Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di Surabaya

Puluhan ribu siswa SD dan SMP di Kota Surabaya sedang bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa ujian ini akan dilaksanakan dengan sistem berbasis komputer, yang dirancang untuk memastikan akurasi dan transparansi hasil. Dengan pendekatan bertahap, pihak sekolah dapat lebih mudah mengatur pelaksanaan ujian.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa TKA 2026 merupakan alat ukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif, sesuai instrumen dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menekankan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan, melainkan sarana untuk mengevaluasi capaian akademik siswa.

Jadwal Pelaksanaan TKA Surabaya 2026

Pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua periode besar, sesuai jenjang pendidikan:

  • Jenjang SMP: Berlangsung pada 6–16 April 2026.
  • Jenjang SD: Berlangsung pada 20–30 April 2026.

Ujian dilakukan dalam beberapa gelombang dan sesi, yang diterapkan untuk menyesuaikan kapasitas perangkat komputer di masing-masing sekolah. Setiap sesi menggunakan paket soal yang berbeda, sehingga satu perangkat bisa digunakan bergantian.

Peserta TKA 2026

Jumlah peserta TKA tahun ini sangat besar, mencakup siswa dari sekolah negeri dan swasta:

  • Jenjang SD:
  • Jumlah sekolah: 642
  • Total peserta: 35.602 (20.849 negeri dan 14.753 swasta)
  • Jenjang SMP:
  • Jumlah sekolah: 321
  • Total peserta: 34.381 (16.908 negeri dan 17.473 swasta)

Dispendik juga memastikan bahwa seluruh siswa, termasuk yang memiliki disabilitas netra, mendapatkan fasilitasi khusus. Mereka akan difasilitasi menggunakan perangkat screen reader agar tetap bisa mengikuti ujian dengan nyaman.

Fokus pada Penalaran, Bukan Hafalan

Berbeda dengan ujian konvensional yang sering mengandalkan hafalan, TKA 2026 berfokus pada penguatan literasi dan numerasi. Materi utama yang diujikan adalah Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Yang diukur adalah kemampuan analitik dan logika siswa dalam memahami persoalan. Materi dirancang berbasis pemecahan masalah (case study),” tegas Febrina. Selain ujian utama, siswa juga akan mengikuti survei karakter untuk memberikan gambaran psikologis yang lebih utuh.

Kesiapan Infrastruktur dan Integritas

Pemkot Surabaya telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjamin kelancaran teknis pelaksanaan TKA. Mulai dari pendaftaran yang dimulai sejak Januari hingga simulasi dan gladi bersih pada Maret ini.

Dukungan infrastruktur seperti stabilitas jaringan internet dan pasokan listrik telah dikoordinasikan dengan penyedia layanan telekomunikasi serta PLN. Untuk menjaga integritas, sistem pengawasan dilakukan secara silang antar-satuan pendidikan dan dipantau secara terpusat.

Evaluasi Diri Tanpa Tekanan

Meskipun tidak bersifat wajib, Dispendik mendorong seluruh siswa untuk berpartisipasi sebagai sarana evaluasi diri. Hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan saat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Febrina berpesan agar pihak sekolah menciptakan suasana yang menyenangkan selama ujian berlangsung. “TKA jangan menjadi ketakutan. Harus dibuat nyaman agar siswa siap secara mental dan memberikan potret kualitas pendidikan yang nyata di Surabaya,” pungkasnya.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version