Penemuan Jasad Wanita di Dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Pada Rabu (24/6/2026), jasad seorang perempuan ditemukan di dalam mobil dinas Toyota Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Perempuan tersebut diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), yang tercatat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan.
Kematian Ruly ini sebelumnya menjadi misteri karena ia telah hilang kontak dengan keluarga sejak Sabtu (21/6/2026) siang. Informasi ini memicu kehebohan di media sosial, khususnya setelah rekaman video berdurasi 53 detik dan 35 detik menyebar. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pria mencoba meneropong ke dalam kabin mobil dinas yang terkunci rapat. Narasi perekam sempat menduga korban adalah seorang wanita hamil yang meninggal dunia di dalam mobil lantaran kondisi perut jasad yang tampak membesar akibat pembusukan alami.
“Melaporkan pak, diduga meninggal… di Bandara Juanda, di parkiran A2, plat M 1090 GP plat merah,” ujar suara pria dalam rekaman video tersebut, sembari menyorot tetesan cairan berwarna agak kemerahan yang keluar dari bawah kolong kendaraan.
Korban Hilang Kontak Sejak Senin
Titik terang mengenai sosok perempuan malang tersebut mencuat usai sebuah rekaman pesan suara (voice note) dari rekan sekolah korban beredar luas. Pesan tersebut mengonfirmasi bahwa korban berinisial RL, yang pernah berdinas di Dinas Perhubungan (Dishub) sebelum akhirnya dipromosikan ke Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan.
Informasi ini diperkuat oleh pengakuan salah satu staf di lingkungan Dinas PRKP Pemkab Bangkalan. Ia mengungkapkan bahwa RL sudah tidak terlihat di kantor dan kehilangan kontak sejak awal pekan. “Chat WA-nya sudah centang satu sejak Senin (22/6/2026) pagi. Kebetulan anak saya berteman dekat dengan anak beliau. Karena tidak ada kabar sama sekali dan ponselnya mati, pihak keluarga sebenarnya sudah sempat membuat laporan orang hilang ke kantor polisi,” ungkap staf yang enggan disebutkan namanya itu.
Kepala Dinas PRKP Bangkalan Syok
Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan seluler, Kepala Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan, Roniyun Hamid, tidak menampik bahwa mobil Innova hitam bermesin bensin yang berada di TKP Bandara Juanda adalah aset kendaraan dinas milik instansi yang dipimpinnya. Kendati demikian, Roniyun menegaskan pihaknya belum berani memberikan statemen mutlak mengenai identitas jenazah sebelum ada hasil identifikasi ilmiah (scientific identification) dari tim dokter forensik kepolisian.
“Kami masih bingung dan syok berat atas keberadaan mobil dinas tersebut di sana. Memang betul nomor WA yang bersangkutan (RL) sudah centang satu. Mohon waktu, saat ini seluruh jajaran sedang berkumpul di kantor, kami semua masih shock,” tutur Roniyun pelan dengan nada bergetar.
Kejanggalan dalam Kematian Ruly
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban telah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk diautopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian, apakah akibat keracunan gas AC, serangan penyakit mendadak, atau adanya unsur pidana lain. Pihak berwajib bersama otoritas bandara dilaporkan harus membuka paksa kunci pintu mobil secara mekanik karena seluruh akses penguncian dalam kondisi aktif dari dalam kabin.
Seorang perempuan ditemukan tewas di dalam mobil dinas di dalam parkiran Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Pihak keluarga masih menjalin komunikasi dengan korban hingga Sabtu Pagi. Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya menuturkan, pada Jumat (20/6/2026) malam, korban masih melakukan video call dengan adiknya. Lalu pada Sabtu pagi, korban juga masih sempat bertukar pesan dengan suaminya.
“Hilang kontak mulai Sabtu siang, Sabtu paginya masih kontak dengan suami,” ujarnya. Lalu pada Rabu siang, Ruly ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova nopol M 1090 GP. Saat ditemukan, kondisi korban sudah mengalami pembusukan.
Fakta Baru Terkait Kehadiran Korban
Fakta baru terkait meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026) mulai terungkap. Korban ditemukan meninggal dunia di mobil dinas Toyota Innova M 1090 GP. Sebelum ditemukan meninggal, Ruly ternyata sudah tidak masuk kerja selama beberapa hari.
Bupati Bangkalan, Lukman menuturkan, dari informasi yang ia dapat, korban sudah tidak masuk kerja sejak Kamis (18/6/2026). Penyebab kehadiran korban juga hingga saat ini masih belum diketahui. Korban terakhir terlihat di Pendapa Agung saat acara Pisah Sambut Dandim Bangkalan pada Rabu (15/6/2026) malam.
“Semisal memang almarhumah adalah beliau, malam Kamis (Rabu malam) masih ada di sini (pendapa agung) dalam kegiatan pisah sambut Pak Dandim. Sementara belum ada (kegiatan luar kota), karena sering kali kegiatan kami berkoordinasi dengan pihak provinsi. Tapi sementara secara tugas khusus, belum ada dari pihak kami,” kata Lukman, dikutip dari Surya.co.id.
Terkait dengan mobil dinas tempat korban ditemukan tewas, Lukman mengonfirmasi bahwa Toyota Innova berkelir hitam tersebut benar mobil operasional PRKP Pemkab Bangkalan. “Kami mengetahui dari plat nomor, dari situ kami mengetahui bahwa itu mobil dinas kami di PRKP. Kemungkinan besar digunakan oleh pegawai yang ada di PRKP, namun untuk kepastian siapa, kami menunggu proses dari pihak yang berwajib,” ungkap Bupati Lukman.
Kronologi Penemuan Jasad
Mengutip Surya.co.id, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang sopir taksi. Saat itu, saksi yang juga sedang berada di dekat lokasi sekira pukul 11.30 WIB mencium bau tidak sedap di sekitaran lokasi parkir. Saat dicari, saksi melihat adanya cairan asing yang keluar dari kolong mobil korban. Saat dilihat dari jendela, saksi dikagetkan dengan temuan seorang perempuan yang sudah kehilangan nyawanya.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan pun langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Evakuasi disebut cukup sulit karena kondisi korban yang sudah membengkak. Proses evakuasi korban bahkan dibantu oleh Tim Basarnas Surabaya supaya barang bukti di dalam mobil tetap terjaga.
Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto mengatakan bahwa korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk diautopsi. Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono juga mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Petugas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Mohon waktu. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap AKP Tri Novi Handono.
