Jakarta akan Jadi Pusat Perhatian Dunia Taekwondo
Jakarta akan menjadi pusat perhatian dunia taekwondo dengan digelarnya 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, yang akan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kejuaraan ini merupakan bagian dari kalender resmi World Taekwondo dan akan diikuti oleh ratusan atlet dari 32 negara.
Kejuaraan yang memiliki status World Taekwondo (WT) G2 ini tidak hanya memperebutkan medali, tetapi juga poin ranking dunia yang menjadi jalur penting menuju Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Dengan demikian, kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi mereka secara global.
Indoor Tennis GBK dipilih sebagai lokasi pertandingan karena memiliki fasilitas berstandar internasional yang sebelumnya digunakan pada Asian Games 2018. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta siap menyelenggarakan event olahraga kelas dunia.
Berikut adalah daftar negara yang akan mengikuti kejuaraan ini:
- Indonesia
- Korea Selatan
- Jepang
- China Taipei
- Kazakhstan
- Australia
- Amerika Serikat
- Rusia
- Ukraina
- Turki
- Belanda
- Yunani
- Slovakia
- Chili
- Peru
- Tunisia
- Guinea-Bissau
- Rwanda
- Arab Saudi
- Oman
- Pakistan
- Nepal
- Mongolia
- Thailand
- Malaysia
- Brunei Darussalam
- Filipina
- Timor-Leste
- Hong Kong
- Sri Lanka
- Afghanistan
- India
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan oleh Asian Taekwondo Union (ATU), yang merupakan pengakuan atas kapasitas Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam menyelenggarakan ajang berstandar internasional.
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menyatakan bahwa kepercayaan ini harus dijawab dengan penyelenggaraan yang profesional sekaligus prestasi atlet Indonesia. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukan hadiah, melainkan hasil kerja panjang dalam membangun reputasi Indonesia di mata taekwondo Asia.
“Kami ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional, berkelas internasional, sekaligus menjadi momentum kebangkitan prestasi taekwondo Indonesia di hadapan dunia,” ujarnya.
Menurut Richard, kehadiran atlet-atlet elite dunia juga menjadi kesempatan penting bagi taekwondoin Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan menempa mental juara tanpa harus bertanding ke luar negeri.
Di sisi lain, lewat penyelenggaraan ini PBTI ingin membuktikan Indonesia mampu menjadi penyelenggara ajang olahraga bertaraf dunia. Ketika bendera-bendera negara dunia berkibar di Senayan, yang dipertaruhkan bukan hanya medali dan poin ranking dunia, tetapi juga nama baik Indonesia sebagai bangsa yang mampu menyelenggarakan event olahraga berstandar internasional.
Sebagai turnamen WT G2, setiap kemenangan akan memberikan poin ranking dunia dengan bobot lebih tinggi dibanding turnamen level G1. Hal itu membuat banyak negara menurunkan atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing di Jakarta.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir, mulai dari kedatangan Technical Delegate, Competition Supervisory Board, wasit internasional, hingga registrasi peserta. Ia menegaskan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan mengikuti standar internasional.
Selama kejuaraan berlangsung, nomor Poomsae Recognized dan Freestyle akan dipertandingkan pada 1–2 Agustus, sedangkan nomor Kyorugi Senior Putra dan Putri digelar pada 3–5 Agustus 2026.
Indonesia sendiri akan menurunkan 31 atlet terbaik pada nomor kyorugi dan poomsae untuk bersaing dengan para juara dunia, peraih medali internasional, hingga atlet-atlet elite yang tengah memburu poin menuju kejuaraan dunia dan Olimpiade.
Berikut daftar atlet taekwondo Indonesia:
Kyorugi Putra:
- U-54 kg – Aziz Hidayat Tumakaka
- U-58 kg – Ariqfallah Rasyid
- U-63 kg – Bagus Aditya
- U-80 kg – Arya Danu Susilo
- U-68 kg – M. Bassam Raihan Ramadhan
- U-74 kg – Ariq Alfatih
- U-87 kg – Osanando Naufal Khairudin
- U-87 kg – Ezar Fadihillah Desta Mahardika
- U-54 kg – Audrey Davin Fulyian Rachmad
- U-58 kg – Moch Rizky Pratama Damo Polii
- U-68 kg – Rizqy Fadhila
- U-74 kg – Afif Febrianto
- U-80 kg – Mhd Raihan Fadhila
Kyorugi Putri:
- U-46 kg – Rayinda Syah Alexandra
- U-49 kg – Queenita Keisha Azzahra
- U-57 kg – Silvana Lamanda
- U-62 kg – Reininda Pireraningtyas
- U-73 kg – Amelia Putri
- O-73 kg – Dinda Lestari
Poomsae Putra:
- Muhammad Rizal
- Andi Sultan Altaf Mirza
- M. Daffa Wahyu
- Azka Hanayaka
- M. Nadim Fathurahman
- M. Syarif Hidayatullah
- M. Hafizh Fachrur Rozhy
Poomsae Putri:
- Erviko Andrea Prameswari H.
- Maheswari Enesia Irianto
- Jingga Joelanda Sukoco
- Angela Khansa Nathania




