Perayaan Jumat Agung yang Menggugah Hati

Visualisasi Jalan Salib dalam perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki St Theresia Bongsari Semarang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah. Dalam acara tersebut, umat diajak untuk merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus melalui drama yang menyentuh hati.

Dalam drama ini, para pemain tidak hanya sekadar memerankan tokoh-tokoh tertentu, tetapi juga menghidupkan kembali kisah yang terjadi dua milenium lalu. Mereka membawakan adegan tentang luka, penolakan, kejatuhan, dan cinta tanpa syarat. Pengorbanan Yesus di atas kayu salib menjadi simbol kasih yang paling besar bagi umat manusia.

Acara ini digelar secara kolosal dan menjadi puncak perenungan umat Katolik. Sejumlah pemuda dan pemudi gereja tampil dalam drama rohani yang sangat menyayat hati. Mereka menanggalkan identitas sehari-hari mereka untuk memperagakan kisah-kisah Injil. Para peserta tidak hanya tampil, tetapi juga mengalami pengalaman batin yang mendalam.

Pemimpin utama dalam drama ini adalah Alex Devin Christoffels, seorang mahasiswa sekaligus anggota teater di Universitas Katolik Soegijapranata. Ini adalah pengalaman pertamanya memerankan tokoh sentral dalam kisah sengsara Jalan Salib. Alex melakukan persiapan yang cukup intens, baik secara fisik maupun spiritual. Ia menjalani puasa selama tiga minggu sebelum pementasan sebagai bentuk penghayatan terhadap peran yang dibawakan.

Tantangan terbesar bagi Alex bukanlah dalam hal fisik, melainkan mental. Ia harus menerima semua pukulan, ejekan, dan lemparan dengan kasih. “Itu yang sulit, karena saya manusia biasa,” ujar Alex. Selama sekitar satu bulan lebih, ia menjalani latihan intensif. Referensi yang ia gunakan beragam, mulai dari film The Passion of The Christ hingga bacaan teks religius. Namun, menurutnya, yang paling menentukan tetap pada bagaimana ia bisa memahami makna pengorbanan itu sendiri.

Proses Persiapan yang Intensif

Visualisasi Jalan Salib melibatkan sekitar 50 orang pemain lintas usia, mulai dari remaja hingga orang tua. Sutradara Emmanuel Darryl Girvan menyebut bahwa proses persiapan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah bulan, terdiri dari tahap casting dan latihan. Tahun ini, panitia membuka kesempatan lebih luas melalui sistem open casting. Hasilnya, banyak peserta yang terlibat tanpa latar belakang teater.

“Sebagian besar memang bukan dari dunia teater. Itu jadi tantangan tersendiri karena kami harus mengejar kemampuan akting mereka dalam waktu relatif singkat,” ujarnya. Meski demikian, ia melihat antusiasme dan komitmen para pemain justru menjadi kekuatan utama dalam pementasan kali ini. “Talenta mereka muncul selama proses. Itu yang membuat visualisasi tahun ini terasa lebih hidup,” tambahnya.

Pesan Kasih yang Mendalam

Menurut Romo Synesius Suyitna, Kepala Paroki, visualisasi Jalan Salib memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar peragaan cerita. Menurutnya, selama ini umat telah akrab dengan kisah sengsara melalui bacaan. Namun, ketika divisualisasikan, pengalaman itu menjadi lebih konkret dan menyentuh.

“Melalui visualisasi ini, umat tidak hanya memahami tetapi juga merasakan apa yang dialami Yesus,” jelasnya. Ia menekankan bahwa inti dari kisah tersebut bukan semata penderitaan, melainkan kasih yang tetap hadir bahkan dalam situasi paling sulit. “Kasih itu yang ingin ditangkap. Bahkan kepada yang menyakiti,” katanya.

Lebih jauh, pesan Paskah yang dihidupi di Keuskupan Agung Semarang mendorong umat untuk tidak berhenti pada praktik iman personal, tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan sosial. “Iman itu harus berdampak. Bagaimana kita membangun relasi yang baik dan membawa kesejahteraan bagi sesama,” ujarnya.

Ketika adegan penyaliban mencapai puncaknya, suasana sempat hening. Umat terdiam. Beberapa jemaat gereja bersimpuh dan berdoa, melipat tangannya di dada sambil menghadap salib yang sebelumnya digunakan untuk visualisasi. Di momen itu, visualisasi tak lagi terasa sebagai pertunjukan. Namun berubah menjadi cermin tentang pengampunan, dan kasih yang tetap bertahan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version