis/5) vs XD: Liu Sheng Shu/Tan Ning (Cina)
- MS: Lin Chun-Yi (Taiwan) vs Lakhsya Sen (India)
- WD: Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan) vs Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea/4)
- WS: An Se Young (Korea/1) vs Wang Zhi Yi (Cina/2)
- MD: Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) vs Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea/1)





